Showing posts with label My Friends. Show all posts
Showing posts with label My Friends. Show all posts

20 January 2014

Farewell

*Now playing: タイム。トラベル-The Spitz

Lagi menarik diri dari dunia sosial sambil menyeruput segelas Mocha ketika aku mendengarkan satu lagu ini. Kemudian lagi deh anganku berkelana :)
***
Kalau lagi kelas siang, biasanya aku naik bis jam 9.20an. Jam menunjukkan angka 9.10. Jam segini mah di halte bis sudah sepi, kelas susah mulai dari 10 menit lalu dan aku malah baru berjalan dari apato. Lapangan parkir yang ada halte bis itu lagi direnovasi dan berisik. Jadi aku memutuskan untuk mendengarkan lagu dari daftar lagu favorit. Aku asyik mendengarkan lagu, sampai seseorang menyapa aku.

"Suramat syiang. こんにちは"
Aku tergagap-gagap dan kemudian buru-buru melepas earphone-ku.
"あ、はい。こんにちは~” Ah, ya. Selamat siang." Aku terheran-heran dengan kakek berseragam satpam *begitu kelihatannya* yang menyapa aku.
"インドネシア?" Indonesia? tanyanya.
"はい!インドネシア人です" Ya. Orang Indonesia, jawabku.
"Anu, itu ada lagu dari Indonesia yang saya suka. Ceritanya tentang sungai." kata kakek itu.
"Hem?"
"So-ro. So-ro"

Sampai di bagian 'So-ro' ini aku agak bingung. Dengan susah payah kakek itu menjelaskan bahwa dia suka lagu Bengawan Solo. Ketika aku sudah menangkap apa yang beliau maksud, kemudian kita bernyanyi bersama. 

"Saya ingin pergi ke Indonesia," kata Kakek itu.
"Mari, ke Indonesia, Kek. Saya tunggu." jawabku sopan.
"Tapi yah, kau tahu, aku sudah tua. Uangpun tak cukup. Umurku tak sampai. Hanya dalam pikirku saja."
"Ah... Begitukah..."
"Aku suka Indonesia, terutama lagu Bengawan Solo itu. Indah. Ingin sekali menjejakkan kaki di sana. Negerimu indah sepertinya."
"Indah sekali, Kek. Tapi aku juga suka Jepang. Apalagi Hiroshima."
"Sungguh? Syukurlah," kata Kakek sambil menunggingkan senyum di wajah tuanya.

Bersamaan dengan berakhirnya percakapan kami, bis-ku pun datang. Aku pun menoleh kepada kakek itu.

"Ya, ya, ya. Pergi. Nanti kamu terlambat. Sehat selalu, ya. Belajar yang baik. Semangat!"
"Iya, Kek. Sampai jumpa lagi!".

Kemudian aku membungkukkan badan, melambaikan tanganku, dan memasang senyum selebar mungkin. Kakek juga melambaikan tangannya kepadaku dan memastikan aku masuk dan duduk dalam bis. Aku tergugu. Itu penjaga Kodoukan yang mbak Zulfa bilang. Beliau suka dengan Bengawan Solo dan Indonesia. Walaupun aku sebenarnya hanya tahu sebagian kecil yang beliau omongkan,, tetapi aku berharap aku dapat bertemu dengannya lagi.

Tapi ternyata itu adalah pertemuan pertama dan terakhirku dengan beliau.
***

*Now Playing Bengawan Solo- Nggak tau siapa yang nyayi versi ini*

Bengawan Solo akhirnya aku nyayikan di acara perpisahan Joo Minhyuk di Bistro Depan Rumah. Suara sih menghancurkan dunia, yak, tapi alhamdulillah dibantu oleh ibu-ibu itu, jadi aku tinggal ikut nada ibu-nya saja. Ketika bernyanyi pun suaraku goyah, teringat kakek dan kenangan itu. Tapi kata si Minhyuk suaraku buat dia tersentuh (pengen nangis kayaknya. Nangis mau nyuruh aku berhenti tapi nggak bisa TvT)

Di acara perpisahan itu juga kita bernyanyi lagu Kemesraan. Lagu ini sepertinya terkenal karena dinyanyikan Eru dan Hyorin, si Prince of Ballad dan Mbak Seksi Mbak Bersuara Bagus *apadeh*. Pada mewek tuh semua, kecuali yang laki-lakinya.

***
Tepat dalam satu minggu kemarin, aku mengantar lima anak pertukaran pelajar ke bandara. Berturut-turut, Joo Minhyuk, Lee Gayoung, Ann Mijin, Kim Daejun, dan Norito Kagawa. Rasanya hampa banget ditinggal, tapi nggak nangis. Bukan nggak bisa nangis, tapi nangisnya di dalam hati aja. Gile, kapan lagi ya ketemu?

Jadi ingat si Chen Jie yang ngantar aku sampai di terminal bis Willer. Masing-masing menahan tangis agar yang lain nggak nangis juga. Tapi aku berterima kasih dengan Chen Jie. Mungkin kalau dia nangis, aku juga nangis kejer di terminal kali ya.

***
"Kalau kamu meninggalkan suatu tempat, kamu tidak benar-benar meninggalkan tempat itu. Kamu tinggal dalam kenangan orang-orang di tempat yang kamu kunjungi, dan kamu membawa kehangatan mereka dalam hatimu. Sebuah kata 'selamat tinggal' sebenarnya bukan berarti 'selamat tinggal' tapi ada sedikit arti 'sampai bertemu lagi' dalam ucapan itu." -Terjemahan dari sebuah kartu dengan kategori 'Goodbye' di Gramedia.

