Jadi ingat ada kontes, "Ini ceritaku. Apa ceritamu?"
***
Cerita ini terinspirasi dari mi instan bermerk Indomie yang dinobatkan sebagai Best All Time Instant Noodle 2011-2012. Si Ninik sekitar hari Sabtu (19/4) memasang gambar iklan Indomie di e-bay. Cukup hebat harganya, satu paket isi 5 bungkus hampir Rp200.000. Kita hitung-hitung untung yang didapatkan si penjual Indomie ini ya.
Indomie yang dia jual adalah Indomie rasa Kari ayam. Harga rata-rata harga Indomie per dus adalah Rp70.000, dan isi satu dus adalah 40 bungkus, sehingga per bungkus +/- Rp1.750. Mari dibulatkan ke Rp2.000 supaya lebih mudah untuk menghitungnya.
Harga jual mi seharusnya:
2.000x5 bks= Rp10.000
Harga jual mi di ebay:
200.000
Keuntungan yang didapatkan oleh si penjual:
(jual mi di ebay-jual mi seharusnya)x(isi satu kardus/isi per paket)
= (200.000-10.000)x(40/5)
=190.000x8
=1.520.000
Asumsi:
-tidak ada biaya untuk bungkus kardus lagi, atau kalau ada, katakanlah 120.000
-pembeli membeli satu kardus alias 8 paket.
SATU KARDUS BISA UNTUNG RP1.400.000!
Kemudian aku sama Ninik berusaha untuk mencari pembeli lewat gmarket, ebay, amazon. Wkwkwkwk. Ninik bilang, "Jual 10 dus aja kita bisa kaya raya, Nad! Bisa bolak-balik Korea beberapa kali dalam setahun tuh :/"
Jadi mikir juga: pengen jadi juragan Indomie di Jepang!
Lebih baik jadi juragan mi daripada juragan rokok* kan?
***
Aku juga ingat banget beberapa hal yang bikin aku pusing sebagai mahasiswa pertukaran pelajar: Bumbu Nasi Goreng yang jadi Rp75k, Gado-gado yang jadi Rp130k, Mie Indomie Goreng yang jadi hampir Rp40k, dan saus sambal yang jadi Rp50k/botol. Fyuuuhhhh...
Beberapa anak HUE yang kemari sering borong Indomie kalau sudah dekat hari kepulangan mereka. Jelas banget alasan mereka: murah dan lebih gurih rasanya. Dengan uang Rp40k, mereka hampir bisa borong satu kardus mi, sedangkan disana cuma bisa kenyang sekali alias cuma dapat sebungkus!
Sebelum pertukaran, aku kira semua omongan, kisah tentang Indomie itu hanya bualan yang ngomong aja. Seorang dosen pernah berkata dia selalu membawa Indomie ketika dia harus belajar di luar negeri. Dua dus, untuk persiapan, dan jika sudah habis bisa nitip teman. Bahkan ketika zaman masih jadi mahasiswa dan beliau jalan ke Inggris, demi menghemat uang, beliau membawa beberapa bungkus Indomie untuk pengganjal perut. Ada lagi yang bercerita bahwa bagaimanapun yang di luar negeri, akan kangen dengan segala macam Indomie, apalagi bagi dia yang penggemar berat Indomie Ayam Bawang. Tapi ternyata, setelah merasakan sendiri, dengan berbagai masalah yang ada (bumbu kurang gurih, kadang nggak ada rasa Kari Ayam yang aku suka, telur ayam yang berbeda dengan telur ayam disini) aku survive sih, tapi pas pulang, hampir tiap hari aja aku makan Indomie.
Apalagi keluargaku penggemar berat Indomie.
Perutku sekarang keroncongan.
***
Tertarik jadi juragan mi di luar negeri?
Cause my daily life is not exactly the same as theirs. It's my story!
Showing posts with label iseng-iseng. Show all posts
Showing posts with label iseng-iseng. Show all posts
22 April 2014
27 October 2013
Komik-komik I
Lagi ketagihan baca komik. Hampir setiap 3 hari sekali saya memborong 10 komik kemudian membacanya sampai larut malam. Jadi ingat komik pertama saya, Doraemon :D Memang belum bisa dibilang maniak komik sih, karena saya pilih-pilih genre. Kalau di urutkan sih Doraemon yang tetap di urutan paling pertama soal komik favorit.
Tapi kalau soal pengarang komik favorit, itu lain lagi.
***
Zaman kelas satu eS-eM-Pe, saya mencoba untuk beralih dari Detektif Conan dan Doraemon ke serial cantik. Sebelum itu sih, saya dulu pernah membaca Candy-candy, Rabu-rabu, Lucky Seven. Ah, juga serial Mari (Silver Toe Shoes, Lovely Mari, Mari, dll yang bercerita tentang balet). Kalau baca Candy-candy, mau banget ditolongin pangeran kayak Anthony; baca Rabu-rabu pengen banget makan Taiyaki -padahal nggak tahu Taiyaki itu apa- trus berkhayal bisa jadi cewek kayak Rabu-rabu; dan Lucky Seven, komik tentang cewek kembar, satunya aktris yang cuantik berat, dan satunya cewek tomboy yang punya kemampuan berubah menjadi seperti kakaknya ketika mengucapkan satu sampai tujuh. Baca Mari (cerita Mari ini kayak cerita serial Kho Ping Hoo, nyambung-nyambung) pengen jadi penari balet. Sampe hapal apa itu Grand Jete, Pas de Deux dan lakon-lakon seperti Swan Lake, The Nutcracker, Giselle. Duh! Jadi inget hampir dimasukkan sekolah balet gegara badan yang lentur ini. Tapi apa daya, dulu sekolah balet mahal bet.
