Sebentar saja kutarik diri ini dari keramaian yang ada.
Waktu untuk sedih boleh kan?
Tapi memang ia sebaiknya tidak menggerogoti hati lebih lama.
Kemudian kubiarkan jari-jari ini mengetuk papan tombol dengan riang agar hal yang menyesak dalam hati dan pikiran, hilang.
***
Iya, aku iri.
Sudah sekitar H-2 Ramadhan, tapi gegap gempita Ramadhan tak ada. Sudah ku bilang kah bahwa masjid terdekat dari tempatku itu sekitar dua jam. Memakan waktu sekitar 2 jam untuk sampai kesana dan uang yang dikeluarkan untuk jalan pulang pergi itu bisa untuk makan 2 hari. Kembang api? Ada dong pastinya. Musim panas sih.
Untuk berpuasa disini, mungkin sekitar 16 jam. Kemudian setan menyergap dalam hati. Panas yang menyengat dan kerongkongan yang kering membuatku ketar-ketir membayangkan Ramadhan kali ini. Dasar manusia lemah emang. Tapi aku akan mencoba koq. Langkah pertama emang berat! Sudah di wanti-wanti oleh bapak-ibu dosen, kakak angkatan, dan bahkan KUI disini untuk hati-hati jaga fisik, karena sangat berbeda dengan di Indonesia.
Terharu dengar ibu dosen bahasa Jepang yang bahkan sangat khawatir ketika mengetahui aku bakal menjalankan puasa. Kata beliau, "Nanti kalau puasa, habis dari kelas langsung pulang nyalain AC aja. Istirahat. Kalau nggak tahan jangan dipaksa. Takutnya kamu sakit ntar disini...". Belum lagi muka khawatir beliau :)
Kalau sahur, sebisa mungkin jangan makan gorengan dan mi instan. Katanya bikin cepat haus. Sebisa mungkin sayur-sayuran atau sup. Duh, bagi aku yang penyuka gorengan pasti tergoda untuk masak goreng-gorengan. Tapi demi ketahanan tubuh! Yosh!
Minta bangunin sahur? Ye kali. Sahur disini sekitaran jam 2.45 lah, soalnya Shubuh jam 3. Kemudian di rumah masih jam 2 kurang aja. Adek-adek mungkin baru pada tidur. Mama juga belum bangun pastinya. Mau Tarawih? Lagi-lagi sendirian, di kamar. Seperti shalat biasanya. Sepertinya.
***
Oh ngomong-ngomong.
Aku menuliskan ini ketika teman-teman cewek-Asia ku lagi ke Bar.
Yang tidak ikut pastinya tinggal saya.
Pesta tanpa minuman alkohol kayaknya cuma dikit banget! Seingat aku dari pesta makan-makan, yang nggak ada alkoholnya itu cuma satu. Kalau sudah mabuk, bau sake dimana-mana! Pernah suatu kali rok yang aku pakai terkena tumpahan Makgeolli (Korean rice wine), dan karena pesta baru mulai, dan aneh kalau aku tiba-tiba pulang, aku akhirnya berusaha bertahan.
Sampai dirumah, baju yang kupakai malam itu aku rendam, dan kemudian dirikupun aku tenggelamkan dalam air hangat. Pusing karena bau makgeolli dan teman-temannya.
---
Kalau saja cuaca lagi bagus tadi, pastinya saya sudah melangkahkan kaki ke museum siang tadi dan sekarang tinggal tidur dengan cantiknya, instead of writing this.
Show me the right path to be closer to you, Lord. My heart and my mind just getting further away from You. Forgive this weak human being. Aamiin.
Cause my daily life is not exactly the same as theirs. It's my story!
Showing posts with label Tips-Trick. Show all posts
Showing posts with label Tips-Trick. Show all posts
7 July 2013
1 May 2013
Curhat Sebentar
Udah dari hari Minggu diriku sakit. Hari Senin, sebenarnya libur nasional, tapi untung aja ada klinik yang buka. Jadilah diriku diantar Miyahara-san untuk berobat. Katanya sih cuma ada masalah di tenggorokan, tapi sumpah ini bikin tersiksa banget. Badan sebenarnya pegel-pegel, suara habis, pilek. Cocok deh.
Setelah hampir mungkin, satu setengah jam nunggu di klinik, akhirnya aku masuk juga ke ruang pemeriksaan, semuanya diperiksa. Takjub juga ngeliat dokternya udah tua banget. Kalau di Indonesia mah sudah tergantigan dengan dokter-dokter muda. Karena udah dua hari makanan yang masuk ke perut cuma sedikit, jadinya aku pake di infus. Agak kaget juga mendengar kata infus, sebenarnya. Karena aku kira infus adalah tanda bahwa penyakit yang diderita itu parah. Ternyata nggak. Disini infus yang diberikan kepadaku adalah sejenis asupan makanan.
