Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

8 April 2011

Safe by Udins

Udah dua hari kemarin tanganku keseleo.

Yang jelas kalau untuk menggerakkan pergelangan tangan susah. Makanya sudah dua hari pula aku nggak ada keluar, bahkan sekedar untuk mencari makan. Thanks to Mbak Ulya yang sudah memberitahu dimana tempat urut yang oke dan sudah menemani Nad ke sana.

Long story short, hari ini Nad mengundur jadwal belajar Ekonometrika alias Econometrics dengan Aswin untuk pergi ke tukang urut itu. Aswin menyarankan untuk datang ke tempat Bang Udin. Ketika aku tanya ke Mbak Ulya, dia bilang, "Mungkin juga si Bang Udin itu, Nad. Aku juga lupa pokoknya ada Haji, haji gitu Nad. Terkenal banget koq orangnya." Karena aku nggak tahu dan udah sakit banget, aku manut aja.

Sampai di sana, ternyata beliau buka praktek jam 4. Errr~ jam di tangan masih jam 3. Akhirnya makan dulu deh sambil menunggu. 

Jam 4 datang dan pasien sudah banyak. Tapi satu demi satu pasien masuk dan, nggak nyampe 5 menit kemudian giliranku. Waks, cepet amat. Eh, aku kira tanganku bakal dipelintir-pelintir nggak jelas dan aku bakal teriak-teriak gaje (nggak jelas) di dalam ruangan. Aku udah mikir kalau orangnya itu bakalan udah tua, yah serem abis dan aku bakal nangis kejer-kejer bergulingan nggak jelas gitu.


Ternyata salah besar.


Penampilannya mirip Hagrid di Harpot.


Aku langsung tenang. Dilihatnya pergelangan tanganku, dia mengucap basmalah dan memijat telak di tempat yang sakit.


Nggak sampai 2 menit. Selesai. All gone, sodara-sodara.


Aku memandang tak percaya ke dia. Dia menatapku dan menghisap rokoknya. Pas aku tanya berapa, dia bilang seikhlasnya. Aku lirik mbak Ulya. Mbak Ulya menunjukkan mimik muka yang tidak aku ketahui maksudnya dan aku melirik Bang Udin lagi.

apa yang terjadi?



...








...






Aku merinding melihatnya.






...




...




...


Dia terlelap sodara-sodara. Aku shock. Masih memegang puntung rokok!






Aku pun keluar meninggalkan suasana mistis di dalam ruang pijat itu.






Anyway.
Kalau keseleo di Jogja, langsung ke Bang Udin, Jalan Jambon (Magelang). Dijamin.

1 December 2010

Sakiiiittt!

Akhir-akhir ini kesehatanku nge-drop terus.


Batuk lah, pilek lah. Hem, sebenernya cuman dua itu sih penyakitnya. Tapi kalau udah kambuh, masya Allah. Aku pengen nangis aja rasanya. Ber-pak-pak tisu aku habiskan. Tidur nggak nyenyak, badan pegel. Euh!


Tapi kemudian aku teringat tujuanku.


Walaupun terhuyung-huyung aku memaksakan diri untuk bangun. Walaupun hidung sudah merah-merah akibat banyak bergesek dengan tisu aku nggak perduli. Aku mau selesaikan semua! Sakit bukan halangan untuk mencapai yang terbaik!


Ada beberapa alasan nampaknya kenapa aku nge-drop terus.
1. Jarang olahraga. Yang ada olah pikiran terus nih. Duduk berjam-jam. Mengetik sana-mengetik sini


2. Cuaca nggak jelas. Kadang panas berdebu, kadang dingin menggigit. Huweeehh.


3. Makan nggak teratur. Gimana mau teratur kalau bawaannya lupa gara-gara kebanyakan tugas?


Tapi nggak ada yang mudah lah kuliah itu. Kalau mudah, bakalan nambah banyak tuh pengangguran berpendidikan.


Gyaaaahhhhhh~~


Do'akan saya cepat sembuh >,<
Amin

10 March 2010

Kebaikan Merokok


1.      Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
2.      Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok
3.      Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
4.      Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
5.      Baik untuk basa-basi keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
6.      Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.
7.      Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post  untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
8.      Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga se-olah berkabut.
9.      Menghilangkan bau wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
10.  Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
11.  Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
12.  Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang lulus).
13.  Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
14.  Menambah kenikmatan: Sorehari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok!
15.  Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
16.  Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam hari.
17.  Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat dikursi… Ha penderitaan itu pedih jendral…!!!
18.  Film Koboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
19.  Teman boker yang setia.
20.  Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir, sehingga seharusnya dicantumkan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan.
21.  Film lebih cool soalnya kalo meledakan mobil atau pom bensin butuh rokok yang disentil ke bensin yang tercecer, kaboom………!!!

 copas nih :P dari http://trully-madly-deeply-willy.blog.friendster.com

The GreyZone

: my first weekly journal

Introduction
There are so many responsibilities of the corporate among the stakeholders, two of them are responsibilities to consumer and responsibilities to local community. What is local and consumer responsibilities? Corporate social responsibility is companies acting voluntarily and beyond the law to achieve social and environmental objectives during the course of their daily business activities. The act can be a hand to local programme  or just minimalize their negative effect to a community. And responsibilities to customer can be memenuhi the rights of consumer. Such as : get safety product, to be heard, informed all about relevant aspect of the product, to choose what they buy etc.
But now, how with tobacco company? Are they responsible among stakeholders, in this case local community and consumer? If they don’t, what is the problem? How to solve that problems?