Ketika punya uang jajan lebih, saya lebih suka untuk beli komik daripada beli baju. Sampai ingat ancaman orang tua: "Kamu boleh beli baju banyak, tapi nggak boleh beli komik! Bulan ini kalau kamu mau beli komik, sana, tabung uang jajan! Ini Papa-Mama kasih uang. Tapi ingat, kalau kamu beli komik, nggak ada uang jajan!". Segitunya, kan? Saya dikasih uang untuk beli baju yang notabene lebih mahal dari komik, tapi nggak boleh beli komik. Pernah saya keluar air mata di mall cuma gara-gara diancam begitu setelah sekian lama bersabar nggak beli komik. Hihihihihi.
Ah, iya. Usaha saya untuk beralih dari Detektif Conan dan Doraemon pun dimulai. Tapi tetep, Doraemon sih ternyata tidak bisa dihindari. Ketika uang jajan terkumpul banyak, saya bersiap untuk membeli tiga komik. Niatnya sih untuk membeli komik selain Doraemon. Tetapi ternyata tidak bisa. Ketika sampai di Gramedia, saya langsung memegang dua komik Doraemon Petualangan. Kemudian saya pergi ke bagian serial cantik. Tapi koq gambarnya nggak ada yang menarik hati, kemudian juga komiknya bersambung. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil satu komik berjudul "When You Look at Me Like an Angel". Kalau nggak salah ingat tuh cerita tentang cewek yang suka tenis, tapi kakinya cedera, gitu-gitu deh. Romantis abis. Salah, romantis pada masanya.
Tapi karena bingung mau beli apa, akhirnya saya memutuskan untuk baca-baca gratis di Gramedia. Btw, dulu Gramedia 'menyediakan' buku-buku yang dibuka dari plastiknya dan membiarkan orang-orang membaca dulu isinya sebelum membeli. Sekarang jarang ih. Hiks. Kemudian saya rajin baca buku (?) karangan Mito Orihara. Itu loh buku yang kecil banget dan isinya seperti mini novel, halaman bergambarnya hanya sedikit. Itu disebut apa ya? Aku rajin baca buku itu setiap ke BC (Balikpapan Center), pada saat aku nggak dikasih uang untuk beli komik. T_T. Buku itu juga asyik, soalnya ada yang cerita tentang tokoh utamanya, kalau nggak salah namanya Miho. Kehidupannya Miho mulai dari zaman SMP, sampai dia ulang tahun ke 17. Ada juga yang cerita tentang ibunya Miho, kakak-kakaknya Miho, dari sudut padang pacar Miho, dan banyak lagi deh. Pintar banget yang ngarang, soalnya kalau kelewatan baca satu aja, kadang bisa nggak ngerti.
Tapi, niat koleksi komik itu agak memberatkan sebenarnya. Dengan kehidupan dompet yang besar pasak daripada tiang ini, aku harus memutar otak sih. Ban alias larangan dari orangtua sudah dicabut (mereka akhirnya nyerah ketika aku selalu merengek-rengek minta beli komik mulu), tetapi aku tetap saja haus akan komik. Pinjaman dari teman-teman tidak menghilangkan dahaga untuk membaca komik, lagi dan lagi. Dari teman-teman pula aku mengenal komik Imadoki!, Slam Dunk dan Black Cat. Bertambahnya judul komik yang dibaca, membuat aku kenal orang lebih banyak, dan keluar uang lebih banyak untuk mengikuti serial itu.
Sampai kemudian tempat yang disebut "rental komik" menjamur di Balikpapan. Di dua tempat rental komik, diriku termasuk "20 anggota pertama" dan punya berbagai macam keistimewaan. Tambahan komik ketika meminjam, tambahan hari, tambahan stempel, dan tambahan teman. Mbak-mbak dan mas-mas rental komik bahkan pernah menawariku pinjam tanpa membayar! Belum lagi kalau misalnya hari Sabtu, bapak pulang cepat dan kemudian mau menemaniku ke tempat rental komik, dan kemudian aku bebas untuk menyewa 10 buah komik! Padahal, kalau hari biasanya aku cuma dapat 2 atau 3 komik saja :D
Jadi kangen... *sroooot*
Tapi kalau soal pengarang komik favorit, itu lain lagi.
***
Zaman kelas satu eS-eM-Pe, saya mencoba untuk beralih dari Detektif Conan dan Doraemon ke serial cantik. Sebelum itu sih, saya dulu pernah membaca Candy-candy, Rabu-rabu, Lucky Seven. Ah, juga serial Mari (Silver Toe Shoes, Lovely Mari, Mari, dll yang bercerita tentang balet). Kalau baca Candy-candy, mau banget ditolongin pangeran kayak Anthony; baca Rabu-rabu pengen banget makan Taiyaki -padahal nggak tahu Taiyaki itu apa- trus berkhayal bisa jadi cewek kayak Rabu-rabu; dan Lucky Seven, komik tentang cewek kembar, satunya aktris yang cuantik berat, dan satunya cewek tomboy yang punya kemampuan berubah menjadi seperti kakaknya ketika mengucapkan satu sampai tujuh. Baca Mari (cerita Mari ini kayak cerita serial Kho Ping Hoo, nyambung-nyambung) pengen jadi penari balet. Sampe hapal apa itu Grand Jete, Pas de Deux dan lakon-lakon seperti Swan Lake, The Nutcracker, Giselle. Duh! Jadi inget hampir dimasukkan sekolah balet gegara badan yang lentur ini. Tapi apa daya, dulu sekolah balet mahal bet.
