Jadi ingat ada kontes, "Ini ceritaku. Apa ceritamu?"
***
Cerita ini terinspirasi dari mi instan bermerk Indomie yang dinobatkan sebagai Best All Time Instant Noodle 2011-2012. Si Ninik sekitar hari Sabtu (19/4) memasang gambar iklan Indomie di e-bay. Cukup hebat harganya, satu paket isi 5 bungkus hampir Rp200.000. Kita hitung-hitung untung yang didapatkan si penjual Indomie ini ya.
Indomie yang dia jual adalah Indomie rasa Kari ayam. Harga rata-rata harga Indomie per dus adalah Rp70.000, dan isi satu dus adalah 40 bungkus, sehingga per bungkus +/- Rp1.750. Mari dibulatkan ke Rp2.000 supaya lebih mudah untuk menghitungnya.
Harga jual mi seharusnya:
2.000x5 bks= Rp10.000
Harga jual mi di ebay:
200.000
Keuntungan yang didapatkan oleh si penjual:
(jual mi di ebay-jual mi seharusnya)x(isi satu kardus/isi per paket)
= (200.000-10.000)x(40/5)
=190.000x8
=1.520.000
Asumsi:
-tidak ada biaya untuk bungkus kardus lagi, atau kalau ada, katakanlah 120.000
-pembeli membeli satu kardus alias 8 paket.
SATU KARDUS BISA UNTUNG RP1.400.000!
Kemudian aku sama Ninik berusaha untuk mencari pembeli lewat gmarket, ebay, amazon. Wkwkwkwk. Ninik bilang, "Jual 10 dus aja kita bisa kaya raya, Nad! Bisa bolak-balik Korea beberapa kali dalam setahun tuh :/"
Jadi mikir juga: pengen jadi juragan Indomie di Jepang!
Lebih baik jadi juragan mi daripada juragan rokok* kan?
***
Aku juga ingat banget beberapa hal yang bikin aku pusing sebagai mahasiswa pertukaran pelajar: Bumbu Nasi Goreng yang jadi Rp75k, Gado-gado yang jadi Rp130k, Mie Indomie Goreng yang jadi hampir Rp40k, dan saus sambal yang jadi Rp50k/botol. Fyuuuhhhh...
Beberapa anak HUE yang kemari sering borong Indomie kalau sudah dekat hari kepulangan mereka. Jelas banget alasan mereka: murah dan lebih gurih rasanya. Dengan uang Rp40k, mereka hampir bisa borong satu kardus mi, sedangkan disana cuma bisa kenyang sekali alias cuma dapat sebungkus!
Sebelum pertukaran, aku kira semua omongan, kisah tentang Indomie itu hanya bualan yang ngomong aja. Seorang dosen pernah berkata dia selalu membawa Indomie ketika dia harus belajar di luar negeri. Dua dus, untuk persiapan, dan jika sudah habis bisa nitip teman. Bahkan ketika zaman masih jadi mahasiswa dan beliau jalan ke Inggris, demi menghemat uang, beliau membawa beberapa bungkus Indomie untuk pengganjal perut. Ada lagi yang bercerita bahwa bagaimanapun yang di luar negeri, akan kangen dengan segala macam Indomie, apalagi bagi dia yang penggemar berat Indomie Ayam Bawang. Tapi ternyata, setelah merasakan sendiri, dengan berbagai masalah yang ada (bumbu kurang gurih, kadang nggak ada rasa Kari Ayam yang aku suka, telur ayam yang berbeda dengan telur ayam disini) aku survive sih, tapi pas pulang, hampir tiap hari aja aku makan Indomie.
Apalagi keluargaku penggemar berat Indomie.
Perutku sekarang keroncongan.
***
Tertarik jadi juragan mi di luar negeri?
Cause my daily life is not exactly the same as theirs. It's my story!
Showing posts with label Imajinatta. Show all posts
Showing posts with label Imajinatta. Show all posts
22 April 2014
27 October 2013
Komik-komik II
Lanjutan dari sini
***
Setelah mengenal berbagai genre komik, aku cenderung lebih memilih komik yang bertemakan kehidupan sekolah, roman, detektif, drama dan komedi. Ketika Aya selalu bercerita tentang Flames of Recca, aku kemudian mencoba membacanya. Tapi tidak suka. Kemudian dia menyuruhku untuk membaca Black Cat, aku langsung jatuh cinta. Kemudian dia meracuniku dengan Ninja Rantaro, lalu menobatkanku sebagai Shinbe,si tukang ingusan, nggak becus lari, gendut, tetapi baik hati. Aya sebagai Kirimaru, si tukang cari duit, yang nggak bisa denger kata diskon, dan kak Jarwa sebagai Rantaro. Menurutku ya, Ninja Rantaro itu komik yang "padat" dan agak susah dimengerti lelucon "permainan kata"-nya kalau nggak bisa bahasa Jepang. Hiks.
Anyway, jadi kangen mereka.
***
Aku 'dikenalkan' oleh Icha komik yang berjudul Imadoki! Cerita tentang Tanpopo Yamazaki, si rumput liar yang masuk sekolah elit. Ekspresinya si Yamazaki itu lucu banget, dan cowok yang digambar oleh Watase Yuu itu keren-keren! Aku akhirnya memutuskan untuk jatuh cinta (?) ke komik-komik yang dikarang oleh Watase Yuu. Dan imajinasiku-pun berkembang tak tentu arah. Ini dia komik-komik yang beliau buat yang sudah aku baca dan perilaku-ku ketika membacanya.
1. Alice 19th
Baca komik ini bikin ngakak sendiri, ketika Kyou Wakamiya menampakkan ekspresi suka banget sama Mayura. Belum lagi nama bapak Kepsek SMP yang sama kayak mantra yang harus diucapkan Kyou dan Alice agar Mayura sadar dan lepas dari genggaman Maram Master. Ngakak berat bos! Ah, aku suka banget sama komik ini! Sampai-sampai aku dulu menghapal Maram Words dan Lotis Words beserta lambangnya. Iye banget dah!