14 October 2012

Coffee Princess and Her Kingdom

Oh, lama sekali tidak mem-posting sesuatu :3

"Life is like a cup of Espresso. Some people like it because its sweetness, some people curse because its bitterness" -Nadinez on #EnakBanget

Saya dapat keluarga baru :3, perkenalkan tempat kerja baru saya :3

EB Cafe
Iya, sudah sebulan lebih saya melakoni kerjaan ini: BARISTA. Ingat BARISTA not BARTENDER! :3 *nggak santai*

Tukang buat-buat kopi, bahasa lainnya. Mihihihihi.
Selalu saja kangen ke Pertamina Tower lantai 8, walau nggak ada shift untuk kerja. Rasanya ketemu teman-teman saja sudah senang. Bau kopi, senyuman, keramaian cafe. Pengobat hati banget! Belum lagi bule-bule ganteng dan cantik yang selalu nongkrong dan pesan menu yang sama. Sampai hapal :3

Perkenalkan, ada beberapa teman eBarista: Ivan Anggono, Sagita Kusuma~~, Faris Rachmadyo, Ajeng Ghina, Fadli Ariesta, Gigih a.k.a Angur, Meita a.k.a Meiimudd, dan Mbak Karina Yanisa a.k.a Mbak Nina :3 Udah deh, baru sebulan aja kami udah kayak seabad kenal. Rahasia-rahasia apa aja udah dibongkar. Ketahuan banget nih jadi eBarista hanya pelarian dari kehidupan cinta. *peace ya all* 

Saya dapat keluarga dan bisa terus bersanding dengan kopi. That's what I called paradise in earth. Jujur, yang didapat setiap bulan itu hanyalah bonus. Kepuasan untuk mengerjakan sesuatu yang disukai itu yang paling penting. Seperti yang aku katakan sebelumnya, the eBaristas are all addicted to coffee and always miss the highest cafe in town. Ntah sekedar lihat pemandangan dari lantai 8, atau mencari kopi, coklat, dan teh sisa. Wehehehehhe.

Ah, ngomong-ngomong, jangan lupakan pengunjung yang selalu ditunggu kedatangannya. Pak Dekan. Pak Dekan adalah salah satu pengunjung setia cafe. Pesanan beliau pun selalu sama: Cafe Latte dengan sedikiiit espresso.

Meet Gita and Ivan
I found love, in you: Gita, Ivan, Dyo, and Ghina.

Since only them that told me something about their love life, I just want to write about them, anonymously.

"...Cinta yang pergi itu bagaikan tato. Walaupun kamu berusaha menghilangkannya, tato itu tetap mempunyai bekas.."

"...Cinta itu, kadang tak perlu dikatakan. Tatapan saja sudah lebih dari seribu kata..."

"...Cinta itu, kadang harus direlakan agar hanya jadi kenangan, terlalu kabur untuk dilihat, terlalu jauh untuk digapai. Berharap waktu akan mempertemukan kembali..."

"...Kadang harus memaksakan perpisahan, karena berharap suatu hari nanti akan ada lagi pertemuan yang membuat cinta itu kekal..."

"...Memandangmu, sebenarnya menyakitkan. Karena aku tahu kau bukan milikku. Karena keterlambatanku memahami sinyal darimu..."

"...Cinta itu, terima kasih, karena ada cafe ini, cinta baruku..."

***
Hayo, kira-kira ini inti dari percakapan siapa yaa? :D

***

Yang jelas saya merasa menjadi seorang Coffee Princess. Mengapa? Entahlah. Bagai Putri yang dikelilingi barang kesukaannya: kopi. Merasa dapur cafe adalah bagian dari kerajaan, dan selalu bisa melakukan sesuatu yang disukai, kemudian bersama orang yang disayangi. It is paradise :)

Jangan lupa ke Cafe EB juga ya :D Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Pertamina Tower lt.8 :)

My specialty? Order Cafe Granita or Hazelnut Latte Ice :9

30 August 2012

147 B 2 : Sub-unit Mantap, KKN Ceria!

*Yohan pas ngabsen*
"Gedeee?? Sangkaaa?? Inezzz?? Anggiitaaa??"

Reaksinya pun lain:
"Haderrrr!!" *sambil angkat tangan* (Bli Widana)
*sembunyi* (Sangka) --> (ya, dia kalau diabsen malah sembunyi!)
"Ya, Yooo!" (aku)
"Hadir, Papah~~" (Anggi)

Yang paling seneng ngabsen dengan cara manggil-manggil gitu cuman dia. Setiap rapat super-unit, kormasit lain paling ngeliatin anggotanya aja udah lengkap atau belum. Yohan mah tereaak! (bukan teriak lagi). Sampai-sampai bisa kedengaran ke basecamp cewek.

147B2. Sub-unit paling sibuk sedunia. Sampe sekertaris ama bendahara unit dijadikan satu.

Mau cerita tentang semua anggotanya.

Yohanes Anang Kushardianto, dipanggil Anang. Saya sih manggilnya Yohan. (Teknik Mesin 09)

Soalnya cuman dia yang manggil saya Inez, setelah sekian lama. Yohan Kormasit paling santai sedunia dan nggak ribet. Itu yang aku suka.Yang lain rasanya riweuh ngontrol anak buahnya, Yohan adem ayem. Malah aku kadang bingung sendiri. Well, awal-awal aku kira dia orang yang nggak bisa dideketin, ternyata~~ Kormasit paling asik juga, untuk mendekatkan kami berlima, usaha awalnya adalah mengajak kami semua karaokean. Tapi karena jadwal UAS, apa boleh buat. Tapi dia mah bersikeras untuk mengumpulkan kami, bersama satu sub-unit lain. Akhirnya kami makan di X-tra Hot: sambil sedikit mengulik semua tentang individu masing-masing.

Dari pertama pun aku kagum dengan dia. Merasa mempunyai mutual-things karena dia pernah berhubungan dengan anak FEB, aku jadi punya bahan pembicaraan. Satu hal yang paling aku suka: gaya kepemimpinannya dia. Akrab dengan siapa aja, mendekatkan kami dalam acara santai ketika ngumpul sub-unit (hei, dia bawa martabak krispi! Makanan yang paling aku rindukan selama sepuluh tahun terakhir!) walaupun pembicaraan agak berat, tentang program yang kami laksanakan.

Teman cerita paling menyenangkan! Perjalanan setelah sosialisasi homestay di Kurau, aku dibonceng, aku meminta dia pelan-pelan saja untuk sampai ke Namang. Cerita masalah yang aku hadapi, dan dia tidak menghakimi. Waktu cari makan pun, cerita mengalir dengan santai.

Yohan, benar-benar sosok pemimpin :)

Nggak putus kagum saya sampai saat terakhir: nginap di Aston Soll Marina Bangka. Dengan bellboy-nya pun dia hapal nama. Satu yang aku pelajari, itu adalah penghargaan kepada orang. Siapa sih yang nggak mau disapa dengan nama? Risih kan kalau hanya dipanggil Pak, Bu, atau Eh?

Anggita Ratna Dewayani.Kakak Anggi, Arsitektur 09.