Ketika punya uang jajan lebih, saya lebih suka untuk beli komik daripada beli baju. Sampai ingat ancaman orang tua: "Kamu boleh beli baju banyak, tapi nggak boleh beli komik! Bulan ini kalau kamu mau beli komik, sana, tabung uang jajan! Ini Papa-Mama kasih uang. Tapi ingat, kalau kamu beli komik, nggak ada uang jajan!". Segitunya, kan? Saya dikasih uang untuk beli baju yang notabene lebih mahal dari komik, tapi nggak boleh beli komik. Pernah saya keluar air mata di mall cuma gara-gara diancam begitu setelah sekian lama bersabar nggak beli komik. Hihihihihi.
Ah, iya. Usaha saya untuk beralih dari Detektif Conan dan Doraemon pun dimulai. Tapi tetep, Doraemon sih ternyata tidak bisa dihindari. Ketika uang jajan terkumpul banyak, saya bersiap untuk membeli tiga komik. Niatnya sih untuk membeli komik selain Doraemon. Tetapi ternyata tidak bisa. Ketika sampai di Gramedia, saya langsung memegang dua komik Doraemon Petualangan. Kemudian saya pergi ke bagian serial cantik. Tapi koq gambarnya nggak ada yang menarik hati, kemudian juga komiknya bersambung. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil satu komik berjudul "When You Look at Me Like an Angel". Kalau nggak salah ingat tuh cerita tentang cewek yang suka tenis, tapi kakinya cedera, gitu-gitu deh. Romantis abis. Salah, romantis pada masanya.
Tapi karena bingung mau beli apa, akhirnya saya memutuskan untuk baca-baca gratis di Gramedia. Btw, dulu Gramedia 'menyediakan' buku-buku yang dibuka dari plastiknya dan membiarkan orang-orang membaca dulu isinya sebelum membeli. Sekarang jarang ih. Hiks. Kemudian saya rajin baca buku (?) karangan Mito Orihara. Itu loh buku yang kecil banget dan isinya seperti mini novel, halaman bergambarnya hanya sedikit. Itu disebut apa ya? Aku rajin baca buku itu setiap ke BC (Balikpapan Center), pada saat aku nggak dikasih uang untuk beli komik. T_T. Buku itu juga asyik, soalnya ada yang cerita tentang tokoh utamanya, kalau nggak salah namanya Miho. Kehidupannya Miho mulai dari zaman SMP, sampai dia ulang tahun ke 17. Ada juga yang cerita tentang ibunya Miho, kakak-kakaknya Miho, dari sudut padang pacar Miho, dan banyak lagi deh. Pintar banget yang ngarang, soalnya kalau kelewatan baca satu aja, kadang bisa nggak ngerti.
Tapi, niat koleksi komik itu agak memberatkan sebenarnya. Dengan kehidupan dompet yang besar pasak daripada tiang ini, aku harus memutar otak sih. Ban alias larangan dari orangtua sudah dicabut (mereka akhirnya nyerah ketika aku selalu merengek-rengek minta beli komik mulu), tetapi aku tetap saja haus akan komik. Pinjaman dari teman-teman tidak menghilangkan dahaga untuk membaca komik, lagi dan lagi. Dari teman-teman pula aku mengenal komik Imadoki!, Slam Dunk dan Black Cat. Bertambahnya judul komik yang dibaca, membuat aku kenal orang lebih banyak, dan keluar uang lebih banyak untuk mengikuti serial itu.
Sampai kemudian tempat yang disebut "rental komik" menjamur di Balikpapan. Di dua tempat rental komik, diriku termasuk "20 anggota pertama" dan punya berbagai macam keistimewaan. Tambahan komik ketika meminjam, tambahan hari, tambahan stempel, dan tambahan teman. Mbak-mbak dan mas-mas rental komik bahkan pernah menawariku pinjam tanpa membayar! Belum lagi kalau misalnya hari Sabtu, bapak pulang cepat dan kemudian mau menemaniku ke tempat rental komik, dan kemudian aku bebas untuk menyewa 10 buah komik! Padahal, kalau hari biasanya aku cuma dapat 2 atau 3 komik saja :D
Jadi kangen... *sroooot*
11 May 2012
Random Things
1. Italian men are romantic. When I finished my course and on my way to go out, Mr. Fabio hold the door and let the girls went out first and said "Let the ladies first, no?". :"> While Indonesian men (mostly) come out first and hold the door outside. The same, but it just feels different =_="
2. Koreans are full of creativity. Running Man, a variety show from South Korea, they have never had idea outstock! =_=" 93 episodes and still ongoing. Bravo!
3. Still in a deciding phase for my third language. Chinese, although the most spoken language in the world, has so many accents. Spanish, that recommended by my Italian teacher, is the second spoken language in the world, especially in South America. For European language: German, French; Asian language: Korea, Japan, Chinese. Akh =_=".
4. United States of America is the last country I'll choose if I was asked which country you want to go to. Reason? It just seems too far in map, from Indonesia to USA (whaaat reason is this?)
5. I wish I have lots of money. To go around the world. Aamiin :D
2. Koreans are full of creativity. Running Man, a variety show from South Korea, they have never had idea outstock! =_=" 93 episodes and still ongoing. Bravo!
3. Still in a deciding phase for my third language. Chinese, although the most spoken language in the world, has so many accents. Spanish, that recommended by my Italian teacher, is the second spoken language in the world, especially in South America. For European language: German, French; Asian language: Korea, Japan, Chinese. Akh =_=".