2. Imadoki!
Baca komik ini, jadi suka bunga-bungaan, nyari arti bunga, kemudian berharap bisa pake seragam kayak di Meio Academy. Belum lagi bela-belain beli selai, biar bisa dipake wadahnya setelah habis untuk dimasukkin kelopak mawar *ehem*. Tapi akhirnya setelah habis, wadah selai itu dimasukkan merica oleh mama. T_T jadi nggak bisa dimasukkan kelopak mawar. Aneh dong mawar aroma mericaaa~~ Jenis cerita komik ini rasanya banyak disadur oleh mangaka lain, dan juga skenario TV. Aku ingat, dulu stasiun TV swasta di Indonesia pernah menayangkan sinetron yang mirip-mirip cerita Imadoki! dengan bintang Agnes Monica, tapi lupa judulnya apa.
3. Appare Jipangu!
Komik ini yang bikin aku tambah jatuh cinta sama Watase Yuu. Komik yang harusnya sedih, karena bertemakan anak yang dibuang dari orang-tuanya dan mencari kembali orang-tuanya yang hilang dengan alat-alat canggih (?) yang dibuat oleh orang tua angkatnya, tapi perbuatannya aneh-aneh. Gagak yang pintar gambar-lah, Samon yang ngira Yusura cowok dan mengira dada Yusura itu bengkak dan mau diobati-lah. Ckckckck. Kelakuan saya? Meniru gaya Hikeshi-ya dengan Kongoumaru yang terbuat dari sapu di kamar. Kemudian adik saya masuk kamar saya terheran-heran melihat kakak-nya "beraksi" pake sapu dan mengucapkan "AKU HAPUSKAN KESEDIHANMU!" *towew*
4. Kiss Me with Mint/ Mint de Kiss Me
Waktu dijual, komik ini berhadiah cincin berwarna perak dan ada hiasan berbentuk love dengan liontin imitasi. Dari komik ini juga aku tahu istilah Yamato Nadeshiko. Cincin ini rencananya saya pakai terus dengan harapan ada yang memperhatikan cincin itu kemudian bertanya, "dari siapa, Nad?". Komik dibeli hari Sabtu malam, tidur pun dipakai. Minggu pagi, saya merasakan jari manis tangan kanan gatal-gatal. Saya masih tetap keukeuh untuk memakainya. Akhirnya pada malam hari saya tidak tahan lagi dan akhirnya cincin itu saya lepas. Meninggalkan bekas merah di jari manis saya yang sampai keesokan harinya pun masih gatal.
5. Pajama Party/ Pajama de Ojama
Ini karya debut Watase Yuu. Katanya tuh, kalau misalnya kita pake piyama yang sama kayak orang yang kita suka, terus kemudian menaruh fotonya di balik bantal kita, orang yang kita suka bakalan muncul di kamar. Walaupun tahu itu bakalan nggak terjadi, tetap aja deh dilakukan. Karena nggak punya foto orang yang aku suka, yasudah deh namanya saja yang aku taruh di bawah bantal. Hasilnya? Efek sugesti, dia muncul dalam mimpi saya -^O^-
6. Epotoransu! Mai
Sebenarnya yang dipakai oleh Mai adalah notebook. Tapi masa-masa SMP adalah masa-masa dimana Alfalink itu menjadi sesuatu yang canggih. Iseng-iseng *lagi* saya ketik 'epotoransu', teman di sebelah saya bilang, "Kamu kecanduan komik, Nad. Berharap ada yang keluar dari Alfalink, gitu?"
Iya. T^T
***
Yang lain yang pernah aku baca sih Delicious Study (Oishii Study) yang nama karakternya semua adalah nama-nama buah. Sampai sekarang sebenarnya aku masih membaca komik karangan Watase Yuu. Yang masih ongoing sih Arata Kangatari a.k.a Arata. Sebenarnya sih iseng, karena sudah lama tidak menyewa komik, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa komik lagi. Iseng-iseng saya cari komik, eh, muncul Arata - Watase Yuu. Tanpa ba-bi-bu aku langsung bilang ke mbak penjaga rental untuk menunjukkan dimana volume lengkap Arata berada. 1-6 aku pinjam, dan nomor 7 aku beli hari ini. Tanggal 6/11 nanti volume 8 keluar. Iseng-iseng aku buka manga-fox, Arata sudah mencampai volume 21. Aku berniat membaca di Mangafox saja, tapi.......
Kali ini sepertinya aku akan bersabar demi Arata. *loh*
***
Setelah mengenal berbagai genre komik, aku cenderung lebih memilih komik yang bertemakan kehidupan sekolah, roman, detektif, drama dan komedi. Ketika Aya selalu bercerita tentang Flames of Recca, aku kemudian mencoba membacanya. Tapi tidak suka. Kemudian dia menyuruhku untuk membaca Black Cat, aku langsung jatuh cinta. Kemudian dia meracuniku dengan Ninja Rantaro, lalu menobatkanku sebagai Shinbe,si tukang ingusan, nggak becus lari, gendut, tetapi baik hati. Aya sebagai Kirimaru, si tukang cari duit, yang nggak bisa denger kata diskon, dan kak Jarwa sebagai Rantaro. Menurutku ya, Ninja Rantaro itu komik yang "padat" dan agak susah dimengerti lelucon "permainan kata"-nya kalau nggak bisa bahasa Jepang. Hiks.
Anyway, jadi kangen mereka.
***
Aku 'dikenalkan' oleh Icha komik yang berjudul Imadoki! Cerita tentang Tanpopo Yamazaki, si rumput liar yang masuk sekolah elit. Ekspresinya si Yamazaki itu lucu banget, dan cowok yang digambar oleh Watase Yuu itu keren-keren! Aku akhirnya memutuskan untuk jatuh cinta (?) ke komik-komik yang dikarang oleh Watase Yuu. Dan imajinasiku-pun berkembang tak tentu arah. Ini dia komik-komik yang beliau buat yang sudah aku baca dan perilaku-ku ketika membacanya.
1. Alice 19th
Baca komik ini bikin ngakak sendiri, ketika Kyou Wakamiya menampakkan ekspresi suka banget sama Mayura. Belum lagi nama bapak Kepsek SMP yang sama kayak mantra yang harus diucapkan Kyou dan Alice agar Mayura sadar dan lepas dari genggaman Maram Master. Ngakak berat bos! Ah, aku suka banget sama komik ini! Sampai-sampai aku dulu menghapal Maram Words dan Lotis Words beserta lambangnya. Iye banget dah!