Sekretaris-bendahara unit ini ayu banjet. Dipilih jadi sekben karena ketidak hadirannya dalam rapat dan semena-mena kita putuskan bahwa dia adalah sekben unit dengan pertimbangan semua anak di sub-unit sudah mendapat jabatan: Yohan-Kormasit, Widana-Kormanit B, Sangka-Kormater, saya-bendahara unit. Suka sama gaya-gaya dia kalau lagi difoto. Fotogenik. Awal-awal ngumpul, aku sama dia nggak pernah ketemu karena jadwal. Kadang aku nggak ikut rapat superunit karena tugas, dia pun begitu. Sampai akhirnya kita ketemu di rapat bulan April. Kesan pertama: cantikk!! Aku langsung jatuh cinta dengan mata kakak Anggi~~ Mata kucing, kalau aku bilang. Diem amat eh, sampe bingung mau ngobrol apa.

Sampai kemudian pertemuan di X-tra Hot mengubah segalanya. Empat dari lima anak sub-unit 2 adalah anak teknik, dan aku sendiri anak dari kluster sosial-humaniora. Jadilah saya ditindas dengan jahatnya: FEB dikata-katain. Aku kira sesama cewek dia akan mengerti "sakitnya aku" *ceileh* eh ternyata: dia malah ngikut ngata-ngatain! *megang clurit*. 

Insiden yang paling bikin ngakak dan jadi bahan pembicaraan adalah: insiden di kantor kades! Saya tak akan menjelaskannya, hanya mau mengingat-ingat lagi: Yohan bilang pada saat rapat sub-unit, sambil bercanda: "Anggi ini ya, pertama kali dilihat, body 75, penampilan? Yaa... 75 juga lah. Eh, pas ada insiden itu, semua nilai minuus!!" wkwkwkkwk

Kakak Anggi terkenal dengan "weywi towk" (bc: baby talk) nya dia yang ngegemesin!

I Gede Widana. Aku panggil, Bli Widana. Teknik Geodesi 09.

Awal, aku pikir dia kurang tegas sebagai wakil ketika Kakak Pipi alias Uut ke Ukraina. Soalnya rapat jadi kemana-mana gitu. Tapi aku berprasangka baik. Mungkin aja dia karena kagok belum kenal kami semua. Setelah Kak Pipi kembali, baru deh terlihat bahwa dia seorang yang menyokong dari belakang. Menegaskan ketika Ketua Superunit butuh bantuan, meringankan segala beban partnernya, mengambil alih ketika suasana tak bisa dikendalikan.

Ya, beberapa kali pertemuan kemudian terlihat bahwa dia orang yang sangat-sangat-sangat lutjuw, humoris, dan (kemudian lagi) gombal. Sayang banget pas temu intim waktu makan-makan dia nggak ada. Jadi aku kurang dekat. Sersan, serius tapi santai. Mau serius ayo, mau santai juga ayo! Ini contoh orang muka heavy metal, hati heavy rotation. Melow abis, seperti playlist dia. Sayang amat ama pacarnya! Selera humor saya pastikan dia dapat dari Warkop DKI: jadul tapi sesuai sepanjang masa.

Gombal banget. Apa aja bisa dijadikan gombalan. Aku juga pernah dapat gombalannya dia. Waktu itu aku ngapain yak? Singkat cerita akhirnya dia pulang ke basecamp cowok sedangkan aku tetap di basecamp cewek. Nggak lama kemudian dia kembali ke basecamp, trus tanya, 

"Nad, kamu ada penggaris nggak?"
"Nggak, Bli."
"Meteran?"
"Nggak juga, Bli."
"Yah..."
"Kenapa?"
"Kamu berarti nggak bisa ngukur sedalam apa rasa terima kasihku ke kamu dong, Nad..."

Eyaaa~ dia balik jauh-jauh cuman untuk ngatain itu coba.

Sangka Aryawicaksona. Sangkangan, eh Sangka. Teknik Geologi 09.

Dia adalah orang yang selalu membolak-balikkan anggapanku terhadap dia. Baru ini rasanya terkejut mulu ngeliat kepribadian orang. Udah ketahuan dari penampilannya kalo dia pasti adalah seorang Joker alias pelawak. Tambah lagi tindasannya dia plus sekutunya dia yang bikin aku pengen garuk-garuk dinding saking ngenes nggak bisa bales. Awal-awal KKN aku pengen banget bisa gampar dia saking kesel banget gojekannya nggak ada yang beres.

Tapi seiring bertambah hari, dia adalah pribadi yang menyenangkan banget dibalik semua pembicaraan mesumnya dia. Kalau lagi dibonceng, iseng aku bicara-bicara sama dia. Kesimpulanku: kalau nggak ada sekutu, dia baik banget. Best quote from him, "biar orang ngeliat aku buruknya aja, yang baik nggak usah dipamerin. Kan orang tahu sendiri." Dia berkata itu sambil makan cumi bakar di Kurau. 


Trus perjalanan pulang dari Kurau, aku pernah tanya dia, "Ka, kapan sih kamu bicaranya bener?"

Dia jawab, "Kalau lagi presentasi."

Dan itu dia buktikan ketika presentasi ke Pemda Bateng tentang program yang telah dijalankan. Lancar dan mantap jaya! Nggak ada "eh~, eh~" yang keluar selama menjelaskan. Kagum lagi. Tapi ya begitu lagi, kalau ada orang nge-bully, hingga akhirnya selalu dia yang di bully. Dalam perjalanan untuk present ke pemda, dia dibully mulu ama Evita. Pak supirnya pun sampai senyam-senyum aja. Ketika Sangka liat, eh dia bilang, "Pak, ayo, Pak kalau mau ikutan bully saya, Pak. Saya terima, Pak~~" (p.s: itu balasan, Ka!) :p

Baik banget sama orang. Nganterin aku jalan-jalan ke Pangkalpinang, beli ini beli itu. Ke Kurau malam-malam, cuma demi pesta makanan laut. Nganterin aku balik ke Namang cuma untuk makan malam. Ah dan banyak lagi deh baiknya dia.

Hanya doa tak bertepi yang bisa ku beri :)

===

Hei, semoga kita sukses semuanya!

Jangan sombong kalau ditegur, jangan bersikap seolah kita nggak pernah bareng.

Kalian yang di teknik, sekali-kali mampir lah ke soshum. Biar aja parkir ribet, tapi kan kita bisa ngumpul bareng.