4. United States of America is the last country I'll choose if I was asked which country you want to go to. Reason? It just seems too far in map, from Indonesia to USA (whaaat reason is this?)
5. I wish I have lots of money. To go around the world. Aamiin :D
24 April 2012
Biaya Nikah?
Tunangan,
menikah.
Kepikiran banget
untuk nulis sesuatu lagi tentang pernikahan. Absurd deh. Tadi melihat linimasa
si Halabi ama Pipit, ngomongin tentang temennya mereka yang barusan nikah. Jee,
pada ngiler gitu ceritanya. Saya juga ngiler, siapa sih yang nggak mau nikah
kan ya?
Pada akhirnya
pun, semua akan menemukan jodohnya, kalau nggak di dunia, insya Allah di
akhirat ada.
Yang aku
pikirkan adalah usia untuk menikah. Rasanya di beberapa post lalu aku ngebet
banget yah pengen nikah muda, di usia awal 20-an. Banyak pertimbangan, ya,
pertama, karena rahim-nya tuh masih dalam masa-masa bagus untuk “menyimpan”.
Kedua, setidaknya aku masih kuat untuk melahirkan anak selanjutnya dalam umur
yang lebih muda. Ketiga, pas anak ntar udah umur 20-an setidaknya saya nggak
tuwir-tuwir (baca: tua) amat. Ke-empat, yah saya nggak mau tambah-tambah dosa
lagi dengan mikir si anu, itu, situ, sini.
Setidaknya itu
yang aku pikirkan. Sampai kemudian aku dan Fika menghitung-hitung biaya yang
akan dikeluarkan.
Cerita ini
dimulai ketika Briti mengajakku makan siang, sebelum kuliah. Tetep cantik
walaupun matanya udah kayak mata panda aja. Dia sih bilang kalau dia habis
kerja jadi EO nikahannya orang China. Cerita punya cerita nih, sewa wedding
dress nyampe 20 juta, belum makan berupa buffet,
yang mungkin ada ratusan jeti, desain pelaminan yang nyampe 50jeti. Dan lalalala.
Ada dong sekitaran setengah milyar untuk resepsi yang (semoga) sekali seumur
hidup itu.
Aku menyimpan
cerita itu di sebuah folder dalam memori otak yang bernama “Pernikahan”.
Dalam hari itu
juga, aku janjian dengan Fika untuk ketemuan, dia mau mengambil titipan parfum
aroma kopi yang dia beli. FYI, aku dan Fika cinta banget yang namanya kopi.
Selain untuk mood-booster, kopi juga
menemani malam-malam ketika kami tenggelam dalam lautan tugas. Sekitar jam 3
sore kami bertemu, aku kasih deh parfumnya. Fika masih punya tujuan lain, yaitu
mengkopi (lagi :p) serial How I Met Your Mother. Aku sambil mengerjakan business plan, ketika teringat untuk
mencoba berdiskusi dengan Fika tentang cafe. Singkat cerita, karena penasaran
dengan Starbucks, kami memutuskan untuk ke Amplaz dan meneliti suasana warkop
mewah itu sambil menikmati segelas besar kopi :9
Kami mendapat
banyak inspirasi tentang bagaimana “melepaskan” kafe sejenis Excelso dan Starbucks
dari mall, karena di negara asalnya, Starbucks hanyalah kedai kopi di “emperan”
jalan. Hem, maksudnya di pinggir jalan dan “lepas” dari mall. Faktor pencahayaan
yang agak redup alias remang-remang, ternyata –menurut kami- adalah salah satu
faktor yang membuat suasana rileks.
Cerita mulai
berganti topik seiring dengan berjalannya waktu.
Ke masalah
pernikahan lagi. Karena habis ujian hitung-hitungan dan aku membawa kalkulator,
aku dan Fika iseng untuk menghitung biaya mewujudkan cinta sehidup-semati itu
*ceileh*. Berkas di folder "Pernikahan" di memori otak pun dibuka.
Biaya persiapan
sebelum nikah:
Rumah di Jogja +
Furniture: 500jt
Mobil kecil :
200jt
Total: 700jt
Biaya Nikah:
Pelaminan: 50jt
Sewa baju/buat
baju, make up sana-sini (?): 50jt
Makan: 200jt
(wuoh, ngundang sopo jal iki?)
Biaya gedung:
75jt
Total: 375jt
Asumsi:
- Ceteris Paribus
- Inflasi
7%
- Kedua
belah pihak menabung
- Jangka waktu 5 tahun (Menikah
umur 25-26)
PV= total
uang/(1+bunga[inflasi])^tahun
=1075jt/(1+0.07)^5
=766.460.142
=770juta
770juta/2 à karena asumsi dua orang
sama-sama nabung
=390an juta per
orang.
Jangka waktu
lima tahun, untuk bisa memenuhi biaya-biaya menikah itu harus menabung
sebanyak:
=390juta/(12x5)
=6.500.000
=7juta/bulan
Gaji fresh
graduate? Tahu sendiri kan ya berapa.
Biaya ini bisa
di-minimalisir dengan beberapa cara:
- Kontrak rumah dulu lah
- Kendaraan,
pake motor
- Furniture?
Pake yang dibeli selama nge-kost (pas aku bicara gini, Fika ngakak abis)
- Nggak usah mewah-mewah sih
resepsinya, kalau bisa juga di rumah aja :p
Gimana
hitung-hitungannya? Jauh dari sempurna sih. Sebagai gambaran aja kan?
***
Kalau ngomongin
tentang biaya nikah baru jadi jiper, ya kapan nikahnya? Toh rezeki itu ada aja.