2. Imadoki!
Baca komik ini, jadi suka bunga-bungaan, nyari arti bunga, kemudian berharap bisa pake seragam kayak di Meio Academy. Belum lagi bela-belain beli selai, biar bisa dipake wadahnya setelah habis untuk dimasukkin kelopak mawar *ehem*. Tapi akhirnya setelah habis, wadah selai itu dimasukkan merica oleh mama. T_T jadi nggak bisa dimasukkan kelopak mawar. Aneh dong mawar aroma mericaaa~~ Jenis cerita komik ini rasanya banyak disadur oleh mangaka lain, dan juga skenario TV. Aku ingat, dulu stasiun TV swasta di Indonesia pernah menayangkan sinetron yang mirip-mirip cerita Imadoki! dengan bintang Agnes Monica, tapi lupa judulnya apa.
3. Appare Jipangu!
Komik ini yang bikin aku tambah jatuh cinta sama Watase Yuu. Komik yang harusnya sedih, karena bertemakan anak yang dibuang dari orang-tuanya dan mencari kembali orang-tuanya yang hilang dengan alat-alat canggih (?) yang dibuat oleh orang tua angkatnya, tapi perbuatannya aneh-aneh. Gagak yang pintar gambar-lah, Samon yang ngira Yusura cowok dan mengira dada Yusura itu bengkak dan mau diobati-lah. Ckckckck. Kelakuan saya? Meniru gaya Hikeshi-ya dengan Kongoumaru yang terbuat dari sapu di kamar. Kemudian adik saya masuk kamar saya terheran-heran melihat kakak-nya "beraksi" pake sapu dan mengucapkan "AKU HAPUSKAN KESEDIHANMU!" *towew*
4. Kiss Me with Mint/ Mint de Kiss Me
Waktu dijual, komik ini berhadiah cincin berwarna perak dan ada hiasan berbentuk love dengan liontin imitasi. Dari komik ini juga aku tahu istilah Yamato Nadeshiko. Cincin ini rencananya saya pakai terus dengan harapan ada yang memperhatikan cincin itu kemudian bertanya, "dari siapa, Nad?". Komik dibeli hari Sabtu malam, tidur pun dipakai. Minggu pagi, saya merasakan jari manis tangan kanan gatal-gatal. Saya masih tetap keukeuh untuk memakainya. Akhirnya pada malam hari saya tidak tahan lagi dan akhirnya cincin itu saya lepas. Meninggalkan bekas merah di jari manis saya yang sampai keesokan harinya pun masih gatal.
5. Pajama Party/ Pajama de Ojama
Ini karya debut Watase Yuu. Katanya tuh, kalau misalnya kita pake piyama yang sama kayak orang yang kita suka, terus kemudian menaruh fotonya di balik bantal kita, orang yang kita suka bakalan muncul di kamar. Walaupun tahu itu bakalan nggak terjadi, tetap aja deh dilakukan. Karena nggak punya foto orang yang aku suka, yasudah deh namanya saja yang aku taruh di bawah bantal. Hasilnya? Efek sugesti, dia muncul dalam mimpi saya -^O^-
6. Epotoransu! Mai
Sebenarnya yang dipakai oleh Mai adalah notebook. Tapi masa-masa SMP adalah masa-masa dimana Alfalink itu menjadi sesuatu yang canggih. Iseng-iseng *lagi* saya ketik 'epotoransu', teman di sebelah saya bilang, "Kamu kecanduan komik, Nad. Berharap ada yang keluar dari Alfalink, gitu?"
Iya. T^T
***
Yang lain yang pernah aku baca sih Delicious Study (Oishii Study) yang nama karakternya semua adalah nama-nama buah. Sampai sekarang sebenarnya aku masih membaca komik karangan Watase Yuu. Yang masih ongoing sih Arata Kangatari a.k.a Arata. Sebenarnya sih iseng, karena sudah lama tidak menyewa komik, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa komik lagi. Iseng-iseng saya cari komik, eh, muncul Arata - Watase Yuu. Tanpa ba-bi-bu aku langsung bilang ke mbak penjaga rental untuk menunjukkan dimana volume lengkap Arata berada. 1-6 aku pinjam, dan nomor 7 aku beli hari ini. Tanggal 6/11 nanti volume 8 keluar. Iseng-iseng aku buka manga-fox, Arata sudah mencampai volume 21. Aku berniat membaca di Mangafox saja, tapi.......
Kali ini sepertinya aku akan bersabar demi Arata. *loh*
24 June 2013
Pintu
"Sometimes you just gotta accept that some people can only be in your heart, not in your life"
***
"Kemarin ngapain?"
"Online aja,"
"Bangun jam berapa?"
"Jam 3"
"Hah, ngapain aja? Tidur lagi? Sampai jam berapa?"
Ah pertanyaan itu lagi
"Cuma guling-guling di tempat tidur, mainan hape, tidur lagi. Sampai jam 6."
"Sarapan?"
"Hum..."
"Sarapannya makan apa?"
"Roti. Sama ayam"
"Mandi jam berapa?"
"Jam 8"
"Trus tidur jam berapa?"
"Jam 10an"
"Bahahahahha, kayak anak kecil aja!"
"Kenapa sih emang?"
"Nggak kenapa-kenapa~~ Pengen tahu ajaa~~"
Kemudian kau membetulkan posisi tasmu dan berjalan melenggang. Aku lagi-lagi hanya menatap punggungmu. Setiap kita berjalan pulang, kamu selalu menanyakan hal yang hampir sama, apa yang aku kerjakan kemarin ketika kita tidak bertemu. Tapi karena jantung terlalu berdebar, kosakata yang ada dalam kepala seperti menguap begitu saja.
Aku jadi bodoh di depanmu.
"Ayo cepetan jalannya. Lama banget sih!"
"Ih, tunggu kenapa. Langkahmu itu terlalu besar, loh."
"Ah, begitukah? Cowok sih."
"Makanya..." Aku menggerutu sambil tergesa menyesuaikan langkahmu.
