Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

23 February 2014

Bias, Favorit, Entah Apa Namanya...

Saya suka K-Pop. Bukan hanya karena 'enak dipandang mata', juga karena jenis musik yang bisa dipilih. Nggak juga terlalu nge-fans sama satu boyband, tapi bs dibilang cinta pertama saya (asek) jatuh kepada Bigbang. Suka Bigbang sih, tapi nggak sampai gila yang harus foto atau video punya :p Saya sempat ditanya teman, "Kamu suka siapa sih?" saking suka sama banyak mas-mas Korea Selatan itu. Kalau orang-orang dekat saya pasti tahu saya jatuh cinta-nya sama siapa :p

Berbeda dengan beberapa teman K-Popers saya yang fokus kepada satu boyband atau satu agency, saya lebih cenderung suka kepada individu dalam boyband. Mungkin ada yang menganggap saya nggak punya pendirian, tapi ngefans bukan berarti harus suka cuma pada satu boyband/orang itu saja kan? Alasan saya sih: dalam rangka menunggu boyband kesukaan saya mengeluarkan album, saya bisa denger yang lain. Istilahnya, flirting kali ya?

Tapi sedih juga sih ketika saya suka The One, Noel, tapi sedikit banget yang suka juga sama mereka, bahkan nggak tahu mereka siapa T___T *ikut dengerin dong~~ T_T

Beberapa individu/boyband yang saya suka, dan lagu-lagunya:
*dimulai dari nomor 3 yak, nomor 1 dan 2 disimpan dulu :p

3. The One
Bukan boyband sih, tapi dia pelatih vokal SNSD dong~ Suaranya nggak usah diragukan lagi. Awalnya cuma suka dia, emm, beliau pas denger suaranya di lagu background Family Outing, tapi pas ubek-ubek youtube dengar lagu That Woman-nya Hyun Bin versi dia (di I'm A Singer), aku merinding. Giliks, Pak. Tambah lagi dengar soundtracks drama yang dia nyanyikan. All hail to The One. Must hear dah! Kalau jelek, silahkan bash saya.

4. Jun Woo Sung - Noel
Cinta sama dia pas nyayi remake Senoya milik Yang Hee Eun (penyanyi jadul Korea Selatan) di Immortal Song 2, bareng Kang Gyun Seong. Suara mereka berdua bikin bergidik, tapi bernyayi di nada rendah itu adalah satu hal yang bikin jatuh cinta banget sama Jun Woo Sung. Trus kalau dengar lagu-lagu Noel, bisa banget tuh bedakan suara-nya dia yang serak-serak basah gitu. Senang saya bertambah ketika mereka ngeluarin album Time 4 You, masing-masing personil dapat lagu solo dan dia nyanyi 만약에 말야 (What if...). Ketika dia keluarin single bareng K.Will berjudul Perfume (향수), saya meleleh, sedih, tapi juga kagum dengan suaranya. Pokoknya kalau mau mewek-mewek, silahkan dengar.

5.1 D.O - EXO
Lagu yang paling pertama didengar sih MAMA. Nggak tahu siapa-siapa aja yang ada di EXO, tapi saya suka sama satu suara: yang nyanyi pertama. Secara, saya susah banget ingat sama siapa-siapa saja personil suatu boyband -Suju aja baru bisa hapal tahun kemarin! Bahkan Girls Generation aja saya nggak hapal :| Suka suara dia pas duet dengan F(x) di lagu Goodbye Summer, eh pas didengar lagi dan dikuatkan dengan cari-cari lirik di internet, dia adalah orang suaranya saya suka pas di MAMA :'3

5.2 Kai, Tao - EXO
Tao, because his eyes. Kai, because he's handsome. Two of them, because I could remember them well, other than others T_T which is nice for me :|

6. Yesung - Super Junior 
Suka pas pertama kali lihat dia di Explore Human Body. Tampil dengan kulit putihnya dan rambut hitam, dia lebih menarik dari siapapun! :p It happened that I remember him after 2 episodes :p Yang paling aku ingat ya Shindong lah, secara dia lebih besar dari siapapun di Suju. Tapi tambah suka pas dia nyanyi Gray Paper (먹지) untuk OST That Winter, The Wind Blows (그 겨울, 바람이 분다). Suara elu nggak nahan, Baaang~~ (/////v/////)

7. Park Jung Min, Kim Hyung Joon - SS501
Jatuh cinta sih sama si Kim Hyung Joon duluan, karena iseng dikasih lihat foto-foto cowok ganteng ama Indah Eonni. Tapi, jadi berpindah hati pada Park Jung Min gegara liat fotonya yang lebih we-o-we daripada Kim Hyung Joon atawa leader SS501 yang sensasional itu, Kim Hyun Joong. Bagi nyubi, SS501 pasti asing yak? Cari sendiri infonya yak :p Pas dikasih lihat Beautiful ama Indah Eonni sih katanya bakalan 'benci tapi cinta' ama Park Jung Min, tapi gimana ya, si suara rendah/bass SS501 ini sudah menarik hati saya dengan rambut panjangnya itu. GANTENG, BANGET! Indah Eonni said that all of Triple S do not like his hair, but I LOVE IT (/////v/////) Don't cut your hair Jung Min Oppa! I heart your hair since I first saw it!

8.1 Kim Sung Gyu - Infinite
Apalagi kalau bukan suaranya? dan matanya Q _Q wkwkwkwk Cukup buat saya :p Seneng banget dengerin 60 Seconds dari album solo-nya dia :3 Ketahuan banget sih yang mana dia :3

8.2 L - Infinite
Ganteng, sering muncul di video klip. Wkwkwkwkwk.

9. Jang Hyun Seung - Beast
Suka dia zaman Trouble Maker yang album pertama. Nice/Bad boy image, kayak Joong Ki di Penny Pinchers. Itu album pertama, album pertama. Pas album kedua? Cuma bisa melongo di MV Now (내일은 없어) dia ma Hyuna :| Completely bad boy. Fyuh. Mukanya tirus tapi masik OK. Hanya bisa bilang: Mas, sini saya kasih makan.