Habis sekitar Y 10.000 an untuk sekali berkunjung dan obat-obatan.
Mahal? Iya. Tapi orang disini juga jarang sakit euy.
Tapi ini batuk saya nggak sembuh-sembuh juga. Malah tambah ingus ijo yang banyak keluar. Mungkin esok sepertinya saya akan pake masker ke kampus. Ngomong-ngomong, udara disini masih dingin aja T^T
Well, jaga kesehatan sih yang paling penting kalau nggak mau uang jatah setengah bulan lenyap. :D Aku sih sering tidur larut malam, trus makan nggak pernah teratur. :'( jarang minum vitamin dan sering lupa bawa air putih. :'(
Bodoh? Iya. Tapi sakit menjadi teguran :)
Setelah hampir mungkin, satu setengah jam nunggu di klinik, akhirnya aku masuk juga ke ruang pemeriksaan, semuanya diperiksa. Takjub juga ngeliat dokternya udah tua banget. Kalau di Indonesia mah sudah tergantigan dengan dokter-dokter muda. Karena udah dua hari makanan yang masuk ke perut cuma sedikit, jadinya aku pake di infus. Agak kaget juga mendengar kata infus, sebenarnya. Karena aku kira infus adalah tanda bahwa penyakit yang diderita itu parah. Ternyata nggak. Disini infus yang diberikan kepadaku adalah sejenis asupan makanan.
Habis sekitar Y 10.000 an untuk sekali berkunjung dan obat-obatan.
Mahal? Iya. Tapi orang disini juga jarang sakit euy.
Tapi ini batuk saya nggak sembuh-sembuh juga. Malah tambah ingus ijo yang banyak keluar. Mungkin esok sepertinya saya akan pake masker ke kampus. Ngomong-ngomong, udara disini masih dingin aja T^T
![]() |
| Memarnya belum ilang :'( |
Bodoh? Iya. Tapi sakit menjadi teguran :)
7 April 2013
Touch Down(town)
Sedianya aku tinggal di Hiroshima, Jogja-nya Jepang katanya. Tapi, daerah aku tinggal itu adalah daerah Gion, Merapi-nya Jogja. Jauh dari peradaban walau ada satu mall gede. Jadi, waktu denger Mina dan Sangjin mau ke downtown, aku mepet-mepet deh pengen ikut mereka. Wkwkwkwk.
SOO~ berjalan kaki ke basu tei (バステイ) alias pemberhentian bus yang jauhnya sekitar 20 menit dari apato. Hujan turun dengan indahnya. Belum sampai pemberhentian bus saja rokku sudah basah, kaos kaki basah. Tapi tetap saja keingintahuan semakin besar. Y 250 * 2 untuk perjalanan downtown vv. :3
Di tiba di Hiroshima Sentral (広島センター) masih berjalan kaki lagi, untuk ketemu Mizu dan Syun~ Karena sudah masuk waktu makan siang, akhirnya memutuskan untuk makan pasta :9 Tentu saja aku pilih yang aman-aman sajo~ Bolognaise. Kalau nggak teliti, bisa sesat di Shopping Arcade! Kiri-kanan, sepanjang jalan, toko semua!
Memang sih porsinya itu masih porsi kecil, dan ternyata ada porsi gede! Belum lagi mereka masih makan pizza sebagai tambahan. Bangkrut dah! Pizza dibagi tiga, untuk yang cewek dan cowok, kemudian pastaku sendiri, habis Y 533 (pasta) + Y 240 (Pizza bagi 3) = Y 773. Mahal? Iya.
Karena ada yang mau tarik uang di ATM, mereka ke combin (convinience store). Aku yang niatnya cuma mau lihat-lihat komik, langsung membeli komik ini pas melihatnya:
Mahal banget! Y 1219. Tapi aku akan berhemat selanjutnya!
Habis dari combin, kita ke Purikuraaa! Salah satu tempat populer untuk dikunjungi! Tempat fotobox yang bakal membuat ukuran mata tampak lebih besar!
Better than expected. Ehehehe. Kalau nggak salah sekitar Y 400. Tapi kemaren sudah ditanggung wkwkwkwk.