"Just joking~~"
Tetapi ternyata aku mendapati dirimu yang menyesuaikan dengan langkahku. Nggak salah sih teman-teman pada bilang kamu baik. Banyak hal-hal kecil yang kamu lakukan, misalnya saja membawakan barang belanjaanku, kemudian mengajak aku bicara, menyemangati aku, mengajari aku sepanjang pulang dari sekolah, menjelaskan ini dan itu ketika berjalan mengitari lingkungan sekitar, dan banyak lagi.
Ah, salah satunya sekarang! Ketika panas terik, kamu membiarkanku jalan dalam lindungan bayangmu. Awalnya sih aku merasa kesal, ketika menyebrang jalan, kamu malah mengambil sisi sebelah kiri di bahu kiri jalan -membiarkanku di sebelah kanan yang notabene berbahaya. Bukan seperti kamu yang biasanya, yang ketika berada di bahu kiri jalan, menarik tanganku kemudian "menaruhku" di sebelah kirimu. Tanpa berbicara apapun.
Ternyata kamu hanya berusaha melindungiku dari terik sinar matahari.
Aku hanya bisa menyunggingkan senyum. Kamu memang baik.
Aku rasanya ingin mengingat semua tentang kamu.
Kebaikanmu.
Perhatianmu.
Tapi sayang, kamu tidak bisa aku miliki. Hatimu telah kau beri kepada orang lain. Aku benci mengingatnya. Padahal cupid sepertinya telah menancapkan panahnya pada kali pertama aku melihatmu. Lalu aku sengaja memperlambat langkahku. Kaupun menyadari hal itu dan berjalan lebih lambat. Bahkan kamu tidak protes!
Kemudian aku sampai di rumahku. Aku berdiri di depan pintu kamarku. Kamu melambai di kejauhan.
"Dah... Ntar jam 6 kita keluar makan, ya. Siap-siap loh. Oke-oke?"
Aku menutup pintu kamarku tanpa menjawabmu.
Seperti pintu hati yang ku tutup rapat setelah mendapati namamu masuk ke sana.
***
P.S: cer-min (cerita mini, lebih pendek dari cerpen?)
10 October 2012
Blessings
Saya termasuk orang yang banyak maunya.
Persis seperti lagu pembuka anime yang paling saya suka, Doraemon, setiap jam 9 WITA dulu.
"Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu banyak sekali
Semua, semua, semua
Dapat dikabulkan~~"
Tentunya bukan dengan kantong ajaib, tapi dengan izin Allah SWT.
Setelah lima semester, dan semester ke-enam memutuskan untuk menyimpan keinginan itu dalam hati saja, semester ke-tujuh memutuskan untuk iseng mendaftar daripada tidak sama sekali -nothing to lose, akhirnya Allah mengabulkan keinginan saya, ketika saya sudah seperti tidak mengharapnya lagi.
Exchange program. Exchange Program!
Benar-benar hari yang tidak terduga, sama sekali. Jum'at Barokah, Good Friday.
Hari dimulai dengan saya berkutat membaca jurnal dan merangkumnya. Jam menunjukkan 12.01 am ketika suara yang ada di kost adalah suara ngorok dan tokek. Si Sangka dan Adel ulang tahun, dan saya menyentuh layar-layar telepon genggam untuk memberi ucapan selamat.
Kemudian bangun pagi dan menyelesaikan rangkuman jurnal. Sekitar jam 8 sebelum berangkat kerja, saya chatting dulu dengan Dika, exchange student untuk Fall/Winter term. Tanya-tanya biaya yang dibutuhkan ketika disana dan seberapa besar. Jam 9.30 ada wawancara untuk beasiswa itu :'( Aku datang wawancara dengan persiapan minim.
Ah, aku berangkat lebih pagi untuk persiapan cafe, kompensasi aku akan izin satu jam untuk wawancara. Aku fikir, wawancaranya akan dalam bahasa Indonesia dan kemudian ya~ pertanyaan standar yang akan ditanya nanti. Seperti perkenalan diri, atau informasi tentang tanggungan oleh orang tua.
Ke kampus, saat sedang bersih-bersih cafe, hatiku sudah nggak menentu dan aku berusaha untuk memanipulasi diri bahwa "aku sedang tenang" dan "jangan sakit perut". Teman kerja datang dan aku izin untuk wawancara. Menunggu wawancara, aku hanya bisa ngobrol ngalor-ngidul dengan Rina Eonni. Grasa-grusu di kursi. Interviewee (?) dipanggil berdasarkan abjad dan aku berada di urutan ke empat. Tidak ada yang terwawancara kembali ke arah tempat kami duduk. Jadi tidak bisa bertanya apapun tentang apa yang ditanyakan. Dan sepertinya, pun, tidak ada yang ingin membocorkan strategi yang mereka pasang. Ya iyalah.
Giliran saya tiba, Pak Tri Widodo dan Pak Amirullah menyapa saya dalam bahasa Inggris. Hatiku mencelos. Ah~ Belum sempat menjawab, disapa lagi: "O genki desu ka? O namae wa nan desuka?"
Almanak! Eh, Alamak!
Pake bahasa Jepang! Dan sekitar 3 menit berikutnya adalah neraka bagi saya. Menjelaskan diri saya dalam bahasa Jepang peninggalan sisa-sisa penjajahan tahun '42. Di depan bapak-bapak ganteng itu.
20 menit berikutnya tetap menjadi neraka bagi saya. Kosakata sedikit dan kemampuan ngeles tinggi menjadi bumerang berkali-kali dalam sesi wawancara. Ketika selesai, aku hanya ingin menghirup aroma kopi lagi. Bergegas ke lantai 8. Di dalam lift aku merenungi semua jawabanku. Aku hanya bisa tertunduk, kakiku lemas.
"Nothing to lose, Nad. Nothing to lose..." Gumamku ke diri sendiri.
Habis kerja, kelas Seminar Operasi dan Inovasi. Lagi-lagi kemampuan berbicara-ku diuji lagi. Pak Wakhid tiba-tiba menunjukku untuk presentasi isi tulisanku. Aku tidak siap untuk maju ke depan kelas. Ya, lagi-lagi aku ditahan hampir 10 menit depan kelas, bahkan bisa lebih kalau aku tidak bertanya "boleh saya duduk, Pak?", bakal nggak sadar bapaknya aku sudah berdiri lama di depan.