Tapi yang paling penting, aku juga jadi mikir-mikir nih, seenak jidat aja
kemaren bersikeras mau nikah muda, padahal belum siap apa-apa kecuali aspek
lahir doang. Merasa sudah mampu hanya dengan pengetahuan melayani suami yang
sejengkal. Masih sering tegalau,
masih punya tanggungan kuliah, belum lagi kerja. Kemaren-kemaren ngolok dalam
hati kakak tingkat yang punya niatan nikah umur 30 tahun karena “tersadar”
bahwa dia masih punya banyak mimpi, eh sekarang diriku baru ngeh, kalau nikah bukan hanya sekedar
mau, tapi juga kemampuan mental. Bukan sekedar karena bayi itu lucu, tapi pikirkan
juga ketika malaikat mungil itu nantinya akan membalik jadwal tidur, berubah
menjadi jam kelelawar.
Jadinya berfikir
bahwa nikah atas 25 (asal nggak nyampe 30an aja) itu nggak apa, kerja dulu.
Tapi segera ku
hapuskan pikiran itu.
Kalau sudah niat
kemaren, kenapa harus mental dengan hitung-hitungan? Rezeki nggak kemana, niat
sudah tertanam. Tinggal berusaha memperbaiki diri dan berdo’a, bahwa niat kita
itu baik, demi menjauhkan diri dari larangan Allah SWT. Toh nggak ada salahnya,
menjadi istri dan ibu juga akan menjadi peran yang baru buat perempuan yang
nantinya menikah. Awalnya pasti belajar. Masalah pasti ada, tapi apa yang
ditakutkan ketika melakukan hal yang benar?
Yuk, nikah muda J
27 February 2012
Isengs
Nggak ada kerjaan
banget sampai saya meliaht postingan Maii's. Iseng sih. Tapi akirnya tertarik untuk
iseng juga.
RULES:
1. Put your iTunes, Windows Media Player, etc. on shuffle.
RULES:
1. Put your iTunes, Windows Media Player, etc. on shuffle.
2. For each question, press the next button to
get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS.
4. Have Fun!
*Nomor tiga satu kali nggak dipatuhi =,=", tapi akan aku catat shuffle pertama dan kedua =_="
**********
IF
SOMEONE SAYS 'ARE YOU OKAY' YOU SAY?
LITHIUM -- Evanescence
*Hahaha, antara baik dan nggak nih.
HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
TAK ADA LOGIKA -- Agnes Monika
*iye iye aye banyak gilenya!
WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
JERA -- Agnes Monika
*Ini playlist menye-menye semua
HOW DO YOU FEEL TODAY?
LILIN-LILIN KECIL -- Chrisye
*Galau
WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
KEEP HOLDING ON -- Avril Lavigne
*Yah, must keep holding on. Life goes by
WHAT'S YOUR MOTTO?
KARNA KU SANGGUP -- Agnes Monika
*Semoga bisa melalui semuanya. Amin!
WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
GENDING SRIWIJAYA -- Sydney Orchestra
*Demi apa disamain ama gending sriwijayaaa??
LITHIUM -- Evanescence
*Hahaha, antara baik dan nggak nih.
HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
TAK ADA LOGIKA -- Agnes Monika
*iye iye aye banyak gilenya!
WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
JERA -- Agnes Monika
*Ini playlist menye-menye semua
HOW DO YOU FEEL TODAY?
LILIN-LILIN KECIL -- Chrisye
*Galau
WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
KEEP HOLDING ON -- Avril Lavigne
*Yah, must keep holding on. Life goes by
WHAT'S YOUR MOTTO?
KARNA KU SANGGUP -- Agnes Monika
*Semoga bisa melalui semuanya. Amin!
WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
GENDING SRIWIJAYA -- Sydney Orchestra
*Demi apa disamain ama gending sriwijayaaa??
WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
ONDEL-ONDEL -- Benyamin S.
ONDEL-ONDEL -- Benyamin S.
*Beeeh, Nyaakk! Aye bukan ondel-ondeeel TT_TT
2nd shuffle:
AMAZING GRACE- Susan Boyle
*!!
WHAT DO YOU THINK ABOUT LOVE?
CINTA DI UJUNG JALAN -- Agnes Monika
*ini ada yang nunggu aye atau pegimane ya?
Sedih mua nih =.=
WHAT IS 2+2?
ADA CINTA -- Irwansyah ft. Acha
*Asekk... Aku, kamu plus anak kita ya.. 2 aja cukup :p
WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
FRIEND OR FOE -- t.A.T.u
*hati-hati milih temen kali yak?
WHAT IS YOUR LIFE STORY?
BURUH TANI -- Band UI
*DEMI APAAAAAA????
WHAT DO YOU WANT TO HAVE WHEN YOU GROW UP?
DORAEMON -- ****
*MAU banjeettt
WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
SOMETIMES... SOMEONE -- Yiruma
*Ini instrumen sih. But I believe he is someone :p
WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
HUMUHUMUNUKUNUKUAPUA'A -- HSM
*YEEEYY!
WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
STOP AND STARE -- OneRepublic
*It's time to move... To another place
WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
I WILL FLY -- Ten2Five
*Iya banget nih suka terbang *loh
WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR?
JIGOKU NO SHIGOTONIN -- ***
*iya nih, takut ama neraka hiiiyyy!
WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
FIRST LOVE -- Nikka Costa
*eyhem. No comment :p
WHAT DO YOU WANT RIGHT NOW?