Di acara jalan-jalan itu aku jadi fashion police! *padahal baju yang dipakai sendirinya fashion disaster!* Di waktu yang dingin menusuk kulit mereka masih pake yang mini-mini. Aku takjub banget dengan ke-kawaii-an pakaian mereka. Kawaii Style atau gaya imut ini pastinya sudah terkenal. Tapi kalau melihat sendiri itu emang rasanya beda. Rok mini, baju lengan panjang atau coat, dan heels. Berbagai macam heels! Mau pump heels, wedges, stiletto, mary-jane but still heels! Ankle boots with heels and soooo many heellss! Kalau di Indonesia sih menurutku itu biasa, di mall, yang paling juga nanti dari parkiran sampai parkiran saja menderitanya. Karena kemana-mana biasa pake kendaraan.
Lah ini. Di negara yang pake jalan kaki kemana-mana sebelum sampai tujuan, 5-15 cm heels to get everywhere? *clapping hands* Tapi ya itu. Varises bisa dilihat di kaki mereka.
Sepertinya Sangjin kemaren mencari-cari stationery. But it turned out we explored all the stationery shop. Sampe 5 tempat dan satu sama lain agak berjauhan. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat stationery yang lain, kita makan es krim! Polar Bear Gelato (ジェラート工房 ポーラーベア) :9
Banyak macamnya: Coffee, Strawberry, Milk-Strawberry, Vanilla, Greentea
Masuk mall lagi habis makan, muter-muter, dan melihat beberapa hal yang menarik.
Iya, kapsul tsunami yang muat -katanya- sampai empat orang. Jadi kalau ada bahaya Tsunami, langsung masuk ke kapsul itu, pakai belt-nya, dan sepertinya (insya Allah) dapat mengapung mengikuti arus air laut. Asal akhirnya nggak ke tengah laut aja.
***
Waktu juga sudah menunjukkan jam setengah 6, dan kami pun pulang~ Dalam perjalanan, aku sempatkan mengambil foto diantara kerumunan orang :)
Sayang sekali karena terburu-buru, jadinya nggak bisa dapat pemandangan downtown yang bagus :'(
Capek jalan, pulang deh :)
Mina yang foto, jadinya dia nggak masuk frame. Ehehehe.
Dingin, tapi menyenangkan!
***
Tips: Selalu bawa air minum dan payung selama spring dan summer. Apapun yang terjadi, siapkan dua hal itu di dalam tas, terutama air minum. Walau dingin, kamu bisa kekurangan cairan. Dan bibir kering adalah hal yang sangat menjengkelkan!
Cek prakiraan cuaca sebelum menentukan mau beraktifitas pada hari tersebut. Memang sih tetap saja Allah yang berkehendak :D Tapi kegiatan yang aku lakukan di atas dan kegiatan nulis blog hari ini adalah kegiatan tour yang tertunda karena prakiraan cuaca yang mengatakan akan hujan di dua hari tersebut (06-07 April). Dan benar. Hujan sepanjang hari~~
SOO~ berjalan kaki ke basu tei (バステイ) alias pemberhentian bus yang jauhnya sekitar 20 menit dari apato. Hujan turun dengan indahnya. Belum sampai pemberhentian bus saja rokku sudah basah, kaos kaki basah. Tapi tetap saja keingintahuan semakin besar. Y 250 * 2 untuk perjalanan downtown vv. :3
Di tiba di Hiroshima Sentral (広島センター) masih berjalan kaki lagi, untuk ketemu Mizu dan Syun~ Karena sudah masuk waktu makan siang, akhirnya memutuskan untuk makan pasta :9 Tentu saja aku pilih yang aman-aman sajo~ Bolognaise. Kalau nggak teliti, bisa sesat di Shopping Arcade! Kiri-kanan, sepanjang jalan, toko semua!
| Itu di kiri Syun, dan Sangjin |
Karena ada yang mau tarik uang di ATM, mereka ke combin (convinience store). Aku yang niatnya cuma mau lihat-lihat komik, langsung membeli komik ini pas melihatnya:
![]() |
| Opening Works of Doraemon |
Habis dari combin, kita ke Purikuraaa! Salah satu tempat populer untuk dikunjungi! Tempat fotobox yang bakal membuat ukuran mata tampak lebih besar!
| Mizu maaf (^^;) |
Di acara jalan-jalan itu aku jadi fashion police! *padahal baju yang dipakai sendirinya fashion disaster!* Di waktu yang dingin menusuk kulit mereka masih pake yang mini-mini. Aku takjub banget dengan ke-kawaii-an pakaian mereka. Kawaii Style atau gaya imut ini pastinya sudah terkenal. Tapi kalau melihat sendiri itu emang rasanya beda. Rok mini, baju lengan panjang atau coat, dan heels. Berbagai macam heels! Mau pump heels, wedges, stiletto, mary-jane but still heels! Ankle boots with heels and soooo many heellss! Kalau di Indonesia sih menurutku itu biasa, di mall, yang paling juga nanti dari parkiran sampai parkiran saja menderitanya. Karena kemana-mana biasa pake kendaraan.