10. Jo Kwon - 2AM
Oh, saya suka semua sih kalau 2AM. Tapi kalau disuruh milih, Jo Kwon. Kkap Kwon. Kayaknya kalau sama dia hari-hari bakal penuh canda tawa, sekaligus serius :) Satu-satunya yang punya album di 2AM, berarti emang suaranya bagus kan? :')

11. Kim Soo Hyun
Dia penyanyi 'kan ya? Walaupun nggak masuk di boyband manapun. wkwkwkwk Ganteng, suara bagus, akting bagus. Drama yang dia bintangi rasanya selalu top-rated deh. :')

***
Goes to top rank:
2. Gary - Leessang
Jatuh cinta sama dia pas di Running Man, berlanjut ke lagu-lagu Leessang, dan hepi berat waktu dia punya album solo. Semua lagu di MR. GAE saya suka! Ah, nggak usah liat MV lagu-lagu di album MR. GAE-nya, cukup suaranya aja. Kalau mau lihat MV, cukup yang Zutto Molla. Lagu featuring Jung In, baik itu 술 취한 밤의 노래 (Song of Drunken Night) dan 헤어지지 못하는 여자, 떠나가지 못하는 남자 (The Girl Who Can't Break Up, The Boy Who Can't Leave) selalu berada di daftar lagu favorit saya :')

1. Daesung - Bigbang
Yep, Family Outing berjasa banget untuk menumbuhkan rasa suka saya kepada Daesung. Hepi-hepi sekali pas dia punya album yang isinya cover-an lagu-lagu Jepang terkenal, D'scover, walaupun nggak bisa beli album-nya kemaren. Belum selesai hepi saya, dia keluarin single 'I Love You' yang sampai bosan diputar dan dinyanyikan di tempat karaoke, baik waktu di Jepun maupun disini. Satu lagi yang saya suka, lagu-lagu Daesung itu pas banget dinyanyikan oleh saya tanpa ganti-ganti kunci dasar. Nyanyi lagu-lagu doi juga bisa bikin pamer suara rendah tanpa harus susah-susah njerit karena habis suara. Apalagi lagu Uta utai no Ballad (歌うたいのバラッド) dan I Love You, suka deh pokoknya! :') Lagu-lagu Bigbang itu lengkap kalau mau menye-menye ataupun senang-senang. Bisa untuk soundtrack dari pagi sampai mau tidur :')

Untuk dua orang top rank ini aku punya cerita lucu. Waktu training kebudayaan dan bahasa Jepang di Hiroshima, kami diberikan waktu jalan-jalan. Kebetulan aku jalan berdua dengan Hyung Jin Oppa, dan kemudian aku ditanya-tanya,

"Nad, kamu suka acara Korea?"
"Suka, kenapa?"
"Kamu suka acara apa?"
"Suka Running Man. Kalau oppa?"
"Aku suka 무한도전 (Muhan Dujeon)"
"Aa, Infinite Challenge?"
"Yep. Kalau di Running Man kamu suka siapa?"
"Gary!" (diucapkan: Ge-ri)
*manggut-manggut* "Gary ya?"
"Iya, suka banget Gary!!"
"Heh, nggak boleh keras-keras! Tahu kan artinya 'Geri*'?"
"Ah iya. Hehehehhe"
"Kalau idol?"
"Idol... Hemm... Bigbang?"
"Di Bigbang suka siapa?"
"Daesung!"
"Aa... Gitu ya. Kamu suka tipe-tipe mukanya yang gitu ya?" kata oppa sambil menyeringai.
"Jelek maksud, Oppa? Yee... Ngejek!"
"Ahahahha.. itu tahu!"

Dari tampang, iya sih, nggak bisa diharapkan. Tapi suaranya, Man! Duh.
Udah kalau beberapa teman yang tahu saya suka Daesung, bawaannya selalu ngejek :| Terserah sih, you and your bias, me and my bias gitu.

Daesung tetep nomor 1.

***
Saya suka semua, tapi nomor 1 sampai 4 itu lebih dari suka. Kalau mereka keluarin single, album, duet, saya download deh. Wkwkwkwk.

Kamu suka siapa? :')

24 June 2013

Pintu


"Sometimes you just gotta accept that some people can only be in your heart, not in your life"
***
"Kemarin ngapain?"
"Online aja,"
"Bangun jam berapa?"
"Jam 3"
"Hah, ngapain aja? Tidur lagi? Sampai jam berapa?"
Ah pertanyaan itu lagi
"Cuma guling-guling di tempat tidur, mainan hape, tidur lagi. Sampai jam 6."
"Sarapan?"
"Hum..."
"Sarapannya makan apa?"
"Roti. Sama ayam"
"Mandi jam berapa?"
"Jam 8"
"Trus tidur jam berapa?"
"Jam 10an"
"Bahahahahha, kayak anak kecil aja!"
"Kenapa sih emang?"
"Nggak kenapa-kenapa~~ Pengen tahu ajaa~~"

Kemudian kau membetulkan posisi tasmu dan berjalan melenggang. Aku lagi-lagi hanya menatap punggungmu. Setiap kita berjalan pulang, kamu selalu menanyakan hal yang hampir sama, apa yang aku kerjakan kemarin ketika kita tidak bertemu. Tapi karena jantung terlalu berdebar, kosakata yang ada dalam kepala seperti menguap begitu saja.
Aku jadi bodoh di depanmu.
"Ayo cepetan jalannya. Lama banget sih!"
"Ih, tunggu kenapa. Langkahmu itu terlalu besar, loh."
"Ah, begitukah? Cowok sih."
"Makanya..." Aku menggerutu sambil tergesa menyesuaikan langkahmu.
"Just joking~~"

Tetapi ternyata aku mendapati dirimu yang menyesuaikan dengan langkahku. Nggak salah sih teman-teman pada bilang kamu baik. Banyak hal-hal kecil yang kamu lakukan, misalnya saja membawakan barang belanjaanku, kemudian mengajak aku bicara, menyemangati aku, mengajari aku sepanjang pulang dari sekolah, menjelaskan ini dan itu ketika berjalan mengitari lingkungan sekitar, dan banyak lagi.
Ah, salah satunya sekarang! Ketika panas terik, kamu membiarkanku jalan dalam lindungan bayangmu. Awalnya sih aku merasa kesal, ketika menyebrang jalan, kamu malah mengambil sisi sebelah kiri di bahu kiri jalan -membiarkanku di sebelah kanan yang notabene berbahaya. Bukan seperti kamu yang biasanya, yang ketika berada di bahu kiri jalan, menarik tanganku kemudian "menaruhku" di sebelah kirimu. Tanpa berbicara apapun.
Ternyata kamu hanya berusaha melindungiku dari terik sinar matahari.
Aku hanya bisa menyunggingkan senyum. Kamu memang baik.