MALAM PERTAMA -- Chrisye
*=____________="
WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
BORN THIS WAY -- Lady Gaga
*They were born to be my friends :*
Ini playlist lama. Jadi lagu lama semua dan kebetulan pas banget nih ama pertanyaan-pertanyaannya. Lagu baru masih sedikit =__=" Paling ajib pertanyaan yang ampe harus di shuffle 2x ama pertanyaan tentang life story (Buruh tani, ajegile) =,="
Well, I have fun tonite. ah. 1.35 am. Must. Sleep. Now
20 January 2012
Mode Gila : Idup
Jam 1:11 dan sodara-sodara, gadis cantik ini malah menarikan tangannya di kibor untuk menulis sesuatu.
Eniwei, ini bukan Nad. Ini yang menulis adalah Sigi Lanad. Siapa saya? Baca pelan aja ah nama saya.
Jayus? Emang.
Ketika orang lain pada pulang habis ujian. Saya dan teman saya yang bernama Situ Kangja Lanad ama Sisu Kapu Langnad terjebak dalam tubuh si Nad, yang notabene masih berada di Jogja untuk menghadapi pertanggungjawaban dunia.
Saya, Sigi, lagi merajai tubuh Nad karena tadi dia kebangun dari tidurnya yang nyenyak gara-gara mimpi buruk. Salahkan Siwar Asnad yang nggak baca do'a sebelum bobo. Ah, berdasarkan cerita Siwar, dia kebangun karena dia membuat kesalahan tadi, ngasih novel yang ada nama orang aneh bikin nyut-nyut kepala. Novelnya sih sudah dimasukin kardus. Tapi gara-gara temennya Nad mau baca novel, Siwar bisikin Nad untuk ngerobek selotip kardus. Tanpa pikir panjang, Nad ngambil semua novel yang ada di kardus.
Baru sadar sebelum tidur, dan akhirnya kebawa mimpi.
Trus pas buka imel, barulah saya merajai, Sigi. Si Nad berani aja sih nyari imel lama. Makanya saya ambil alih saja otaknya. Jangan tanya kenapa, tapi saya membuat Nad jadi produktif. Dengan cara yang aneh. Jangan tanya novel apa. Ntar tanduk Nad keluar.
Ah, Siwar udah mencet tombol ngantuk di kepala Nad. Saya mau pamit.
Jumpa lain waktu, masih bersama saya Sigi dan mungkin temen-temen saya. Situ dan Sisu. Situ bakalan punya cerita sepertinya di bulan Februari. Nantikan saja.
Salam kenal,
Sigi Lanad.
11 November 2011
20 May 2011
14 April 2011
#3 Iseng-iseng
Some nice picture I took from my mobile phone. :D
| Nita's Yummy Ice-Chicken Soto @Faculty of Economics and Business' Cafetaria |
| Watches Watches!@U214 FEB |
| Ocean Blue Milkshake @Kadenza Cafe, Karang Malang, Lembah UGM |
| Purple Swing Milkshake @Kadenza Cafe |
Totally random things!
4 April 2011
Galau UTS :P
"Wis ra mutu tenan. Wektune sinau malah turu, pas laptop wis dishutdown malah ra isa turu." -Dewi Niara Astuti-
(Nggak bagus banget sih. Waktunya belajar malah tidur, ketika laptop sudah dimatikan, malah nggak bisa tidur)
Galau ujian tengah semester. Padahal kalau dihitung-hitung ini sudah ke-lima kalinya ikut ujian. Masih aja nggak bisa menghilangkan rasa deg-degan atau bingung gimana caranya belajar :| Dan lagi, kalau ditanya, "bagaimana tips menghadapi ujian yang manjur?" jawabannya pasti belajar. Ada nggak sih tips ujian yang nggak melibatkan belajar? :))
Aku pernah nonton Ohitori-sama (artinya sih Sendirian. Kalimat lengkapnya, Ohitori-sama desuka? -Apakah Anda sendirian?) Yah, ceritanya sih nggak usah dipikirkan, tapi ada beberapa quotes tentang belajar -karena ceritanya tentang guru-.
"Studying isn't something you do just for yourself. For example, if you study and get job that is useful to society, you've done it for the people of the world. If you study and get a job with good salary, you'll be able to provide a comfortable life for your family..."
:)
Semoga berhasil dalam UTS ini :) Amin.
Ohya, udah dalam 48 jam ini Jogja diguyur hujan terus. Nggak berhenti-berhenti eh.
1 April 2011
Me Time
Ntah mengapa hari Kamis kemarin aku lagi malas tingkat tinggi. Padahal Mid-Term tinggal beberapa hari. Akhirnya, setelah kelas Human Resources Management, diriku tancap ke Gramedia dong. Ya, beli komik :)) Mau bagaimana lagi? Padahal kalau dihitung, aku menggunakan jatah beli buku bulanan lebih dari seharusnya. Sehinggalah jatah bulanan untuk April aku ambil.
Jam menunjukkan 4.30 pm dan nampaknya aku masih belum ingin pulang ke kost. Sambil ke parkiran, aku mencari rute tempat nongkrong yang kondusif *halah. Tentunya tempat nongkrong itu nggak boleh melenceng dari jalan pulang ke kost :3
Sesampainya di parkiran, aku ingat ada Rumah Coklat.