Mungkin lebay, mungkin terdengar menye-menye: tapi memori tentang kalian nggak bisa dihapus begitu saja :)

Salam,
Sarang Waleeeettt~~~ (Saranghaeyo, chingu-ya!)



147 B 2 : Gede Widana, Sangka Arya, Me, Yohanes Anang, Anggita Ratna
We are 147-ers! (?)

17 June 2012

Welcome 20th!!

Alhamdulillah :D

Here I am, facing the new era *halah*
Yang paling pertama kasih ucapan? Si Selvi :D

Beautiful Saturday, since I've never been out from my lodging house for hanging out on Saturday night. TT.TT

Hari dimulai dengan aktivitas bersama SEF, kemudian dilanjutkan mengerjakan tugas. Selesai dari kampus, aku berniat menghadiahi diriku sendiri dengan buku :D Tiga buku pun aku beli. Buku Bahasa, dan dua lagi novel. Sejak aku terus berpacu di ranah ekonomi, buku bahasa bagai oase di tengah gurun~ Dan terkadang aku pun berpaling untuk lebih konsen mempelajari bahasa. Memang hasrat tak bisa disembunyikan =_="

Selesai dari Gramedia, aku pun menelepon Halaboy untuk jalan-jalan. Makan es krim pun menjadi pilihan :9 tiga scoop es krim yummy di Rumah Coklat cukup mendinginkan otak yang sudah tak konsen lagi karena UAS. Ah ya, udah UAS ke 6. Kalau angkatan baru udah masuk, resmilah saya menjadi angkatan paling tuwir di FEB tercincaa. Sambil makan (atau minum sih?) es krim, biasalah kami bertukar cerita. Halabi, Ninik udah mau wisuda aja. Pipit, mau ke Singapura ama pacar. Uni Ipah, mau PKL di SMP, jadi nggak pulang lebaran. Saya? Masih tetep berdoa agar kurikulum FEB berubah. Aamiin.

---
Setelah itu saya kontrol gigi. Ini bracket belum di lepas euy, gigi saya bandel banget =_="

Pulang ke kost, ngetok kamar Ipi untuk persiapan makan :D

Rehat di kamar, saya nelepon papah :)

Kemudian saya bertanya, "Pa, lupa ulang tahun Inez?"

Beliau menjawab, "Nggak lah, anaknya sendiri masa lupa?"

"Nggak ngasih kado? Ucapan atau apa gitu?"

"Kado terindah kan doa yang diucapkan ketika sujud. Cukuplah, kan, nak ya? Nggak perlu lah ini itu. Yang terbaik untuk anak-anaknya, semua permintaan, disampaikan kepada yang Mahapenyayang. Okeh?"

Ku tarik nafas panjang, ku hembuskan, lalu ku jawab, "Oke, Pa..."

Ah, memang Bapakku nan ganteng rupawan itu :D

Ketika di telepon, aku mendengar suara pintuku di ketok. Aku putuskan sambungan telepon, kemudian membuka pintu.

Ipi datang bawa kueee :D :D Kejutan kecil yang muaniisss :9

Setelah Ipi kembali ke kamarnya, beberapa saat kemudian ada yang ngetok pintu lagi. Uput ama Koyi.

Bawa kue lagi~~ 10 lilin di kuenya~

Banyak kali Nad dapat kue :D

===
Umur dua puluhan ini, umur perubahan drastis ya. Umur-umur di mana segala sesuatu yang baru dimulai. Misalnya nanti baru terjun ke masyarakat, baru memulai hidup dengan seseorang (aamiiin), baru punya anak (aamiiin), ah dan baru-baru semua deh :p

Semoga diriku menjadi pribadi yang lebih baik lagi :D

Hem, ada satu lagi yang dirindukan, ngerayain ultah bareng si Nyinyik. Secara beda satu hari doang, saya 16, dia hari ini, 17 Juni. Ya, semoga hari ketika saya merayakan berdua dengan dia datang lagi :) aamiinn~

23 May 2012

Bahagia Sederhana

Thank you Onii, for being there, yes there, not here, and always give me words to support me. Berbuat baik itu memang tidak ada batasnya. Walau kau sudah dikecewakan.


Ini buat kamu, U.
Mungkin kamu tak membacanya, mungkin juga kamu membacanya :D


Terima kasih untuk tidak menanyakan, tidak membicarakan soal itu dan ada, ketika aku siap membicarakannya.


Memang kita berdua tahu, yang kita kagumi itu hanya sekedar penyemangat kuliah, biar ada yang dibicarakan. Kau berganti, dan aku tidak. Selalu saja sama. Tidak ada yang istimewa, kecuali haha-hihi kecil yang muncul ketika kita melihat mereka. Siapa mereka, siapa kita sehingga bisa disadari? Kita hanyalah titik kecil dari banyak titik yang membangun kampus kita.


Terima kasih.


Mochi es krim itu mungkin memang kita perlukan untuk menenteramkan hati kita berdua.





8 December 2011

Sombong atau Menunjukkan Kelebihan?

10 minutes chit-chat with ma lovely @_ohmysiwon

Yah, sombong ama menunjukkan kelebihan itu menurutku sedikit aja bedanya. Namun, ada juga orang yang pandai menjual dirinya, dengan memamerkan kelebihannya. Tapi menunjukkan kelebihan itu nggak ada salahnya koq. Soalnya kita harus stand-out-from-the-crowd! Enak aja dianggap sama.

Well hun, I love this quotes from Kimmy Jayanti: "You laugh at me because I'm different, but I laugh at you because you're all the same."

Being different is not as easy as saying.

Kalau kamu selalu dengar apa yang orang lain katakan dan perduli dengan itu semua, kamu akan capek sendiri. Ada waktu ketika kita perlu mendengarkan kata orang lain, namun tak selalu. Biar deh orang mau ngomong apa tentang kamu, mau dibilang sombong karena tahu lebih dari mereka kek, mau dibilang sok kek, walang problema, kata orang Filipina, kalau niatmu bukan untuk sombong. Well, speaking of intention, ya cuman Allah yang tahu :D Susah meyakinkan manusia :) Di mata manusia mah, sesama manusia nggak ada yang bener, yang diliat jeleknyaaa~ aja. 

Fokus. Fokus. Fokus. Tujuanmu apa?

Seperti yang kamu bilang tadi, contoh, kalau kamu dibilang sok karena bisa Bahasa Korea. Bilang aja: "Aku membiasakan diriku berbicara bahasa Korea karena aku membiasakan diri untuk hidup bersama orang Korea asli. Siapa tahu dengan aku melatih diriku Allah membuat mimpiku untuk cepat dikabulkan: mimpi untuk ke Korea sana."