Aku rasanya ingin mengingat semua tentang kamu.

Kebaikanmu.

Perhatianmu.

Tapi sayang, kamu tidak bisa aku miliki. Hatimu telah kau beri kepada orang lain. Aku benci mengingatnya. Padahal cupid sepertinya telah menancapkan panahnya pada kali pertama aku melihatmu. Lalu aku sengaja memperlambat langkahku. Kaupun menyadari hal itu dan berjalan lebih lambat. Bahkan kamu tidak protes!

Kemudian aku sampai di rumahku. Aku berdiri di depan pintu kamarku. Kamu melambai di kejauhan.

"Dah... Ntar jam 6 kita keluar makan, ya. Siap-siap loh. Oke-oke?"

Aku menutup pintu kamarku tanpa menjawabmu.

Seperti pintu hati yang ku tutup rapat setelah mendapati namamu masuk ke sana.
***

P.S: cer-min (cerita mini, lebih pendek dari cerpen?)

14 October 2012

Coffee Princess and Her Kingdom

Oh, lama sekali tidak mem-posting sesuatu :3

"Life is like a cup of Espresso. Some people like it because its sweetness, some people curse because its bitterness" -Nadinez on #EnakBanget

Saya dapat keluarga baru :3, perkenalkan tempat kerja baru saya :3

EB Cafe
Iya, sudah sebulan lebih saya melakoni kerjaan ini: BARISTA. Ingat BARISTA not BARTENDER! :3 *nggak santai*

Tukang buat-buat kopi, bahasa lainnya. Mihihihihi.
Selalu saja kangen ke Pertamina Tower lantai 8, walau nggak ada shift untuk kerja. Rasanya ketemu teman-teman saja sudah senang. Bau kopi, senyuman, keramaian cafe. Pengobat hati banget! Belum lagi bule-bule ganteng dan cantik yang selalu nongkrong dan pesan menu yang sama. Sampai hapal :3

Perkenalkan, ada beberapa teman eBarista: Ivan Anggono, Sagita Kusuma~~, Faris Rachmadyo, Ajeng Ghina, Fadli Ariesta, Gigih a.k.a Angur, Meita a.k.a Meiimudd, dan Mbak Karina Yanisa a.k.a Mbak Nina :3 Udah deh, baru sebulan aja kami udah kayak seabad kenal. Rahasia-rahasia apa aja udah dibongkar. Ketahuan banget nih jadi eBarista hanya pelarian dari kehidupan cinta. *peace ya all* 

Saya dapat keluarga dan bisa terus bersanding dengan kopi. That's what I called paradise in earth. Jujur, yang didapat setiap bulan itu hanyalah bonus. Kepuasan untuk mengerjakan sesuatu yang disukai itu yang paling penting. Seperti yang aku katakan sebelumnya, the eBaristas are all addicted to coffee and always miss the highest cafe in town. Ntah sekedar lihat pemandangan dari lantai 8, atau mencari kopi, coklat, dan teh sisa. Wehehehehhe.

Ah, ngomong-ngomong, jangan lupakan pengunjung yang selalu ditunggu kedatangannya. Pak Dekan. Pak Dekan adalah salah satu pengunjung setia cafe. Pesanan beliau pun selalu sama: Cafe Latte dengan sedikiiit espresso.

Meet Gita and Ivan
I found love, in you: Gita, Ivan, Dyo, and Ghina.

Since only them that told me something about their love life, I just want to write about them, anonymously.

"...Cinta yang pergi itu bagaikan tato. Walaupun kamu berusaha menghilangkannya, tato itu tetap mempunyai bekas.."

"...Cinta itu, kadang tak perlu dikatakan. Tatapan saja sudah lebih dari seribu kata..."

"...Cinta itu, kadang harus direlakan agar hanya jadi kenangan, terlalu kabur untuk dilihat, terlalu jauh untuk digapai. Berharap waktu akan mempertemukan kembali..."

"...Kadang harus memaksakan perpisahan, karena berharap suatu hari nanti akan ada lagi pertemuan yang membuat cinta itu kekal..."

"...Memandangmu, sebenarnya menyakitkan. Karena aku tahu kau bukan milikku. Karena keterlambatanku memahami sinyal darimu..."

"...Cinta itu, terima kasih, karena ada cafe ini, cinta baruku..."

***
Hayo, kira-kira ini inti dari percakapan siapa yaa? :D

***

Yang jelas saya merasa menjadi seorang Coffee Princess. Mengapa? Entahlah. Bagai Putri yang dikelilingi barang kesukaannya: kopi. Merasa dapur cafe adalah bagian dari kerajaan, dan selalu bisa melakukan sesuatu yang disukai, kemudian bersama orang yang disayangi. It is paradise :)

Jangan lupa ke Cafe EB juga ya :D Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Pertamina Tower lt.8 :)

My specialty? Order Cafe Granita or Hazelnut Latte Ice :9

30 August 2012

147 B 2 : Sub-unit Mantap, KKN Ceria!

*Yohan pas ngabsen*
"Gedeee?? Sangkaaa?? Inezzz?? Anggiitaaa??"