Cozy banget tempatnya dan lumayan lah nggak ada yang kenal aku dan berebut minta tanda-tangan di sana *halooo?*
Mau beli Our Recipes (kind of Strawberry Ice-cake) or Choco Ice Cake *CMIIW* tapi koq ngerasa nggak kenyang ntar :P akhirnya aku beli Deep Purple (soda with grape syrup) ama French Fries :D
Aku sambil baca Conan 60 dan Shoujo Manga yang aneh ceritanya :)) Saat itu adalah saat santai dimana aku duduk di pojok dan membaca komik, tidak berbicara dengan siapapun dan menikmati kesendirian. Tidak ada yang perduli dengan diriku. Aku kabur dari keseharianku sebagai model dengan banyak sesi pemotretan mahasiswi dengan tugas menumpuk.
Karena minuman sudah habis sedangkan makanan masih banyak (ajegile, ternyata kentang gorengnya banyak untuk dimakan hanya oleh satu orang) aku mesen lagi, pinky sours (entah apalah dicampur dengan strawberry syrup) Tapi pas aku pesan, aku hanya berfikir kalau itu tidak jauh berbeda, soda dengan sirup. Ternyata pas dateng~ aku aduk dan~
HUASYEMM!
Tambah satu lagi orang jenius di dunia, pesan makanan tapi nggak teliti. Sour=asam. Tapi apa daya, aku harus menghabiskan minuman itu.
| Deep Purple :9 |
Karena minuman sudah habis sedangkan makanan masih banyak (ajegile, ternyata kentang gorengnya banyak untuk dimakan hanya oleh satu orang) aku mesen lagi, pinky sours (entah apalah dicampur dengan strawberry syrup) Tapi pas aku pesan, aku hanya berfikir kalau itu tidak jauh berbeda, soda dengan sirup. Ternyata pas dateng~ aku aduk dan~
HUASYEMM!
Tambah satu lagi orang jenius di dunia, pesan makanan tapi nggak teliti. Sour=asam. Tapi apa daya, aku harus menghabiskan minuman itu.
| Pink Sours n French Fries |
Setelah perjuangan menahan asam yang amat sangat, tak terasa sudah satu jam berlalu. 5.30 pm dan saatnya kembali ke habitat pulang ke kost-an :D
Me time is over and back to reality. TT__TT
17 March 2011
10 January 2011
Doryaaaa~~
![]() |
| Penampakan si Chrome :D |
Muah,, muachhhh!!
Huwaaaaa.. Mau Doraemon! Kyaaa :3
Aku jadi overacting kalau masalah Doraemon. Maaf
![]() |
| Penampakan Mozilla |
9 January 2011
Tumblr
Another world of mine:
nad5726.tumblr.com
Just quotes from everyone around me and another wordsmith.
visit me!
6 January 2011
Mimpi
:habis stalkering lagi :P
Angan membawaku kembali ke masa-masa SMP.
Ketika tidak ada ketakutan soal nilai, dan setiap hari hanya membicarakan masalah komik (dengan Aya), lagu Indonesia (dengan Kak Jarwa), lagu barat (dengan Kak Adel), dan percintaan (dengan mami Selvin).
Tidak lupa juga bercerita tentang: Mimpi.
Rasanya waktu SMP adalah masa ketika aku mencoba segalanya, yang aku bisa. Menjadi penyiar radio, menjadi shooter ketika bermain basket, mencoba memenangi olimpiade sekolah, menjadi anggota OSIS, mengumpulkan sebanyak-banyaknya komik, menjadi seorang teman yang baik, mencoba untuk berbicara di depan khalayak ramai, menari dan lain-lain.
Ketika itu aku sudah memupuk mimpi untuk menjadi orang terkenal, yang bisa berbagai bahasa dan mengunjungi berbagai tempat di belahan bumi yang lain. Aku membayangkan [ketika itu] bahwa kelak teman-temanku, akan menjadi, sesuai talenta yang mereka punya.
Aku ingat banget aku punya buku yang isinya tentang anak-anak sekelasku. Dari kelas satu sampai kelas tiga. Dan sebagai tambahan di bagian belakang buku aku juga menulis tentang anak-anak dari kelas lain yang menarik perhatianku.
Aya, apalagi kalau bukan soal seni. Menggambar, menyanyi, menari. Kalau soal menari, aku jadi ingat waktu kelas 2, pelajaran Kertangkes. Dia bersama Kak Adel membuat koreografi. Diiringi lagu Intuition-Jewel. Rasanya itulah pertama dan terakhir kali menari. Waks. Soal suara, nggak usah diragukan lagi dah. Waktu menjadi "anak band" (hey I used to!), dialah yang menyihir kami dengan lagu A Voice Within-Christina Aguilera dan membuatku mengenal lagu-lagu barat. Semua terdiam ketika ia menyanyikannya tanpa iringan alat musik. Pelatih kami pun terdiam beberapa saat ketika ia selesai. Kemudian kami (Yumei, K Jarwa, K Fatur, K Icha, dll yang aku lupa siapa saja) bertepuk tangan. Kalau komen soal gambar, udah deh aku angkat tangan! Cekidot aja art-nya disini (kalau bisa kalian buka :)
Kak Jarwa. Apalagi kalau bukan soal keteraturan dan kelembutan-nya :D Pasti Kak Jarwa ngakak deh kalau baca bacaan ini. Yap, dari hasil perbandingan catatan buku sekolah, kak Jarwa yang paling rapi dan paling nggak berubah font tulisannya. Koq? Aku, dalam satu buku, font tulisan bisa berubah sampai 50 kali. Alasanku sederhana, aku bosan kalau harus melihat catatan dengan satu macam gaya. Aya? Dasarnya darah seni, ya berubah-berubahlah tulisannya sesuai keinginan dia. Kadang miring kiri, miring kanan, rata kiri-kanan, pokoknya sesuai dengan format komputer. Tapi kak Jarwa? Konsisten. Titik di atas huruf "i" dan "j" yang aku inget adalah bulatan kecil. Rapih-pih.