Aku tahu bukan hanya itu yang kamu permasalahkan. Banyak.

Jangan buang energimu untuk masalah sepele gitu. Buang energimu untuk masalah-masalah ini:
1. Bagaimana caranya aku membahagiakan orangtua ku
2. Bagaimana caranya supaya aku sukses

I hope you joy, and get happiness. Sorry for being worst friend in the world.

XOXO

20 November 2011

Saat Aku Mengenalmu

Langit ketika itu mencurahkan air
Aku tahu kamu, dan kamu tahu aku
Tapi aku tak mengenalmu, dan mungkin kau juga tak mengenalku
Yang kita tahu, kita akan selalu bertemu ke depannya

"Tak kenal maka tak sayang"

Menguatkan ketika lemah
Membantu ketika susah
Menemani saat sendiri
Menjaga rahasia
Ada, disaat senang maupun susah

Hey, itu kamu!

Hari ini, tepat ketika kita tak tahu harus kemana
Roda dua itu membawa kita membelah jalanan
Melewati lobang, mendengar rem berdecit
Hingga celaka hanya berjarak dua senti di depan kita

Kemudian kita kembali diingatkan
Langit masih mencurahkan air
Dan kau masih bersamaku

Terima kasih Allah, itu kamu :)

for @drealromanizta

5 February 2011

Saat Mesra Bersamamu

Jalan-jalan saat liburan emang enak. Aku memutuskan untuk mengunjungi Samarinda, ibukota Kalimantan Timur :D Aku hanya punya waktu 5 jam untuk mengunjungi semua tempat yang ingin aku kunjungi di Samarinda. Foto di sebelah kanan ini adalah pertigaan SMA 10 Melati Samarinda *begitu aku menyebutnya*. Juga jalan ini menuju Stadion Palaran. Yaa~ stadion yang banyak masalahnya :P
Sempat singgah untuk makan CM alias Coto Makassar, yang memakai daging Capi :)) Aku lupa kenapa mereka memakai kata Coto bukan Soto. :)) Aku udah booking Desi dari pertama aku sampai di Balikpapan. Aku akan "mengontrak" Desi dari pagi hingga aku pulang. Desi setuju dan akan menungguku di sekolah.


Sampai di sekolah, aku bertemu dengan guru-guru :D Senangnyaa~~ Dan yang membuatku tertegun, di meja wali kelasku, XII Bahasa tahun 2008-2009, masih ada fotoku, dan Yutha. Tapi sayangnya aku nggak ketemu Bu Wid, Bunda tersayang.


Smada sudah menempati gedung baru, dan aku sempat melihat beberapa kegiatan eskul. Seperti disamping, English Conversation Club gitu. Desi dengan sabar menungguiku. :))


Lumayan lah ekskul di Smada udah mulai jalan. Itu yang ngajar kak Santo, tepat setahun di atas Nad dan sekarang kuliah di UnMul jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sebenarnya menghabiskan waktu di sekolah ini lebih kepada menunggu Mall dibuka :))


Setelah jam 10, aku ama Desi memutuskan untuk pergi ke SCP -lebih tepatnya aku yang memutuskan :D Disana, aku sama Desi nonton film. Sembari menunggu masuk teater, kami foto-foto :D






Aku suka saat-saat itu. Saat mesra bersama teman. Sayang, kurang satu. Yutha. :* We miss you Uth, without you, Denta is not Denta.

Desi rela nganterin aku keliling-keliling Samarinda. Ohya, habis nonton kami ke Seliur. Uwah, ayam bakarnya aku senang bangettttt!!! Yummy gitu, walaupun nggak ramah bagi gigi berbehel :))

Sekitar jam 3 Desi mengantarku ke tempat perhentian terakhirku di Samarinda, rumah Tante Ninik. Dalam perjalananku ke rumah tante, aku ingat masih ada lagi yang belum dibeli, pisang goreng keju. Terletak di jalan Dr. Sutomo, pisang goreng keju ini yummy banget dan selalu disajikan dalam keadaan hangat dan nggak pernah sepiiii!


Maaf gambarnya aneh :D
Crunchy bangettt :D Sayang, ayam goreng Cirebon belum dirasain :D (aduh laper banget :|)

Saat Desi mengantarkan aku pulang, aku merasa sebagian hatiku tertinggal. I used to hate Samarinda much! But, I've got friends there.

You just call out my name
And you know wherever I am
I'll come running
To see you again :)
(You've Got A Friend)

Aku pasti merindukan saat-saat bersamamu :)

21 November 2010

Happy One Year Five Months, Brother! :D

"Dimanapun di belahan Bumi ini, Allah mempersiapkan orang-orang terbaik-Nya untuk membantumu. Bahkan disaat kau jatuh, dan seakan dunia menghimpitmu, Allah datang, memberimu bermilyar-milyar karunia yang patut kamu syukuri, yang patut kamu pergunakan sebaik-baiknya, Kehidupan." -Nadinez-


Saat sedang mengerjakan tugas, someone knocked the chatbox and said ":P Opa, how are you?"

I left my unfinished assignment and started to have a chit-chat with him. It has been a long time since I didn't have a really nice conversation with him, laughing for anything, and gossiping someone. I replied, "Kabar baik, Datuk. :))". I smiled, I didn't realize that I missed him so much until he greeted me. He asked "What was happened with u, Nad? You never poke me even you are online."

I was shocked. During my down-week there's no one who cares on me, no one asked questions such: why are you, what happened, are you OK. No one. No one. Yeah, on my mind, me -was the one who had the worst week ever. Ignoring all things around me, and sank in the routines and assignment. But,he came and ask me that question. I was really touched by that simple thing.

"Mmmmmmmmmmmmmmuch things bro.", I said.

Then we had a conversation.

He read all my posts, and said to me "The way you express your feeling, make you such a mature woman, not a childish girl anymore. I'm proud of you." Really, he made a compliment, (*is it a compliment, Bro?) and make me cry. At the last post I said that I even couldn't drop my tears but, a simple thing he did to me, the tears came out.

I have never seen your face at the real world. Our relationship is just from Yahoo! Messenger, from conversations we made. I keep tell you stories, ask you sooooo much things, discuss hem, not-really-important-things, gossiping, making a crack, and yaa~ we just make relax time.