Reaksinya pun lain:
"Haderrrr!!" *sambil angkat tangan* (Bli Widana)
*sembunyi* (Sangka) --> (ya, dia kalau diabsen malah sembunyi!)
"Ya, Yooo!" (aku)
"Hadir, Papah~~" (Anggi)

Yang paling seneng ngabsen dengan cara manggil-manggil gitu cuman dia. Setiap rapat super-unit, kormasit lain paling ngeliatin anggotanya aja udah lengkap atau belum. Yohan mah tereaak! (bukan teriak lagi). Sampai-sampai bisa kedengaran ke basecamp cewek.

147B2. Sub-unit paling sibuk sedunia. Sampe sekertaris ama bendahara unit dijadikan satu.

Mau cerita tentang semua anggotanya.

Yohanes Anang Kushardianto, dipanggil Anang. Saya sih manggilnya Yohan. (Teknik Mesin 09)

Soalnya cuman dia yang manggil saya Inez, setelah sekian lama. Yohan Kormasit paling santai sedunia dan nggak ribet. Itu yang aku suka.Yang lain rasanya riweuh ngontrol anak buahnya, Yohan adem ayem. Malah aku kadang bingung sendiri. Well, awal-awal aku kira dia orang yang nggak bisa dideketin, ternyata~~ Kormasit paling asik juga, untuk mendekatkan kami berlima, usaha awalnya adalah mengajak kami semua karaokean. Tapi karena jadwal UAS, apa boleh buat. Tapi dia mah bersikeras untuk mengumpulkan kami, bersama satu sub-unit lain. Akhirnya kami makan di X-tra Hot: sambil sedikit mengulik semua tentang individu masing-masing.

Dari pertama pun aku kagum dengan dia. Merasa mempunyai mutual-things karena dia pernah berhubungan dengan anak FEB, aku jadi punya bahan pembicaraan. Satu hal yang paling aku suka: gaya kepemimpinannya dia. Akrab dengan siapa aja, mendekatkan kami dalam acara santai ketika ngumpul sub-unit (hei, dia bawa martabak krispi! Makanan yang paling aku rindukan selama sepuluh tahun terakhir!) walaupun pembicaraan agak berat, tentang program yang kami laksanakan.

Teman cerita paling menyenangkan! Perjalanan setelah sosialisasi homestay di Kurau, aku dibonceng, aku meminta dia pelan-pelan saja untuk sampai ke Namang. Cerita masalah yang aku hadapi, dan dia tidak menghakimi. Waktu cari makan pun, cerita mengalir dengan santai.

Yohan, benar-benar sosok pemimpin :)

Nggak putus kagum saya sampai saat terakhir: nginap di Aston Soll Marina Bangka. Dengan bellboy-nya pun dia hapal nama. Satu yang aku pelajari, itu adalah penghargaan kepada orang. Siapa sih yang nggak mau disapa dengan nama? Risih kan kalau hanya dipanggil Pak, Bu, atau Eh?

Anggita Ratna Dewayani.Kakak Anggi, Arsitektur 09.

Sekretaris-bendahara unit ini ayu banjet. Dipilih jadi sekben karena ketidak hadirannya dalam rapat dan semena-mena kita putuskan bahwa dia adalah sekben unit dengan pertimbangan semua anak di sub-unit sudah mendapat jabatan: Yohan-Kormasit, Widana-Kormanit B, Sangka-Kormater, saya-bendahara unit. Suka sama gaya-gaya dia kalau lagi difoto. Fotogenik. Awal-awal ngumpul, aku sama dia nggak pernah ketemu karena jadwal. Kadang aku nggak ikut rapat superunit karena tugas, dia pun begitu. Sampai akhirnya kita ketemu di rapat bulan April. Kesan pertama: cantikk!! Aku langsung jatuh cinta dengan mata kakak Anggi~~ Mata kucing, kalau aku bilang. Diem amat eh, sampe bingung mau ngobrol apa.

Sampai kemudian pertemuan di X-tra Hot mengubah segalanya. Empat dari lima anak sub-unit 2 adalah anak teknik, dan aku sendiri anak dari kluster sosial-humaniora. Jadilah saya ditindas dengan jahatnya: FEB dikata-katain. Aku kira sesama cewek dia akan mengerti "sakitnya aku" *ceileh* eh ternyata: dia malah ngikut ngata-ngatain! *megang clurit*. 

Insiden yang paling bikin ngakak dan jadi bahan pembicaraan adalah: insiden di kantor kades! Saya tak akan menjelaskannya, hanya mau mengingat-ingat lagi: Yohan bilang pada saat rapat sub-unit, sambil bercanda: "Anggi ini ya, pertama kali dilihat, body 75, penampilan? Yaa... 75 juga lah. Eh, pas ada insiden itu, semua nilai minuus!!" wkwkwkkwk

Kakak Anggi terkenal dengan "weywi towk" (bc: baby talk) nya dia yang ngegemesin!

I Gede Widana. Aku panggil, Bli Widana. Teknik Geodesi 09.

Awal, aku pikir dia kurang tegas sebagai wakil ketika Kakak Pipi alias Uut ke Ukraina. Soalnya rapat jadi kemana-mana gitu. Tapi aku berprasangka baik. Mungkin aja dia karena kagok belum kenal kami semua. Setelah Kak Pipi kembali, baru deh terlihat bahwa dia seorang yang menyokong dari belakang. Menegaskan ketika Ketua Superunit butuh bantuan, meringankan segala beban partnernya, mengambil alih ketika suasana tak bisa dikendalikan.

Ya, beberapa kali pertemuan kemudian terlihat bahwa dia orang yang sangat-sangat-sangat lutjuw, humoris, dan (kemudian lagi) gombal. Sayang banget pas temu intim waktu makan-makan dia nggak ada. Jadi aku kurang dekat. Sersan, serius tapi santai. Mau serius ayo, mau santai juga ayo! Ini contoh orang muka heavy metal, hati heavy rotation. Melow abis, seperti playlist dia. Sayang amat ama pacarnya! Selera humor saya pastikan dia dapat dari Warkop DKI: jadul tapi sesuai sepanjang masa.