Dan kemudian dari dua fikiranku tentang mereka itu: Aya akan jadi Komikus, atau Penyanyi dan Kak Jarwa akan jadi Sekretaris.
Aku, saat SMP, karena terobsesi dengan luar negeri: tour guide. Jalan-jalan gratis ke luar negeri.
Kalau yang lain? Mungkin Kak Fatur jadi drummer, K Adel jadi model *cantik sih, dan Yuda jadi Ilmuwan *pintar gila.
Yuda. Emang sih aku sekelas ama dia pas kelas satu SMP aja. Tapi kenangannya itu loh. Hampir ngalahin dia di Olimpiade dan mengingatkan tentang sosok Miyagi di Slam Dunk. Kalau dia ditempatkan di suatu kelas, dipastikan itulah kelas unggulan walaupun guru-guru mengatakan semua anak di random untuk penempatan.
Kemudian, anganku kembali ke masa aku menuliskan postingan ini. Sudah hampir 5 tahun dari masa SMP. Akankah mimpi dan khayalan itu benar adanya? Ataukah semakin jauh dari bayangan?
Aku sendiri ternyata tercebur di Ekonomi, Aya sempat tercebur di akademi sekretaris, kak Jarwa mengenyam Administrasi Kenegaraan, Kak Fatur menceburkan diri di Filsafat, dan nampaknya hanya Yuda yang masih sesuai pemikiranku, di perminyakan, ITB.
Mimpiku belum berakhir, belum pernah tercoret dari daftar mimpi dan masih menduduki peringkat satu mimpi yang harus diwujudkan tahun ini. Tahun ini. Karena terlalu lama aku memimpikannya.
Orang datang dan pergi dalam setiap lembar kehidupan.
Mungkin Tuhan membuat jalan yang berkelok-kelok buatku, untuk sampai ke tujuan. Bagaimana aku menjalaninya, itulah yang aku pikirkan sekarang. Menikmati debaran jantung, karena menunggu apa yang akan terjadi di depan.
Yang jelas aku tak pernah berhenti bermimpi.
5 January 2011
Ctrl + F5
Anyone knows what Ctrl + F5 means?
:D
I was escaping from the Final Exams :)
From spontaneous idea, it became an act.
Alhamdulillah mah si Ayu mau diajakin menggila. Akhirnya kami ke Mal Malioboro. Yah, aku jadi ingat presentasi makalah tentang "Shopping for Pleasure".
It IS a pleasure!
Just staring at beautiful wedges -it's soo~ expensive for us-, had a lunch, and walking around -measuring the mall could make a satisfied-feelings.
Makan, mengobrol, jalan. Seperti tidak ada yang perlu ditakutkan. Padahal ujian akhir, bo'!
Akhirnya sih ke Gramedia juga, beli komik
Tapi aku sempat mengambil beberapa gambar Ayu.
Dia paling nggak tahan liat barang lucu. Hampir saja dia membeli bantal gede berbentuk Pizza. Atau seperti gambar ini dia ingin membeli tas selempang yang -menurutku- sayang kalau dibeli. Mengapa? 1. Destinasi hanya kampus dan merepotkan sekali kalau bawa tas selempang kecil. Karena pada akhirnya harus menenteng buku yang segede gaban. 2. Harganya mahal untuk tas sekecil itu.
Yang paling aku suka dari foto ini adalah latarnya. Warna-warni gitu dan aku seneng banget :D Sayang tangan Ayu nge-blur. Akhirnya yang membawa pulang belanjaan adalah aku. Komik dua buah. Si Ayu geleng-geleng kepala. Bukannya belajar pas ujian, malah beli komik.
Dan habis maghrib aku makan :D
Whatever. Ini beberapa jam lalu. Aku lagi tergila-gila sambel terong. Lumayan. Rp. 2000,- dan aku bisa makan sepiring penuh nasi dengan hanya 5 potong terong :D Di zaman krisis sambel, makan di SS adalah surga dunia. Pedesnya mantav!
:D
I was escaping from the Final Exams :)
From spontaneous idea, it became an act.
Alhamdulillah mah si Ayu mau diajakin menggila. Akhirnya kami ke Mal Malioboro. Yah, aku jadi ingat presentasi makalah tentang "Shopping for Pleasure".
It IS a pleasure!
Just staring at beautiful wedges -it's soo~ expensive for us-, had a lunch, and walking around -measuring the mall could make a satisfied-feelings.
Makan, mengobrol, jalan. Seperti tidak ada yang perlu ditakutkan. Padahal ujian akhir, bo'!
Akhirnya sih ke Gramedia juga, beli komik
Tapi aku sempat mengambil beberapa gambar Ayu.
| Ayu Pilih-Pilih Tas |
Dia paling nggak tahan liat barang lucu. Hampir saja dia membeli bantal gede berbentuk Pizza. Atau seperti gambar ini dia ingin membeli tas selempang yang -menurutku- sayang kalau dibeli. Mengapa? 1. Destinasi hanya kampus dan merepotkan sekali kalau bawa tas selempang kecil. Karena pada akhirnya harus menenteng buku yang segede gaban. 2. Harganya mahal untuk tas sekecil itu.
| Ayu Pilih-Pilih Novel :D |
Dan habis maghrib aku makan :D
| Chubby, Huh? |
Anyway. Beben minta di mention di postingan ini. Oke deh Ben. Aku kabulkan. Jangan labil ya, Bentar CUMI :)) *ngakakgulingguling
Subscribe to:
Posts (Atom)