Really, you are the only one who concern, who asked.
You said, "btw,, i know you can pass this exam,, Allah may not give hamba-Nya ujian apabila hamb-Nya tak bsa melaluinya. *Maylish  mode: on"

Thanks for the advice. Wherever you are, which side of earth you belong to, whatever happened to you, you are, Insya Allah, always here in my pray. I pray for your goodness, and may Allah always bless you.

I count, this month is our anniversary, like I said two months ago, it's our anniversary!!

Happy One Year, Five Months, Brother!

p.s: Lord, would You make a meeting for us?

18 November 2010

My 24hour Journey (Part Balikpapan-Samarinda)

Hem, aku jadi penasaran apakah aku sebenarnya memang duapuluhempat jam berada di perjalanan?

Jogja-Surabaya, 8jam 50menit (jam 10malem-6.50pagi)
Surabaya-Balikpapan, 1jam 30 menit.
Rehat di Balikpapan, 5 jam ( 10pagi-3siang)
Perjalanan Balikpapan-Samarinda, 4 jam (3siang-7malem)

Hampir 24 Jam sebenarnya :P

Perjalanan Balikpapan-Samarinda bisa ditempuh sekitar 1 jam oleh orang yang pengen cepat mati (ini pengalaman sodaraku). Normalnya sih dua jam, tapi aku dan papa menempuhnya 4 jam. Oke, dikarenakan ban pecah di sekitar kilometer 28. Hemhem..

rewindddd!

Di Balikpapan mamah sudah menyiapkan sebungkus nasi kuning untuk aku makan. Sekitar jam 10 lewat mamah pergi ke Samarinda duluan. Ada Oom mau  naik haji, ceritanya buat selametan gitu. Habis makan nasi kuning, aku gosok gigi. Eh nggak lama gigiku tiba-tiba bengkak dan sakit. Gerr~ jadi pipi yang udah bengkak ini tambah bengkak. Nggak enak banget rasanya.

Setelah mamah pergi aku memutuskan untuk tidur sejenak, mungkin bengkak dan sakitnya bisa reda.

Nggak lama tidur, eh ada orang yang ngetok pintu, aku memegang pipiku. Huwah~ tambah gede bengkaknya dan pipiku juga terasa basah. Ahem, ternyata Indonesia ketambahan satu pulau baru. *malu aku membuka pintu dengan mata setengah tertutup. Oh, ternyata mbak yang bantuin mamah ngerjain kerjaan rumah. Setelah membukakan aku kembali ke kasur, untuk meniduri bantal :P

Sekitar jam 3 aku bangun dan papah ternyata sudah pulang dan menyuruh aku berganti baju, tancap ke Samarinda.

Sekitar km.12, papa turun untuk ke Masjid sebentar. Aku ngeliat ada salome goreng. Taaaannncaaaappppp!! Aku suka banget sama jajanan anak eSDe yang notabene junkfood tape uweenakk banget. Mulai dari salome, cireng, es serut, anak emas, fujimie aaahhh~ kalau udah gede gini, yang namanya jajanan anak SD pengen dilahap semuanya. Habisnya pas  dulu SD selalu ngerasa uang jajan kurnag untuk membeli hal-hal seperti itu. Jadi pas udah uang jajan banyak, belinya nggak tanggung-tanggung.

Oke, aku beli salome goreng harga Rp10.000,-. Dua kantong gede salome goreng di tangan dan seringai setanku muncul. Aku kalap makan salome goreng. Hem, bagi yang nggak tahu salome goreng itu apa, sebenarnya seperti roti daging gitu. Digoreng. Namun perbandingan antara tepung dengan rasa dagingnya itu mungkin 5:1, artinya, kalau tepung 5 kilo, yaa~ dagingnya cuman 1 kilo lah, mungkin juga setengah kilo. Intinya : tepung digoreng. Nah, kalau salome rebus, perbandingannya juga sama. tapi kadang tepung kanji-nya banyak banget. Mungkin 7:1.

Selama perjalanan, aku melupakan gigiku yang sakit dan langsung makan salome goreng saus kacang itu dengan lahap. Nikmatnyooo~ lebih nikmat dari makanan yang di pesawat. Huhu~ Dan selama makan itu pula aku dapat wejangan, petatah-petitih, petuah, kalimat mutiara dari bapakku tercinta. Ada yang masuk, ada yang keluar, ada yang mental dari telingaku. Huehehe. Maaf ya papah tercintaa *sungkem

Ya~ jarak perjalanan Balikpapan-Samarinda kalau nggak salah sekitar 119 km. Dan ketika di Km.28, sekitar 4 kilometer dari perbatasan Balikpapan, ban mobilku pecah. Wah, yang terlihat di kanan-kiri cuman kebun doank. Papa berusaha untuk mengganti ban mobil sendiri. Sebenarnya bisa, namun karena nggak ada dongkrak, penggantian ban itu sulit dilakukan. Aku sendiri bingung mau berbuat apa. Alhamdulillah ada bapak-bapak yang lewat dengan sepeda motor. Papa bertanya apakah ada bengkel di sekitar daerah itu dan bapak itu bilang ada, namun jaraknya sekitar 1 kilometer.

Papah menyetujui, daripada tidak?

Selang berapa lama kemudian ban telah terganti dan kami pun melanjutkan perjalanan. Aku mengingat kembali masa-masa aku harus bolak-balik Balikpapan-Samarinda. Seingatku aku belum pernah merasa tidak rela jika harus kembali ke Samarinda karena harus sekolah. Aku menikmati semua kenanganku ketika bersekolah. Aku ingat dengan teman-teman sekelasku, Yutha, Desi. Ah, kemarin itu bertepatan dengan ulangtahun Becca. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Becca, dan Desi. Namun Becca tidak bisa dihubungi.

Aku ingat pernah tidak suka dengan Samarinda. Ralat. Sampai sekarang aku tidak suka dengan Samarinda, aku hanya suka ketika aku belajar di sekolah. Aku tidak pernah merasa aku tidak akan lulus ketika itu. Aku selalu mengejar yang terbaik, bersaing dan belajar dengan teman-temanku sendiri. Ya, Yutha, Desi, adalah teman sekaligus saingan berat di kelas Bahasa. Lucu ketika aku mengenang masa Yutha belajar Matematika dengan Desi dan Desi harus menggaruk-garuk kepala karena tidak bisa menjelaskan ke Yutha dengan sederhana. Akupun tidak terlalu menguasai Matematika, maka aku bingung menjelaskan ke Yutha, bukan karena tidak bisa menjelaskan. Akhirnya, Desi menjelaskan ke aku dan aku menjelaskan ke Yutha. Masalah selesai dan kami bertiga sama-sama pintar.