Gombal banget. Apa aja bisa dijadikan gombalan. Aku juga pernah dapat gombalannya dia. Waktu itu aku ngapain yak? Singkat cerita akhirnya dia pulang ke basecamp cowok sedangkan aku tetap di basecamp cewek. Nggak lama kemudian dia kembali ke basecamp, trus tanya, 

"Nad, kamu ada penggaris nggak?"
"Nggak, Bli."
"Meteran?"
"Nggak juga, Bli."
"Yah..."
"Kenapa?"
"Kamu berarti nggak bisa ngukur sedalam apa rasa terima kasihku ke kamu dong, Nad..."

Eyaaa~ dia balik jauh-jauh cuman untuk ngatain itu coba.

Sangka Aryawicaksona. Sangkangan, eh Sangka. Teknik Geologi 09.

Dia adalah orang yang selalu membolak-balikkan anggapanku terhadap dia. Baru ini rasanya terkejut mulu ngeliat kepribadian orang. Udah ketahuan dari penampilannya kalo dia pasti adalah seorang Joker alias pelawak. Tambah lagi tindasannya dia plus sekutunya dia yang bikin aku pengen garuk-garuk dinding saking ngenes nggak bisa bales. Awal-awal KKN aku pengen banget bisa gampar dia saking kesel banget gojekannya nggak ada yang beres.

Tapi seiring bertambah hari, dia adalah pribadi yang menyenangkan banget dibalik semua pembicaraan mesumnya dia. Kalau lagi dibonceng, iseng aku bicara-bicara sama dia. Kesimpulanku: kalau nggak ada sekutu, dia baik banget. Best quote from him, "biar orang ngeliat aku buruknya aja, yang baik nggak usah dipamerin. Kan orang tahu sendiri." Dia berkata itu sambil makan cumi bakar di Kurau. 


Trus perjalanan pulang dari Kurau, aku pernah tanya dia, "Ka, kapan sih kamu bicaranya bener?"

Dia jawab, "Kalau lagi presentasi."

Dan itu dia buktikan ketika presentasi ke Pemda Bateng tentang program yang telah dijalankan. Lancar dan mantap jaya! Nggak ada "eh~, eh~" yang keluar selama menjelaskan. Kagum lagi. Tapi ya begitu lagi, kalau ada orang nge-bully, hingga akhirnya selalu dia yang di bully. Dalam perjalanan untuk present ke pemda, dia dibully mulu ama Evita. Pak supirnya pun sampai senyam-senyum aja. Ketika Sangka liat, eh dia bilang, "Pak, ayo, Pak kalau mau ikutan bully saya, Pak. Saya terima, Pak~~" (p.s: itu balasan, Ka!) :p

Baik banget sama orang. Nganterin aku jalan-jalan ke Pangkalpinang, beli ini beli itu. Ke Kurau malam-malam, cuma demi pesta makanan laut. Nganterin aku balik ke Namang cuma untuk makan malam. Ah dan banyak lagi deh baiknya dia.

Hanya doa tak bertepi yang bisa ku beri :)

===

Hei, semoga kita sukses semuanya!

Jangan sombong kalau ditegur, jangan bersikap seolah kita nggak pernah bareng.

Kalian yang di teknik, sekali-kali mampir lah ke soshum. Biar aja parkir ribet, tapi kan kita bisa ngumpul bareng.

Mungkin lebay, mungkin terdengar menye-menye: tapi memori tentang kalian nggak bisa dihapus begitu saja :)

Salam,
Sarang Waleeeettt~~~ (Saranghaeyo, chingu-ya!)



147 B 2 : Gede Widana, Sangka Arya, Me, Yohanes Anang, Anggita Ratna
We are 147-ers! (?)

14 May 2012

Mengapa?

Mengapa kamu
Selalu
Walau tak terlihat oleh mata
Walau hanya sekedar bayangan
Ada


Mengapa kamu
Selalu
Walau dalam mimpi semu
Walau dalam impian fana
Terbayang


Mengapa kamu
Selalu
Tak pernah berdiam diri
Tak pernah kupegang, dan
Pergi


Mengapa kamu
Selalu
Walau tak pernah kau sadar
Walau tak pernah terucap
Ku rindu


:Nagata :D

24 April 2012

Biaya Nikah?


Tunangan, menikah.

Kepikiran banget untuk nulis sesuatu lagi tentang pernikahan. Absurd deh. Tadi melihat linimasa si Halabi ama Pipit, ngomongin tentang temennya mereka yang barusan nikah. Jee, pada ngiler gitu ceritanya. Saya juga ngiler, siapa sih yang nggak mau nikah kan ya?

Pada akhirnya pun, semua akan menemukan jodohnya, kalau nggak di dunia, insya Allah di akhirat ada.

Yang aku pikirkan adalah usia untuk menikah. Rasanya di beberapa post lalu aku ngebet banget yah pengen nikah muda, di usia awal 20-an. Banyak pertimbangan, ya, pertama, karena rahim-nya tuh masih dalam masa-masa bagus untuk “menyimpan”. Kedua, setidaknya aku masih kuat untuk melahirkan anak selanjutnya dalam umur yang lebih muda. Ketiga, pas anak ntar udah umur 20-an setidaknya saya nggak tuwir-tuwir (baca: tua) amat. Ke-empat, yah saya nggak mau tambah-tambah dosa lagi dengan mikir si anu, itu, situ, sini.

Setidaknya itu yang aku pikirkan. Sampai kemudian aku dan Fika menghitung-hitung biaya yang akan dikeluarkan.

Cerita ini dimulai ketika Briti mengajakku makan siang, sebelum kuliah. Tetep cantik walaupun matanya udah kayak mata panda aja. Dia sih bilang kalau dia habis kerja jadi EO nikahannya orang China. Cerita punya cerita nih, sewa wedding dress nyampe 20 juta, belum makan berupa buffet, yang mungkin ada ratusan jeti, desain pelaminan yang nyampe 50jeti. Dan lalalala. Ada dong sekitaran setengah milyar untuk resepsi yang (semoga) sekali seumur hidup itu.

Aku menyimpan cerita itu di sebuah folder dalam memori otak yang bernama “Pernikahan”.