***
Anyway, Rina Eonni yang bersikeras agar aku lihat si W, telepon genggam kesayangan, untuk lihat pesan dari OIA. Aku lagi nggak bawa si W dan lagi tenang-tenang di Mas Kobis. Beli makan malam. Aku tanya isi pesannya apa, malah disuruh lihat sendiri. Karena udah speechless, aku kembali ke kost dengan lambat. Nggak penasaran sama-sekali tentang apa isi dari pesan OIA itu.
Sampai~
Sampai di depan pintu kamar, ada BBM dari Mbak Nia, "Congrats Dear, ditunggu di OIA secepatnya ya~~"
Jreng. Jreng.
Aku langsung buru-buru nyari si W.
Baca pesan~ Liat jam: 12.55
Oke, saya telat.
Langsung menghubungi OIA. Membereskan semua masalah yang ada.
Mendadak airmataku keluar.
Ingat kenakalan jaman semester awal: daftar IIUM nggak bilang ortu, daftar exchange ini-itu, daftar SEGi dll! Karena nggak ada restu orang tua, ya, jadinya ada~ aja yang menghalangi: lupa kirim dokumen, lupa nomor ini lah, itu lah, ada persetujuan orang tua lah.
Ketika disetujui, yang dulu menggebu banget, ini alon-alon. Pelan-pelan sambil berdo'a: minta yang terbaik dan minta diberi ketabahan seandainya nggak diterima.
Namun, rezeki itu nggak kemana. Alhamdulillah
Persis seperti lagu pembuka anime yang paling saya suka, Doraemon, setiap jam 9 WITA dulu.
"Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu banyak sekali
Semua, semua, semua
Dapat dikabulkan~~"
Tentunya bukan dengan kantong ajaib, tapi dengan izin Allah SWT.
Setelah lima semester, dan semester ke-enam memutuskan untuk menyimpan keinginan itu dalam hati saja, semester ke-tujuh memutuskan untuk iseng mendaftar daripada tidak sama sekali -nothing to lose, akhirnya Allah mengabulkan keinginan saya, ketika saya sudah seperti tidak mengharapnya lagi.
Exchange program. Exchange Program!
Benar-benar hari yang tidak terduga, sama sekali. Jum'at Barokah, Good Friday.
Hari dimulai dengan saya berkutat membaca jurnal dan merangkumnya. Jam menunjukkan 12.01 am ketika suara yang ada di kost adalah suara ngorok dan tokek. Si Sangka dan Adel ulang tahun, dan saya menyentuh layar-layar telepon genggam untuk memberi ucapan selamat.
Kemudian bangun pagi dan menyelesaikan rangkuman jurnal. Sekitar jam 8 sebelum berangkat kerja, saya chatting dulu dengan Dika, exchange student untuk Fall/Winter term. Tanya-tanya biaya yang dibutuhkan ketika disana dan seberapa besar. Jam 9.30 ada wawancara untuk beasiswa itu :'( Aku datang wawancara dengan persiapan minim.
Ah, aku berangkat lebih pagi untuk persiapan cafe, kompensasi aku akan izin satu jam untuk wawancara. Aku fikir, wawancaranya akan dalam bahasa Indonesia dan kemudian ya~ pertanyaan standar yang akan ditanya nanti. Seperti perkenalan diri, atau informasi tentang tanggungan oleh orang tua.
Ke kampus, saat sedang bersih-bersih cafe, hatiku sudah nggak menentu dan aku berusaha untuk memanipulasi diri bahwa "aku sedang tenang" dan "jangan sakit perut". Teman kerja datang dan aku izin untuk wawancara. Menunggu wawancara, aku hanya bisa ngobrol ngalor-ngidul dengan Rina Eonni. Grasa-grusu di kursi. Interviewee (?) dipanggil berdasarkan abjad dan aku berada di urutan ke empat. Tidak ada yang terwawancara kembali ke arah tempat kami duduk. Jadi tidak bisa bertanya apapun tentang apa yang ditanyakan. Dan sepertinya, pun, tidak ada yang ingin membocorkan strategi yang mereka pasang. Ya iyalah.
Giliran saya tiba, Pak Tri Widodo dan Pak Amirullah menyapa saya dalam bahasa Inggris. Hatiku mencelos. Ah~ Belum sempat menjawab, disapa lagi: "O genki desu ka? O namae wa nan desuka?"
Almanak! Eh, Alamak!
Pake bahasa Jepang! Dan sekitar 3 menit berikutnya adalah neraka bagi saya. Menjelaskan diri saya dalam bahasa Jepang peninggalan sisa-sisa penjajahan tahun '42. Di depan bapak-bapak ganteng itu.
20 menit berikutnya tetap menjadi neraka bagi saya. Kosakata sedikit dan kemampuan ngeles tinggi menjadi bumerang berkali-kali dalam sesi wawancara. Ketika selesai, aku hanya ingin menghirup aroma kopi lagi. Bergegas ke lantai 8. Di dalam lift aku merenungi semua jawabanku. Aku hanya bisa tertunduk, kakiku lemas.
"Nothing to lose, Nad. Nothing to lose..." Gumamku ke diri sendiri.
Habis kerja, kelas Seminar Operasi dan Inovasi. Lagi-lagi kemampuan berbicara-ku diuji lagi. Pak Wakhid tiba-tiba menunjukku untuk presentasi isi tulisanku. Aku tidak siap untuk maju ke depan kelas. Ya, lagi-lagi aku ditahan hampir 10 menit depan kelas, bahkan bisa lebih kalau aku tidak bertanya "boleh saya duduk, Pak?", bakal nggak sadar bapaknya aku sudah berdiri lama di depan.
***
Anyway, Rina Eonni yang bersikeras agar aku lihat si W, telepon genggam kesayangan, untuk lihat pesan dari OIA. Aku lagi nggak bawa si W dan lagi tenang-tenang di Mas Kobis. Beli makan malam. Aku tanya isi pesannya apa, malah disuruh lihat sendiri. Karena udah speechless, aku kembali ke kost dengan lambat. Nggak penasaran sama-sekali tentang apa isi dari pesan OIA itu.
Sampai~
Sampai di depan pintu kamar, ada BBM dari Mbak Nia, "Congrats Dear, ditunggu di OIA secepatnya ya~~"
Jreng. Jreng.