Begitu juga alur Yutha ke Desi ketika belajar Bahasa Jepang atau Jerman.

Aku selalu menjadi perantara untuk memperjelas semua.

Aku semakin kangen Desi, Yutha, Becca.

Ketika sampai di Jembatan Mahakam, aku menelepon Desi. Alhamdulillah Desi menjawab dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu. Ah, satu tahun lebih tidak bertemu Desi, bagaimana ya dia sekarang? Masih dengan rambut panjangnya? Atau sekarang sudah pendek?

Setelah Isya, aku diantar Om Eca -lagi- ke Plaza Mulia, tempat aku janjian dengan Desi. Hem~ Samarinda makin banyak Plaza, makin sering banjir. Aku berkeliling Plaza Mulia sendirian. Nggak menarik. Aku akhirnya menunggu Desi di depan Pizza Hut.

Akhirnya ada seorang cewek jangkung menyapaku.

"Cil!"

Huwaaaaaa~~ Aku langsung memeluk Desi. Masih cungkring, nggak ada yang berbeda. Kami berdua menuju Solaria, sambil bercerita tentang teman-teman Bahasa, keluarga kami masing-masing dan kehidupan masing-masing

Ketika sampai di J.Co, kami berdua memutuskan untuk berbincang-bincang di sana.


"Des, ada cerita apa?" tanyaku.


"Qia meninggal. Rabu kemaren (tanggal 3.11)" kata Desi.


"Hah?? Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun! Masya Allah. Trus?"


"Iya. Ceritanya nih, Ciel, inya (dia) mau ke pasar malam tuh bareng temennya. Eh, belum sampai di tujuan dia udah ketabrak. Parah mukanya sampai rusak gitu, malah temennya yang nggak apa,"


"Walah.."


"Inya dilarikan ke RS Abd. Moeis kalo', trus di sana dokter bilang alat-alatnya kada bisa cil ae, ehm, apa yah. Maksudnya itu nggak cukup bagus untuk kasus seperti dia. Akhirnya ke RS (kalo nggak salah Desi nyebut Wahab Sjahranie, tapi aku juga lupa eh. Nad) trus masuk ICU. Disana juga dokternya bilang,'ini nggak bisa diselamatin lagi'. Orangtuanya bilang pokoknya alat-alat untuk menunjang kehidupan Qia harus dipasang sampai dia memang udah nggak ada."


"Serem gitu sih?" Aku merinding mendengarnya.


"Iya, tahu Rizky kalo'? Nah jadi gila dia gara-gara Qia meninggal. Padahal inya ama Qia kan udah putus lama ya? Tapi Rizky-nya nggak bisa balikan gara-gara dia jadi guru dan Qia muridnya. Padahal kan Qia tinggal setahun lagi nah di SMA, baru bebas."


Aku terdiam.


"Ikam (kamu, Bahasa Banjar) gimana lah ceritanya?" tanya Desi.


"Hahhh~ Tauk, Cil ai. Susah sih kalau urusan hati," jawabku


"Ikam kada bicara pun ulun tau nah. Aku ama Yutha khan sering tuh ngobrol tentang kamu. Tapi aku ama Yutha itu takut aja pang nanya lagi ama kamu. Takut salah bicara."


"Maksudnya?"


"Ya, aku sama Yutha itu ngeliatin dari jauh aja. Nungguin kamu cerita. Ya ternyata kamu nggak cerita, kami kira kamu udah baik-baik aja."


"Nggak lah, Ciel. Ikam tahu sendiri lah ceritaku. Tapi susah, dong, ngelupain yang lama sama kita. Let it flows lah, Cil. Kalau difikirin juga buat aku kurus. Tenang aja koq, ada buktinya kalau aku nggak masukin di hati. Ini badanku masih subur." candaku.


"Ikam tuh lah. Baka yaro! (Bahasa Jepang, Bodoh!)" umpat Desi.


"Woooooo~~ Aho! (ini makian kasar banget katanya)" balasku.


"Inu!" --> Anjing. Dalam arti sebenarnya dan bukan kata makian. Kecuali dalam bahasa Indonesia. :P


"Buta!" --> Babi. Keterangannya sama seperti di atas.


Akhirnya kami tertawa berdua. Desi menambahkan kalau Qia juga nggak pake helm, itu yang memperparah keadaannya. Kematian. Sebenarnya hal yang paling dekat dengan kita tapi kita menyangkalnya. Seakan hidup selesai di alam dunia dan tidak ada alam selanjutnya. Pun ketika contoh besar sudah terpampang jelas di depan mata, masih ada orang yang hidup seakan untuk selamanya. Merapi, Wasior, Mentawai seakan belum menjadi contoh yang jelas.


Aku jadi teringat penggalan lagu M2M: "You do will never know what you've got till it's gone". Hmmmm~ mungkin orang itu nyadar kalau dia kehilangan sesuatu yang berharga, dalam hal ini nyawa, ketika dia sudah mati *sigh. Aku sih nggak tahu, yang jelas karena aku belum meninggal. Ya Allah, hamba meminta agar dikembalikan dalam kondisi yang khusnul khotimah.. Amin.


Kami pun dipisahkan oleh makhluk Allah, sang Waktu. Desi mengantarku ke depan Taman Makam Pahlawan dan menungguku sampai aku dijemput. Setelah papa datang, aku bersalaman dengan Desi dan berpelukan. Aku, sepertinya sempat lupa rasanya dipeluk oleh seorang sahabat. Betapa pelukan itu ternyata mengangkat beban dari pundak.


Di mobil, perjalanan ke rumah Oom yang mempunyai hajatan, aku merenung.


Betapa banyak pelajaran yang aku ambil dari perjalanan panjangku. Belajar tentang tolong-menolong, kebersamaan, mencari teman, survive, kematian, mengambil keputusan, untuk tetap tenang disaat sulit, menghargai sesuatu. Dan kemudian belajar.


Dimanapun di belahan Bumi ini, Allah mempersiapkan orang-orang terbaik-Nya untuk membantumu. Bahkan disaat kau jatuh, dan seakan dunia menghimpitmu, Allah datang, memberimu bermilyar-milyar karunia yang patut kamu syukuri, yang patut kamu pergunakan sebaik-baiknya, Kehidupan.