Dalam hari itu juga, aku janjian dengan Fika untuk ketemuan, dia mau mengambil titipan parfum aroma kopi yang dia beli. FYI, aku dan Fika cinta banget yang namanya kopi. Selain untuk mood-booster, kopi juga menemani malam-malam ketika kami tenggelam dalam lautan tugas. Sekitar jam 3 sore kami bertemu, aku kasih deh parfumnya. Fika masih punya tujuan lain, yaitu mengkopi (lagi :p) serial How I Met Your Mother. Aku sambil mengerjakan business plan, ketika teringat untuk mencoba berdiskusi dengan Fika tentang cafe. Singkat cerita, karena penasaran dengan Starbucks, kami memutuskan untuk ke Amplaz dan meneliti suasana warkop mewah itu sambil menikmati segelas besar kopi :9

Kami mendapat banyak inspirasi tentang bagaimana “melepaskan” kafe sejenis Excelso dan Starbucks dari mall, karena di negara asalnya, Starbucks hanyalah kedai kopi di “emperan” jalan. Hem, maksudnya di pinggir jalan dan “lepas” dari mall. Faktor pencahayaan yang agak redup alias remang-remang, ternyata –menurut kami- adalah salah satu faktor yang membuat suasana rileks.

Cerita mulai berganti topik seiring dengan berjalannya waktu.
Ke masalah pernikahan lagi. Karena habis ujian hitung-hitungan dan aku membawa kalkulator, aku dan Fika iseng untuk menghitung biaya mewujudkan cinta sehidup-semati itu *ceileh*. Berkas di folder "Pernikahan" di memori otak pun dibuka.

Biaya persiapan sebelum nikah:
Rumah di Jogja + Furniture: 500jt
Mobil kecil : 200jt
Total: 700jt

Biaya Nikah:
Pelaminan: 50jt
Sewa baju/buat baju, make up sana-sini (?): 50jt
Makan: 200jt (wuoh, ngundang sopo jal iki?)
Biaya gedung: 75jt
Total: 375jt

Asumsi:
-  Ceteris Paribus
- Inflasi 7%
- Kedua belah pihak menabung
- Jangka waktu 5 tahun (Menikah umur 25-26)

PV= total uang/(1+bunga[inflasi])^tahun
=1075jt/(1+0.07)^5
=766.460.142
=770juta

770juta/2 à karena asumsi dua orang sama-sama nabung
=390an juta per orang.

Jangka waktu lima tahun, untuk bisa memenuhi biaya-biaya menikah itu harus menabung sebanyak:
=390juta/(12x5)
=6.500.000
=7juta/bulan

Gaji fresh graduate? Tahu sendiri kan ya berapa.

Biaya ini bisa di-minimalisir dengan beberapa cara:
- Kontrak rumah dulu lah
- Kendaraan, pake motor
- Furniture? Pake yang dibeli selama nge-kost (pas aku bicara gini, Fika ngakak abis)
- Nggak usah mewah-mewah sih resepsinya, kalau bisa juga di rumah aja :p

Gimana hitung-hitungannya? Jauh dari sempurna sih. Sebagai gambaran aja kan?

***
Kalau ngomongin tentang biaya nikah baru jadi jiper, ya kapan nikahnya? Toh rezeki itu ada aja. Tapi yang paling penting, aku juga jadi mikir-mikir nih, seenak jidat aja kemaren bersikeras mau nikah muda, padahal belum siap apa-apa kecuali aspek lahir doang. Merasa sudah mampu hanya dengan pengetahuan melayani suami yang sejengkal. Masih sering tegalau, masih punya tanggungan kuliah, belum lagi kerja. Kemaren-kemaren ngolok dalam hati kakak tingkat yang punya niatan nikah umur 30 tahun karena “tersadar” bahwa dia masih punya banyak mimpi, eh sekarang diriku baru ngeh, kalau nikah bukan hanya sekedar mau, tapi juga kemampuan mental. Bukan sekedar karena bayi itu lucu, tapi pikirkan juga ketika malaikat mungil itu nantinya akan membalik jadwal tidur, berubah menjadi jam kelelawar.

Jadinya berfikir bahwa nikah atas 25 (asal nggak nyampe 30an aja) itu nggak apa, kerja dulu.

Tapi segera ku hapuskan pikiran itu.
Kalau sudah niat kemaren, kenapa harus mental dengan hitung-hitungan? Rezeki nggak kemana, niat sudah tertanam. Tinggal berusaha memperbaiki diri dan berdo’a, bahwa niat kita itu baik, demi menjauhkan diri dari larangan Allah SWT. Toh nggak ada salahnya, menjadi istri dan ibu juga akan menjadi peran yang baru buat perempuan yang nantinya menikah. Awalnya pasti belajar. Masalah pasti ada, tapi apa yang ditakutkan ketika melakukan hal yang benar?

Yuk, nikah muda J

21 January 2012

Sincerely, Grandpa :)


"...He smiled from his bed and said we'll meet again

Somewhere down the road
And I believe 'cause Grandpa told me so..."

-Grandpa Told Me So, Kenny Chesney-


I was just searching on 9gag when this post suddenly appeared:
3D View Camera


Aku ingat saat-saat aku berebut kamera ini dengan kakak-kakak sepupuku, bahkan tante-tanteku di malam Oma dan Kakek pulang dari tanah suci. Hanya punya sekitar enam gambar per piring kertas itu, aku melihat Ka'bah, masjid dan berbagai pemandangan sekitaran Arab Saudi. Ketika giliranku untuk mencoba melihat dari kamera/teropong itu, aku takjub dan akhirnya menanyakan banyak hal ke kakekku.

       "Kek, Kakek ke sini juga, kah?" Aku menyodorkan kamera itu ke beliau.
       Kakek mengambilnya, melihat gambar di teropong itu tersenyum lalu membalas, "Oh iya. Itu Jabal Rahmah, tempat nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan. Kong Kakek ada tulis nama Inez dan semua anak-anak kakek dan cucu-cucu sampai cicit kakek deng oma di situ,"
       "Untuk apa, Kek?" aku mengambil kamera dari tangan kakek dan melihat ke kamera itu lagi, "Kan banyak. Kakek ingat semua?"
       "Iya!" beliau membalas dengan logat khasnya, "Tentu kakek ingat."
       