Discussion
Commonly, tobacco company, especially famous tobacco company, has memenuhi their responsibilities, those are responsibilities to employee, supplier, investor, local community and costumer. For example, giving appropriate wage, inform the financial position, have a good relationship to suppliers, and sponsor many activities, such as environment conservation, giving scholarship and fund the music concert. So, if we asked whether the company has  fulfilled their responsibilities among stakeholders, the answer is yes, they have. But on the other side, the tobacco company has broken one of consumer rights, that is get safety product. Then, tobacco, the product, can cause pollution. But one the one hand, they have a conservation programme, which can be a reforestation programme. Finally, we will find so many things that opposite in tobaccos company responsibilities to the consumer and environment case.
Consumer rights states that consumer have right to get safe products but as we all know that tobaccos full with poison and dangerous thing in it. From nicotine (insecticide), ammonia (toilet cleaner), aracnic (poison), ect. Tobaccos can make pollution and illness, for active smokers and also passive smokers. But tobacco company has excuse. First excuse, that consumer are free to buy all things they want and nobody can forbide them to buy tobaccos. Second, if consumer buy tobaccos, company gets profit. Then the profit is  aside for young generation in scholarships or financial support. This means that consumer who buy tobacco help Indonesia to be better. Third, about pullution and illness, that after sold, tobacco is owned by consumer. When consumer inhale and exhale the smoke then causing pollution, it is consumer’s responsibiliy, not the company’s. For the illness, that is consumer’s choice. If they know the dangerous subtances, why are they still buy and exhale-inhale it?
Based on the processed data from the World Health Organization (WHO) in 2008, that out of every 4 of the Indonesian population was 1 smoker. The total tobaccos smoked per year is 225 billion sticks. It's enough to make a very bad pollution for the environment. These numbers will increase in relevance with the increase of adolescence.
Tobacco company has put themselves toa a greyzone, an area where good and bad things become blur, in assistance with losses and goods for “whitening” or repeal the badness from product they have produced. But, although tobacco company has produce things that harmful to human life, the company can directly closed. Because it will arise effect that not good for tobacco farmers and employees. Tobacco farmers will lose their jobs and cannot supply tobaccos to company, unemployment will increase.
Conclusion
So from previous exposure, in fact, there are more bad things than the good one. By closing the company, hopefully can be the solution. But before closing, in order to avoid bad effect, it is more better to prepare the closing in advance, such as prepare the replacement job for the employees.For example, for the tobaccos farmer, the land can be replaced by planting palms. Slowly the company “rebuilt” the company to a oil processing factory. Then the employee can work in there. In this example we avoid the tobacco/cigarettes bad effect by closing the company. Also we can increasing tax for cigarettes, or avoid to advertising the cigarettes (as American does). But despite of all, one example is more better than thousands advice.

Nadiyah Salsabila
09/280333/EK/17304
Management ‘09

13 September 2009

:(

Aku sedih...

Nggak bisa kemana-mana...
Badan pegel n Nad tepar abiss...

Kemarin, habis dari training SEF, nad langsung tergeletak tanpa daya di kamar kost. Udah gitu nggak bisa minum obat gara-gara nggak ada makanan. Akhirnya pas sekitar jam 9 malam nisva ngurutin nad. Gila banget! Nisva persis tukang urut dah http://www.emocutez.com

Trus Nisva balur minyak kayu putih badan nad. Habis itu menghabiskan makan dengan susah payah karena perut lagi sedikit nggak bisa kompromi. Minum obat. Trus tidur-tiduran.

Kpikiran SEF..

Mungkin harus coba tahun depan :(

Karena nggak bisa tidur, nad cek tugas. Eh, ada Ririn nyapa. Hehehehe. Ririn lagi ngerjain tugas writing kemaren. Ckckckck.
Sambil ngisep madu, nad chatting ama Ririn. Katanya madu bisa mengembalikan vitalitas tubuh (cieh)

Penyakit homsik mulai menyerang seiring banyaknya tugas :(

Ahhhhh...

Pengen pulaaaannnggggggggg.....

3 September 2009

Ada Apa Denganku?

Pagi tadi kuliah dibatalkan :)
Ada waktu untuk istirahat sejenak..

Duh, ngomong-ngomong, batukku tambah parah nih. Udah semingguan nggak berhenti-berhenti. Kalo malam nggak bisa tidur gara-gara batuk. padahal harus kuliah pagi :( kantung mata jadi tambah hitam. Persis drakula dah. Minum obat, nggak mempan. Kayaknya sih masuk angin. Tapi pas aku baca di majalah, katanya istilah masuk angin itu nggak ada di kedokteran.

Apa sih masuk angin?

Badan rasa pegel, bersin-bersin, batuk, puyeng. Mungkin setiap orang gejalanya beda ya?

Tapi rasanya badanku perlu di pijet ato dikerokin.

Kenapa kerok?

Habis kerokan kalo badan merah-merah itu tandanya masuk angin. Halah! Padahal itu katanya cuma melebarkan pori-pori, sehingga oksigen dapat masuk dan terikat dengan darah. Membantu sirkulasi gitu. Untuk lebih jelasnya sih nggak tau. Tapi pada enakan khan habis dikerok?

Untuk cewek jangan terlalu sering ya dikerok.
Lebih baik di pijet aja ato minum jus. Nggak pake es jusnya yah... :)

*ohok-ohok*

batukku udah nggak mempan dikasih jus, madu, jeruk nipis pake kecap.

Ada apa denganku?