Aku langsung buru-buru nyari si W.
Baca pesan~ Liat jam: 12.55
Oke, saya telat.
Langsung menghubungi OIA. Membereskan semua masalah yang ada.
Mendadak airmataku keluar.
Ingat kenakalan jaman semester awal: daftar IIUM nggak bilang ortu, daftar exchange ini-itu, daftar SEGi dll! Karena nggak ada restu orang tua, ya, jadinya ada~ aja yang menghalangi: lupa kirim dokumen, lupa nomor ini lah, itu lah, ada persetujuan orang tua lah.
Ketika disetujui, yang dulu menggebu banget, ini alon-alon. Pelan-pelan sambil berdo'a: minta yang terbaik dan minta diberi ketabahan seandainya nggak diterima.
Namun, rezeki itu nggak kemana. Alhamdulillah
DORAEMON TUNGGU SAYA!!!
20 January 2012
Mode Gila : Idup
Jam 1:11 dan sodara-sodara, gadis cantik ini malah menarikan tangannya di kibor untuk menulis sesuatu.
Eniwei, ini bukan Nad. Ini yang menulis adalah Sigi Lanad. Siapa saya? Baca pelan aja ah nama saya.
Jayus? Emang.
Ketika orang lain pada pulang habis ujian. Saya dan teman saya yang bernama Situ Kangja Lanad ama Sisu Kapu Langnad terjebak dalam tubuh si Nad, yang notabene masih berada di Jogja untuk menghadapi pertanggungjawaban dunia.
Saya, Sigi, lagi merajai tubuh Nad karena tadi dia kebangun dari tidurnya yang nyenyak gara-gara mimpi buruk. Salahkan Siwar Asnad yang nggak baca do'a sebelum bobo. Ah, berdasarkan cerita Siwar, dia kebangun karena dia membuat kesalahan tadi, ngasih novel yang ada nama orang aneh bikin nyut-nyut kepala. Novelnya sih sudah dimasukin kardus. Tapi gara-gara temennya Nad mau baca novel, Siwar bisikin Nad untuk ngerobek selotip kardus. Tanpa pikir panjang, Nad ngambil semua novel yang ada di kardus.
Baru sadar sebelum tidur, dan akhirnya kebawa mimpi.
Trus pas buka imel, barulah saya merajai, Sigi. Si Nad berani aja sih nyari imel lama. Makanya saya ambil alih saja otaknya. Jangan tanya kenapa, tapi saya membuat Nad jadi produktif. Dengan cara yang aneh. Jangan tanya novel apa. Ntar tanduk Nad keluar.
Ah, Siwar udah mencet tombol ngantuk di kepala Nad. Saya mau pamit.
Jumpa lain waktu, masih bersama saya Sigi dan mungkin temen-temen saya. Situ dan Sisu. Situ bakalan punya cerita sepertinya di bulan Februari. Nantikan saja.
Salam kenal,
Sigi Lanad.
19 January 2012
Merantau
resolusi tahun ini, mesti diubah gara-gara si Inu nantangin. Oke, 15 kota dalam setahun.
Akhir-akhir ini belum mendapat inspirasi untuk membuat postingan, yer. Nad baru saja menyelesaikan ujian final, untuk ke lima kalinya, tang berarti sisa tiga semester lagi saya berada di lingkungan kampus.
Bahkan sebelum pergi saja aku sudah kangen.
Selama berpijak di tiga pulau, belum pernah aku merasa senyaman ini untuk pergi ke mana saja sendirian, ke tempat yang aku suka, menggila, sampai-sampai bentuk tubuhku berubah karena harga makanan yang murah disini. Apalagi aku penggemar kudapan. Ugh. I can't resist to that! Namun merantau menjadi suatu kesenangan tersendiri bagiku :) Sesuatu yang diturunkan, yah, kusebut itu.
Sebenarnya ini dalam masa rehat. Ya, akhirnya aku memutuskan untuk mengutak-atik Facebook dan mendapatkan fitur peta. Iseng, akhirnya aku mencoba menggunakan fitur itu untuk mengetahui, di mana saja aku telah menginjakkan kaki. Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Manado, Gorontalo, Bandung, Surabaya, Jogja, Jakarta, Pagaralam, Palembang. Ah, masih sedikit. Mekkah, Madinah, Jeddah. The Mountain of Lights, Jabal Nur.
Ah. Terlalu takut untuk berjalan sendiri.
Impian sudah tergambar dengan jelas. Hanya aku belum melihat jalan kesana. Atau mungkin aku hanya mengarahkan pelita ke arah yang salah. Karena yang aku lihat hanya jalan berbatu.
Aku, ingin memijak bagian bumiMu yang lain Ya Rabb. Amin.
11 June 2011
Panggung Sandiwara
Ku berjalan meniti tiap asa yang ku rajut. Bukan, ini bukan sekedar inginku, hanya lebih dari itu. Kecemburuan membawaku pada suatu titik ingin melebihi mereka, namun tak tahu harus memijakkan kakiku dimana, untuk memulai. Bukan, aku tak sama dengan mereka yang mungkin berubah secara revolusioner, mempunyai target dan berorientasi untuk mencapai itu. Tidak, aku berubah secara perlahan. Kau bilang aku penakut?
Metafora apalagi yang harus kugunakan untuk mimpiku? Menggantung di langit tertinggi, bertaburan bagai bintang di malam kelam, tak terhitung bagai pasir di pantai. Meskipun aku gantung mimpi itu di langit tertinggi, aku tak perduli, aku ingin mencapainya. Meskipun orang bilang mengawang, namun Tuhan mendengar, Tuhan melihat, Tuhan tahu.
Aku tidak menulis sendiri manuskrip kehidupanku, aku hanyalah seorang aktris dalam kehidupan ini. Aku berlakon sebagai aku dan tidaklah aku dapat memainkan peran selain aku. Panggung sandiwara adalah dunia ini, dan kematian adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari panggung itu. Tidak ada peran yang sama dalam dunia ini, dan setiap orang mendapatkan peran. Ini panggungmu. Peran figuran, antagonis, ada yang datang dan ada yang pergi, ada yang kembali.
Biarkan ku gapai semua itu dengan iman, cinta, harapan.