        Aku hanya berdehem. Kembali asyik dengan mainan baruku. Aku ingat saat pulang anak-anaknya sedikit kesal dengan kakek, ehm, dan oma juga. Karena mereka membeli sangat banyak oleh-oleh untuk keluarga mereka. Termos kuningan, berlembar-lembar foto, gelas, nampan. Heboh deh.
***

Namun aku selalu ingat dengan sulingnya. Ketika aku sudah bisa merekam kegiatan dalam ingatanku, aku selalu mengingat saat kakek meniupkan sulingnya untukku. Sebuah konser tunggal kecil di depan teras. Ntahlah lagu apa itu, apa mungkin itu lagu "O Ina ni Keke" (O, Ibu[nya] Keke) atau lagu-lagu daerah Sulawesi Utara lainnya. Ketika aku pulang kampung, aku selalu meminta beliau untuk memainkan suling itu.

"Kakekku tak pernah marah / Nenekku tak pernah marah / Aku selalu dimanja / Rasa sayang-sayange.." -Mamaku Cerewet, Trio Kwek-Kwek

Iya, menurutku, akulah cucu kesayangan kakek. Entah mengapa kakak-kakak sepupuku selalu tidak suka dengan apa yang kakek lakukan. Katanya, malu-maluin. Kakek juga sering menggunakan nada tinggi ke kakak sepupuku yang lain, dan aku rasa itu artinya marah. Ntahlah, aku tidak terlalu ingat. Namun, rasanya kakek tak pernah marah kepadaku. Aku ingat, masa kecil aku main kuda-kudaan. Naik di punggung beliau, kemudian mencengkeram kaus dalamnya. Kakek akan pelan-pelan jalan dengan kaki dan tangannya, dan aku selalu meminta kakek mengulang main-mainan itu. Sampai akhirnya aku jatuh, kejeduk, mendapat benjol besar di dahiku, dan selesailah permainan itu :p

Kakek adalah seniman besar, iya. Dia akan menyanyi di SETIAP pesta pernikahan. Diminta menyanyi. Suara kakek sangat khas. Dia akan bercerita dengan lagu. Bertanyapun dengan nada! :D Oh, bahkan saat shalat di Masjid ketika Ramadhan, walaupun di shaf paling belakang, aku tahu itu kakek yang sedang mengimami shalat. Iya, dari lagu ketika membaca takbiran dan, tak akan aku lupa, ketika kakek membaca surat Al-Fatihah. Awalnya aku bingung dengan lagu yang aneh itu. Tapi, itu kakekku. Bahkan ketika aku mendengan tertawaan tertahan dari mulut orang lain, aku malah berbicara agak kencang ke kakak sepupuku "TADI KAKEK KAN KAK YA YANG IMAMIN!". Mungkin darah menyukai musik datang dari kakek, ya? Tapi kalau suara kakek bagus, aku kayak kaleng rombeng.

Kakek orang yang, royal, kata orang di tempat ibuku. Sebutan untuk orang yang tidak segan-segan mengeluarkan duit. Ketika ia hanya memberi uang sediiiiikitt sekali ke orang lain, (bahkan mama dan saudaranya sempat "mengerjai" kakek untuk membeli mi Ojo, mi khas Kotamobagu) kakek akan membeli barang kesukaanku, ehm, makanan kesukaanku dalam porsi buanyak sekali! Nogat, Ayam Goreng Kelapa, dan ehm aku lupa nama makanan itu, namun pokoknya gula merah kemudian ada kacang, yang nanti pembungkus makanan itu adalah koran. Ketika aku berkata bahwa ayam goreng yang beliau bawa sekembalinya dari pasar itu enak dan aku mau makanan itu untuk sahur, keesokan harinya dia langsung membeli ayam goreng itu lima potong! Ia taruh ayam itu di lemari terpisah. :D Kemudian, dia memanggilku ketika aku pulang bermain dan berkata, "Ayam goreng yang Inez suka, Inez dapa ambe di lamari e." Dan aku pun langsung berlari ke dapur.

Mungkin itu memoriku.

Tapi lucu juga memori adekku.
Kakekku ganteng, iya. Tapi cukup seram loh ketika beliau memanjangkan kumis. Suatu hari, dari dapur beliau muncul, membawa parang, menuju ke pintu masuk rumah. Adekku yang sedang duduk di teras rumah, kaget. Kakek mau ngapain? Pikirnya. Kemudian kakek duduk di pagar pembatas di teras, menaikkan kakinya, dan... Memotong kuku tangan dan kakinya. Oh.. Bikin kaget aja si Kakek.

***
Kangen Kakek.
Desahan nafas dari hidung tua kakek.
Kacamata tebal itu.
Lagu ketika membaca Qur'an itu.
Suling kakek.

Maaf tak berada disana ketika kau memanggil namaku di saat terakhirmu.
Namun ukiran senyum damai di bibirmu yang mengiringi kepergian, cukup membuat lega kami.
Semoga Allah memberimu surgaNya, kek. Amin.

:) Terima kasih sudah menjadi Kakek bagiku, dan Ayah bagi Mama terbaik sedunia.

Doa tak bertepi untukmu selalu.
Cucunda Inez :)

4 January 2012

Married-Me

HELLO 2012-GREGORIAN-CALENDAR!
***

Ah, 2012 ini rasanya dipenuhi satu kata, menikah. Ya, udah dua minggu terakhir ini koq rasanya ngebet banget punya pasangan hidup. Apalagi liat dosen muda-ganteng dan teman-teman nan cantik rupawan itu sudah mempunyai pasangan hidup. Empat orang yang aku kenal sudah menjalani kehidupan berumah tangga. Well, tetap kuliah loh, hanya satu yang memutuskan untuk tidak kembali ke bangku kuliah.

Jadi galau, bo.

Resolusi dalam lima tahun ini tercapai nggak ya? Nad, nad, calon aja nggak jelas siapa udah mau mikirin nikah. Baiklah, namun setidaknya itu impianku. Walau udah kesalip nih, ama empat orang.