Lah ini. Di negara yang pake jalan kaki kemana-mana sebelum sampai tujuan, 5-15 cm heels to get everywhere? *clapping hands* Tapi ya itu. Varises bisa dilihat di kaki mereka.
Sepertinya Sangjin kemaren mencari-cari stationery. But it turned out we explored all the stationery shop. Sampe 5 tempat dan satu sama lain agak berjauhan. Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat stationery yang lain, kita makan es krim! Polar Bear Gelato (ジェラート工房 ポーラーベア) :9
![]() |
| Strawberry Gelato |
Masuk mall lagi habis makan, muter-muter, dan melihat beberapa hal yang menarik.
![]() |
| Ular Tangga Doraemon |
![]() |
| Tsunami Capsule |
***
Waktu juga sudah menunjukkan jam setengah 6, dan kami pun pulang~ Dalam perjalanan, aku sempatkan mengambil foto diantara kerumunan orang :)
![]() |
| A part of Downtown |
Capek jalan, pulang deh :)
| Sangjin, Nad, Sasa |
Dingin, tapi menyenangkan!
***
Tips: Selalu bawa air minum dan payung selama spring dan summer. Apapun yang terjadi, siapkan dua hal itu di dalam tas, terutama air minum. Walau dingin, kamu bisa kekurangan cairan. Dan bibir kering adalah hal yang sangat menjengkelkan!
Cek prakiraan cuaca sebelum menentukan mau beraktifitas pada hari tersebut. Memang sih tetap saja Allah yang berkehendak :D Tapi kegiatan yang aku lakukan di atas dan kegiatan nulis blog hari ini adalah kegiatan tour yang tertunda karena prakiraan cuaca yang mengatakan akan hujan di dua hari tersebut (06-07 April). Dan benar. Hujan sepanjang hari~~
4 April 2013
That Journey 2
Di pesawat, perjalanan ternyata sih hanya sekitar 6 jam + 1 perbedaan waktu. Sampai di Osaka sekitar jam setengah 11. Trus turun ke imigrasi. Antrian cukup panjang untuk yang punya paspor luar negeri. Tapi karena prosesnya cepat, dan dibagi antara pelajar dan pelancong, jadinya menunggu itu tak terasa :) Di imigrasi mengurus residence card dan izin kerja part-timer. Sampai giliranku, ternyata macet dikit: nama berbeda di lembaran paspor, kartu habis, dan sepertinya muka yang pake kacamata berbeda, jadi harus dilihat berkali-kali oleh petugas imigrasi. Saat-saat begitu, bahasa Jepang secukupnya itu berguna sekali.
Sayang nggak boleh ambil foto di ke-imigrasi-an. :)
Kemudian mengambil bagasi. Di conveyor sudah tinggal beberapa koper saja, termasuk koper aku dan Sasa. Kemudian keluar menuju pemberhentian bus. Pintu bergeser otomatis, daaaannn~~ angin yang super dingin berhembus ke wajah. Cuaca ekstrim dalam satu hari. Oke banget.
Setelah baca petunjuk di bandara, kemudian cari wi-fi gretongan untuk ngabarin ortu dan temen-temen :3
| Bawaan :) |
Dari bandara, kemudian naik bis bandara ke Herbis Osaka Station. Bukan stasiun kereta api, tapi halte bus! Perjalanan sekitar satu jam lebih, kemudian turun di halte, menggeret-geret koper! Masih sekitar 20 menit perjalanan dengan langkah orang Indonesia. Cuma sekitar 10 menit kayaknya kalau langkah orang Jepang.
| Underground Passage |
![]() |
| UP, sangat sunyi di malam hari |
Masih dengan ketakjuban dan ketidak percayaan bahwa sudah sampai di Jepang, aku berusaha merekam semua kejadian dalam ingatan. Jam menunjukkan pukul 1, tapi masih saja banyak orang ber-jas lalu-lalang di jalanan. Entahlah, lembur mungkin? Walau dingin, aku tidak serta-merta selalu bersin, malah badan terasa segar! Melewati proses geret-geret dan angkat-angkat, akhirnya sih tiba juga di terminal bus. Tapi masih jam 1.30 am! Bis? Jam 7.30 dan hajat kecil minta dibuang!