5 February 2011
6 January 2011
Mimpi
:habis stalkering lagi :P
Angan membawaku kembali ke masa-masa SMP.
Ketika tidak ada ketakutan soal nilai, dan setiap hari hanya membicarakan masalah komik (dengan Aya), lagu Indonesia (dengan Kak Jarwa), lagu barat (dengan Kak Adel), dan percintaan (dengan mami Selvin).
Tidak lupa juga bercerita tentang: Mimpi.
Rasanya waktu SMP adalah masa ketika aku mencoba segalanya, yang aku bisa. Menjadi penyiar radio, menjadi shooter ketika bermain basket, mencoba memenangi olimpiade sekolah, menjadi anggota OSIS, mengumpulkan sebanyak-banyaknya komik, menjadi seorang teman yang baik, mencoba untuk berbicara di depan khalayak ramai, menari dan lain-lain.
Ketika itu aku sudah memupuk mimpi untuk menjadi orang terkenal, yang bisa berbagai bahasa dan mengunjungi berbagai tempat di belahan bumi yang lain. Aku membayangkan [ketika itu] bahwa kelak teman-temanku, akan menjadi, sesuai talenta yang mereka punya.
Aku ingat banget aku punya buku yang isinya tentang anak-anak sekelasku. Dari kelas satu sampai kelas tiga. Dan sebagai tambahan di bagian belakang buku aku juga menulis tentang anak-anak dari kelas lain yang menarik perhatianku.
Aya, apalagi kalau bukan soal seni. Menggambar, menyanyi, menari. Kalau soal menari, aku jadi ingat waktu kelas 2, pelajaran Kertangkes. Dia bersama Kak Adel membuat koreografi. Diiringi lagu Intuition-Jewel. Rasanya itulah pertama dan terakhir kali menari. Waks. Soal suara, nggak usah diragukan lagi dah. Waktu menjadi "anak band" (hey I used to!), dialah yang menyihir kami dengan lagu A Voice Within-Christina Aguilera dan membuatku mengenal lagu-lagu barat. Semua terdiam ketika ia menyanyikannya tanpa iringan alat musik. Pelatih kami pun terdiam beberapa saat ketika ia selesai. Kemudian kami (Yumei, K Jarwa, K Fatur, K Icha, dll yang aku lupa siapa saja) bertepuk tangan. Kalau komen soal gambar, udah deh aku angkat tangan! Cekidot aja art-nya disini (kalau bisa kalian buka :)
Kak Jarwa. Apalagi kalau bukan soal keteraturan dan kelembutan-nya :D Pasti Kak Jarwa ngakak deh kalau baca bacaan ini. Yap, dari hasil perbandingan catatan buku sekolah, kak Jarwa yang paling rapi dan paling nggak berubah font tulisannya. Koq? Aku, dalam satu buku, font tulisan bisa berubah sampai 50 kali. Alasanku sederhana, aku bosan kalau harus melihat catatan dengan satu macam gaya. Aya? Dasarnya darah seni, ya berubah-berubahlah tulisannya sesuai keinginan dia. Kadang miring kiri, miring kanan, rata kiri-kanan, pokoknya sesuai dengan format komputer. Tapi kak Jarwa? Konsisten. Titik di atas huruf "i" dan "j" yang aku inget adalah bulatan kecil. Rapih-pih.
Dan kemudian dari dua fikiranku tentang mereka itu: Aya akan jadi Komikus, atau Penyanyi dan Kak Jarwa akan jadi Sekretaris.
Aku, saat SMP, karena terobsesi dengan luar negeri: tour guide. Jalan-jalan gratis ke luar negeri.
Kalau yang lain? Mungkin Kak Fatur jadi drummer, K Adel jadi model *cantik sih, dan Yuda jadi Ilmuwan *pintar gila.
Yuda. Emang sih aku sekelas ama dia pas kelas satu SMP aja. Tapi kenangannya itu loh. Hampir ngalahin dia di Olimpiade dan mengingatkan tentang sosok Miyagi di Slam Dunk. Kalau dia ditempatkan di suatu kelas, dipastikan itulah kelas unggulan walaupun guru-guru mengatakan semua anak di random untuk penempatan.
Kemudian, anganku kembali ke masa aku menuliskan postingan ini. Sudah hampir 5 tahun dari masa SMP. Akankah mimpi dan khayalan itu benar adanya? Ataukah semakin jauh dari bayangan?
Aku sendiri ternyata tercebur di Ekonomi, Aya sempat tercebur di akademi sekretaris, kak Jarwa mengenyam Administrasi Kenegaraan, Kak Fatur menceburkan diri di Filsafat, dan nampaknya hanya Yuda yang masih sesuai pemikiranku, di perminyakan, ITB.
Mimpiku belum berakhir, belum pernah tercoret dari daftar mimpi dan masih menduduki peringkat satu mimpi yang harus diwujudkan tahun ini. Tahun ini. Karena terlalu lama aku memimpikannya.
Orang datang dan pergi dalam setiap lembar kehidupan.
Mungkin Tuhan membuat jalan yang berkelok-kelok buatku, untuk sampai ke tujuan. Bagaimana aku menjalaninya, itulah yang aku pikirkan sekarang. Menikmati debaran jantung, karena menunggu apa yang akan terjadi di depan.
Yang jelas aku tak pernah berhenti bermimpi.
28 October 2010
Dear My Earth..
Teruntuk salam untuk Bumiku..
Bumi, perkenalkan aku salah satu dari penghunimu. Ohya, aku adalah penghuni dari Indonesia, salah satu bagian terindah dari dirimu. Tempatku, Indonesia, bisa dikatakan paru-parumu dan salah satu perhiasanmu, Zamrud, karena Indonesia begitu hijau dan mempunyai hutan yang luaaaas seekali.
Tapi Bumi, zamrud itu rusak.