Apa ya yang menyebabkan mereka mengambil keputusan seperti itu. Ingat loh ya bukan MBA alias Married by Accident tapi dengan kesadaran penuh mengambil keputusan untuk menikah. Mau sih bertanya tentang hal itu ke mereka, tapi rasanya koq malu ya? Aura mereka (cieh, aura) udah berbeda. Mereka serasa hidup di alam yang lain yang berbeda denganku. Agak lebay mungkin, tapi ya itu kenyataannya.

Di saat aku masih galau dengan tugasku, mereka galau dengan acara ijab kabul mereka. Di saat aku ngurus kamar aja nggak bener, mereka udah berani juga ngurus suami. Nooohh! Aku masih pengen melihat dunia luar dari dalam, mereka bahkan sudah terjun ke dunia luar, dan melihatku yang di dalam ini, di luar (apa sih?) Well, aku mau bilang, aku bingung apa yang mendasari mereka menikah di saat kuliah ini ya?

Cemburu? Iya. Barusan aja ngomong sama si Briti kalau teman-teman sekelas semester satu pada ngedahuluin, dan dia juga cemburu dan beberapa kali bilang, "Demi apaa??". Ah, aku hanya menebak saja, mungkin mereka emang sudah siap lahir batin dan emang jago ngurus orang. Dan mereka adalah orang dengan emosi stabil. Nggak kayak aku masih suka moody.

Huff~~
Mungkin kalau aku sendiri, hanya di bibir saja yah mau nikah cepat (hati juga, sih), namun ada beberapa pertimbangan ya, terutama mentalku dan uang darimana aku akan hidup. Memang rezeki ada di tangan Allah, tapi setidaknya manusia berencana. Aku nggak mau masih harus hidup tak lepas dari uluran tangan orang tua aku ketika ada seorang yang harusnya sudah dilimpahkan tanggungjawab itu kepadanya. Beraninya nikah doang dong kalau seperti itu. Padahal kan nikah bukan sekedar main-main, bukan peningkatan status dari temen, sahabat, ke istri/suami, namun itu adalah ikatan resmi, yang pertanggungjawabannya juga kepada Allah.

Belum lagi kalau berbadan dua.

Setidaknya aku mencari jodoh dengan syarat-syarat yang sudah diberitahu oleh Junjunganku :)

1. Aqidah + Pemahaman agama dan pengamalannya :)
2. Dari keturunan baik-baik
3. ehm, perjaka
4. Penyayang
5. Berakhlak mulia
6. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban
7. Mengerti kelebihan dan kekurangan aku
8. Cerdas dan bijak
9. Lemah lembut
10. Tampan, cuy :))


Yah, future-me, make sure you read again this post when you are a married woman with two children, the handsome and beautiful one. Don't forget your husband also. Does he fulfill the requirements? :D

22 December 2011

Happy Mother's Day

Aku masih berada di kantor pos ketika aku mengambil telepon genggam dan menuliskan kata "Queen" di layar, memencet tombol panggil dan muncullah foto salah satu karakter Angry Birds berwarna putih.

"Ya Assalamu'alaykum, Nak?" suara yang sangat ku kenal menjawab.

Aku mengambil nafas sebentar, "Wa'alaykum salam, Ma. Ini, Ma, ada kiriman Inez untuk adek ama kakak."

"Oh. Kiriman apa?"

"Nose pack. Yang kemaren Inez bilang,"
"Ehm," ku dengar suara berdehem disana, "hari ini hari Ibu, lho."
Aku tertegun. Oh iya ya hari ini hari Ibu.
"Hahahaha... Oke deh, selamat hari Ibu, Mamsky. Sayang mama selalu..."
"Iya nih hari Ibu mama tetap aja capek ngurusin rumah. Adek-adekmu loh malah jalan ama temennya,"
"Iya deh ma. Inez nggak ada disana sih. Maaf yaa~"

Ku dengar helaan nafas di seberang sana. "Iya nggak apa. Lagi dimana? Koq mama nggak denger jelas suaramu?"
"Inez di jalan, Ma."
"Oh ya sudah ya, Nak. Hati-hati ya."

"Oke."

"Assalamu'alaykum."

"W'alaykumsalam."

***

dan Kami perintahkan kepada manusia kepada kedua orangtuanya

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah
dan menyapihnya dalam dua tahun
bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu
hanya kepada-Kulah kembalimu
dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku 
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu
maka janganlah kamu mengikuti keduanya
dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik
dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku
kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu
maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan
(TQS Luqman:14)


***
Surat Luqman penuh tentang nasihat seorang tua kepada anaknya. Aku paling hafal dengan ayat sebelum ini. "....Yaa bunayya, laa tusyrik billah. Innasy syirka laa dzulmun adziim." (Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar. TQS Luqman: 13) 

Dan di ayat 14 itu, aku semakin menyadari, bahwa menjadi seorang ibu sangatlah berat. Tapi, hei, itu adalah profesi yang sangat aku banggakan. Profesi yang menunjukkan seberapa sukses kita membahagiakan ibu, dan apakah kita sudah sukses menjaga hati beliau. Dengan menjadi ibu. Profesi yang hasilnya merupakan balasan tindak kita kepada ibu. Ketika jahat dengan ibu, tidak menutup kemungkinan anakmu akan berlaku sama kepadamu, karena dengan itu kau akan menyadari kesalahan yang kau buat kepada ibumu.

Lemah yang bertambah-tambah. Setiap hari membesar dalam rahimnya, semakin susah ia bergerak, namun ia tetap tenang, karena berharap kemudian ia bisa membesarkan seorang yang dapat menjadi pelipur lara setidaknya.

Ah, mama. Tak terhitung kau menelan kembali amarah itu. Tak terhitung berapa pil pahit yang kau telan ketika anakmu ini membangkang. Ya, jalan yang ku tempuh masih panjang untuk merasakan apa yang kau rasakan.

Every day is Mother's Day.

Love you berry much :')
Beloved Momsky, Abang, and Me :*