Intinya sih sekitar 8 jam menahan pipis!
![]() |
| Berat bebanku~~ *nyanyi* Credit: Sasa |
Kemudian, menahan dingin yang teramat sangat, kami mencoba bergerak kesana-kemari. Perut kemudian keroncongan, akhirnya aku pergi mencari bento, sedangkan Sasa bertugas untuk menjaga barang. Ada FamilyMart, semacam Indomart n Alfamart di Indonesia. Banyak pilihan makanan disana: sushi, onigiri, spageti, salad. Tapi bingung banget yang mana yang nggak pake babi. Akhirnya pilihanku jatuh ke bento dengan dua onigiri.
![]() |
| Lumayan. Dan ini makanan terakhir kami sampai 10 jam ke depan! *Credit: Sasa* |
Bingung banget mau ngapain di cuaca dingin ekstrim. Mau tetep diam di tempat dingin, mau jalan-jalan angin yang berhembus dingin banget. AC kalah dah. Tidur telentang, dingin. Tidur duduk, dingin plus pegel. Serba salah!
Kalau kayak gini baru deh kangen udara panas.
Entah apa yang kami lakukan, keliling Umeda Sky Building, mencari tempat hangat (tapi bangunan Umeda Sky Building itu open space! Jadi susah menemukan ruangan yang lebih hangat!) Namun, perlahan jarum menuju ke angka 7 juga. Alhamdulillah
![]() |
| In front of Umeda Sky Building East Tower |
Matahari malu-malu banget menampakkan wajahnya. Kami tetap saja kedinginan! Sampai pada akhirnya kami masuk ke dalam ruang tunggu dan aku pun pipis~~ =]
Perjalanan ke Osaka sekitar 5 jam. Dan dihabiskan dengan memejamkan mata!
![]() |
| Mengenang dinginnya Osaka |
![]() |
| Dalamnya bus Willer :) |
***
Bagian ini khusus tips-and-trick dan detail perjalanan.
Sebelum ke Jepang, apalagi yang mau ikut program pertukaran di HUE, ada baiknya menguasai bahasa Jepang sampai buku dua, minimum. *kalau di Lembaga Bahasa Jepang* Atau tamatkan buku "Complete Japanese 1 dan 2". Berguna banget untuk sekedar mengerti apa yang mereka bicarakan walau nanti kamu akan membalasnya pake bahasa Inggris.
Atur waktu dengan tepat untuk setiap perjalanan, jangan seperti saya yang harus rela kedinginan dan merutuk sepanjang malam. Lebih bagus kalau misalnya pake pesawat malam dan sampai Osaka pada pagi hari, lebih banyak pilihan kendaraan untuk sampai Hiroshima.
Kalau dapat penerbangan malam dan masih di awal musim semi, bawa jaket yang cukup tebal dan jangan pakai baju tipis. Untuk yang perempuan dan memakai rok seperti saya, legging tebal atau skinny jeans di dalam rok is a must! Bukan sekedar celana biasa :)
Bawa snack!
Detail perjalanan:
1. KIX-Herbis Osaka Station
Keluar dari bandara, cari pemberhentian bis nomor 5. Kemudian beli tiket di mesin tiket. Pilih Osaka Station atau Osaka/Umeda Station. Bukan Shin Osaka yak. Nanti turun di Herbis Osaka Station. Harga tiket 1500 yen. Selain harga itu, berarti salah :P
2. Herbis Osaka Station - Willer Bus Terminal
Jangan salah ya, terminal di sana bukan kayak terminal Indonesia. Terletak di salah satu bagian bangunan gede. Dari HO station (turun bis belok kiri) lurus terus sampai lampu merah. Kemudian belok kiri, nyebrang. Jalan lurus terus sampai ketemu, di sebrang jalan sebelah kanan, north exit. Kanjinya (出口) entah apalagi yang tertulis, kalau liat kanji itu berarti kamu sudah berada di jalan yang benar, asek. Menyebrangi jalan, menuju arah pintu keluar stasiun kereta. Belok kiri setelah menyebrang, kemudian jalan saja lurus di pedestrian. Sampai ketemu lampu lalu lintas, di sebelah kiri ada jalan underground passage. Menuju situ. Masuk aja. Setelah melewati underground passage, tinggal menyebrang. Kemudian belok kanan. Terminal bus Willer ada di sekitar 20 meter setelah menyebrang.
Subscribe to:
Posts (Atom)