17 November 2010

My 24hour Journey (Part Di Atas Langit-Balikpapan)

Bagian terakhir dalam perjalanan melelahkan melewati empat kota itu. *lebay

Di atas langit menghabiskan waktu sekitar hem.. Surabaya-Balikpapan berapa jam yak?

*ingatingat


...


...


*nyontek  temen sebelah


...


...


BUGH! <-- dilempar kursi ama guru pengawas

=====

Sekian intermezzonya. Tapi suer eh, lupa aku nyampe jam berapa. 

*ngintipwebcitilink 

Oke, perjalanan sekitar satu setengah jam di udara. Aku duduk di seat 18 E, tapi akhirnya tukeran deh ama Mira. Penerbangan GA060 dan jam 6.20. Tanggal 6 November. Aku menghabiskan waktu untuk baca dan tidur di pesawat, tapi akhirnya aku terbangun gara-gara perut lapar dan kepala pening. Aku melihat kartu shopping di kursi. Hem, banyak makanan, tapi aku nggak ngerti mana yang akan dipilih. Susah juga untuk memilih tapi pilihanku jatuh pada nasi-ayam pedas. Mira sendiri pilih mie ayam jawa. Aku pergi ke kabin depan tempat awak pesawat dan meminta. Gerrr~ udah lama disitu pramugarinya bilang "Mbak tunggu sebentar saya panaskan dulu ya makanannya."

Ih, mereka nawarin makanan tapi belum siap gitu. Kesel jadinya. Udah perut keroncongan gini. Aku memutuskan untuk ke Lavatory alias toilet kering mereka. Aku ngeliat kalau di pintu itu ada tanda warna hijau yang artinya "nggak ada orang dan boleh dipake". Aku nanya pramugarinya untuk memastikan,

"Mbak ada orangnya nggak?"

"Nggak ada, orang itu warna hijau."

Ih muntab gila aku ama mbak itu. Aku buka deh pintunya. Eh, pas aku buka, ada orang, cowok lagi! Aku cuman bisa bilang alhamdulillah karena nggak sampai melihat hal-hal yang nggak boleh dilihat sekarang :P

Pengen aku tendang pramugari Citilink itu. Sayang aku udah kebelet deliver something ini. Aku misuh-misuh aja ama mbak-mbak itu. Setelah aku kembali ke tempat duduk, makanan udah ada disana. Terbit air liurku *heemmm... Duduklah aku dengan sopan, memindahkan Micha ke tempat duduk di samping Gigih.

Kubuka makanannya, bungkus alat makannya..

Wah~~

Ada ayam di samping nasi putih. Cacing-cacing di perut nampak gembira dan berteriak semakin keras menyuruhku untuk menyendokkan sesuap nasi ke mulutku. Aku tetap tenang dan membaca doa.

Bismillah

...


...


Amin.

Aku langsung menyendokkan sepotong ayam ke mulutku. Hem~ nikmatnya dunia ya Allah.. Huhuhuhu.. Kusendok nasinya. Eh, koq keras? Aku tusuk-tusuk nasinya, waks, malah behamburan. Aku sendoklah nasi yang udah behamburan itu.

Brrr~

Ternyata itu adalah es Nasi!!

Nasinya dingin, beku, alias belum dipanasin ama pramugaranya! HHHHHHHH!!! Tega bener sih mbak-nya. Aku bilang ke Mira, "Mir, kamu pegang deh nasiku. Dingin nih nggak bisa dimakan.."

Mira memegang nasiku dan bilang, "Wah iya, makan aya ayamnya nad, atau sayurnya."

"Sayurnya juga gitu, Mir. Dingin." kataku

"Yasudahlah. Mau mie-ku?"

Huhuhu.. Mira kau baik sekali... Tapi aku bilang ke Mira ntaran aja.

Rp 35.000 melayang. Aku jadi inget KFC tadi malem :'( Aku makan dengan mengucap doa semoga Allah memberikan aku kenyang di setiap sendok makananku.

Setelah makan, aku berbincang dengan Mira. Ternyata Mira juga orang SumSel. Kalau nggak salah ibunya yang berasal dari Plaju, Palembang. Nggak lama setelah perbincangan, pilot mengumumkan kalau nggak berapa lama lagi kita akan mendarat di Bandar Udara Internasional Sepinggan. Sip, jarak dari pengumuman ke pendaratan sekitar 15-20 menit, tergantung mode yang digunakan pilot, mau nancep gas atau pelan-pelan asal selamat. Juga tergantung dari lalu lintas udara, kalau lagi lampu merah 200 detik, semakin lama nyampe di Bandara *ngaco


Sekitar 15 menit berlalu ada suara "Landing Position blablable" dan aku dengar mesin pesawat sudah mulai bising. Landasan pacu alias runaway-nya juga udah keliatan. Entah kenapa kalau udah posisi begini aku rada-rada parno. Huhu. Alhamdulillah yep roda udah nggelinding di tanah Balikpapan. Huwaftt... Aku menarik nafas panjang dan mengeluarkannya dari belakang *canda dink

Kemudian sodara-sodari sekalian. Aku nyampe di Balikpapan. Ketika menginjak tanah, eh, aspal, aku melihat sekeliling dan merentangkan tangan sedikit. Yes! Nggak ada abu! Yang ada hanya bau laut dan semilir angin. Bau khas tanah yang aku senang juga ada, walaupun juga bercampur gas hasil pembakaran. Aku tiba di hometown. Ohya, paling males deh kalau orang nanya, "Nggak pulang kampung Nad?". Aku selalu bilang, "Koreksi. Pulang Kota!"

Masa iya Balikpapan disebut kampung? Nggak terima gila aku.

Berjalan menuju klaim bagasi. Ketika nyampe, conveyor-nya nggak nyala lagi. Dan belum ada barang. Cukup lama menunggu bagasi-bagasi kita. Sambil menunggu bagasi, Rivan menjadi penagih bayaran. Mulai dari makan, carter mobil, tiket bandara. heuheu.

Setelah ambil koper. Aku menemui om Eca.

Menuju rumahku, surgaku.

Aku sudah nggak sabar untuk mandi, makan sepuasnya dan mengganti waktu tidur.

Dan deliver something BIG!

--tobecontinued to part Balikpapan-Samarinda