Bumi, apakah kamu lelah? Aku tahu kamu sakit Bumi, hutan-hutanmu dibolongi, hampir semua badanmu telah dipakai untuk membangun tempat tinggal manusia yang bernama rumah. Sehingga kamu tak bisa bernafas lega. Kamu tidak bisa menjalankan tugasmu. Bumi, akhirnya kamu terbatuk, akhirnya kamu bergerak sedikit, Tuhan yang menyuruhmu, sehingga kamu muntah melalui Merapi dan menimbulkan tsunami di Mentawai. Kemudian, saat kau tak bisa menyerap air, kau membiarkannya menggenangi Wasior dan Jakarta
Bumi,
Aku ingat saat kau menemaniku menyambut mentari di Kaliadem, di lereng Merapi. Kau menampakkan keindahanmu. Salah satu dari bagian Zamrudmu, Bumi. Mentari datang dari sela-sela pepohonan pinus yang melambai, kemudian embun mengelilingi. Suara derasnya air sungai berpadu dengan nyanyian burung memanjakan indraku.
Namun Bumi, setelah kau terbatuk-batuk, pemandangan hijau itu berubah menjadi hamparan abu. Jeritan dan tangisan manusia berpadu dengan sirine ambulan, chaos Bum, chaos!
Bumi, adakah obat yang bisa kau telan untuk mengurangi sakitmu? Aku tahu kau banyak menelan pil pahit, tapi itu racun! Kau yang sudah renta nampak makin renta karena pil itu. Namun banyak manusia yang tetap saja memberimu pil itu. Apa daya kau tak bisa menolak. Kecuali Tuhan menyuruhmu bergerak sejenak.
Bumi, seandainya aku bisa memelukmu, aku ingin memelukmu, memperbaiki tubuhmu, mengobati luka-lukamu. Aku hanya satu dari sekian juta manusia yang ingin melihatmu tersenyum kembali. Melihatmu dengan segala pesonamu.
Dan Tuhan, terima kasih telah menganugerahkan Bumi yang telah berjuta-juta tahun menjadi tempat tinggal kami, yang bernama makhluk Bumi. Tuhan, terima kasih Kau sediakan semua kebutuhan kami melalui Bumi.
Tuhan, Yang Mahapendengar,
Terima kasih sudah memberi Bumi, hanya kami yang tak pernah menjaganya.
Marahkah Kau pada kami, Tuhan? *melirik Bumi.
8 October 2010
7 October 2010
Seandainya Jadi Bill Gates :D
Iseng-iseng di matakuliah Manajemen Keuangan.
Bill Gates adalah salah seorang dari orang-orang terkaya di dunia. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$59 Milyar pada tahun 2008. Karena saya belum pernah bertemu dengan Mr. Gates, saya tidak bisa meminta beliau untuk mengalokasikan dana untukmu, walaupun sekedar untuk bersenang-senang, apalagi beramal. Nah, mari kita buat sederhana. Misalkan saja, Mr. Gates ini menghabiskan seluruh uangnya untuk bersenang-senang dan bermewah-mewah. Berapa banyak yang bisa Mr. Gates habiskan dalam 30tahun? Asumsikan dia menginvestasikan uangnya dengan bunga 9%.
(Oke, supaya enak, ganti Bill Gates dengan kata "saya")
catatan: belum memperhitungkan inflasi.
30 tahun, annuity factor 9% adalah 10,2737
Present value = Annual Spending x Annuity Factor
$ 59.000.000 = annual spending x 10,2737
annual spending = $ 5.743.000.000
oke, kalau nggak bisa ngitung berapa banyak, aku kasih tahu
$5.743.000.000 itu sama dengan Rp57.430.000.000.000 *misalnya kurs 10.000
Rp. 57 triliun, dalam setahun, selama 30 tahun, tanpa bekerja. Leha-leha.
Dalam sebulan, bisa ngabisin hampir Rp. 5T (Rp. 4,75T kurang lebih)
Sehari menghabiskan Rp 1 M.
Dan asumsikan untuk menghabiskan 1 Milyar itu hanya punya 15 jam, 9jam untuk rehat.
Rp1m dibagi 15 = +- Rp66juta.
Oke, 66 juta setiap jam.
Intinya: saya bisa menghabiskan Rp. 66 Juta setiap jam, selama 30 tahun penuh, tanpa bekerja (bekerja menghabiskan uang itu, iya), JIKA SAYA MENJADI BILL GATES.
Dan itu tidak memperhitungkan charity ya, itu hanya untuk bersenang-senang.
Kalau kamu, bagaimana cara menghabiskan uang Rp66juta setiap jam itu?
2 October 2010
Terpisah!
Tanda kita tak akan pernah bersama:
Kita tinggal berbeda kecamatan, belajar di sekolah yang berbeda, lanjut tinggal di kota yang berbeda, kemudian tinggal di negara yang berbeda.
Dan sepertinya sebentar lagi akan tinggal berbeda benua.
: atau nanti kita tinggal di dunia yang berbeda juga?
Kita tinggal berbeda kecamatan, belajar di sekolah yang berbeda, lanjut tinggal di kota yang berbeda, kemudian tinggal di negara yang berbeda.
Dan sepertinya sebentar lagi akan tinggal berbeda benua.
: atau nanti kita tinggal di dunia yang berbeda juga?
7 August 2010
#2 Pemimpi
: ini cita-cita yang belum tercoret dari sekian banyak impianku
17. Punya usaha es krim
18. Punya sekolah dari SD ampe SMA (Gratis Man!)
19. Punya RS, atau minimal semacam medical center (aku sering sakit) (tadi seneng juga Dila mau bangun RS)
20. Bahagiain mamah dan papah
21. Nikah Muda
22. Menguasai 3 bahasa Asing
23. Ikut beasiswa *lagi
24. Minum air zam-zam langsung dari tempatnya
25. Berdiri di altar Sorbonne
26. Pegang kaki Menara Eiffel
27. Menang maen catur dari Papa
28. Punya kos seperti tante Ninik
29. Kayaaa!!
30. Punya kulkas gede :D
31. Bisa berenang :((
32. Maen layangan (tegangan kah kita? :P)
33. Ke pulau derawan
*tertantang mbak Reti untuk menuliskan semuanya :D
17. Punya usaha es krim
18. Punya sekolah dari SD ampe SMA (Gratis Man!)
19. Punya RS, atau minimal semacam medical center (aku sering sakit) (tadi seneng juga Dila mau bangun RS)
20. Bahagiain mamah dan papah
21. Nikah Muda
22. Menguasai 3 bahasa Asing
23. Ikut beasiswa *lagi
24. Minum air zam-zam langsung dari tempatnya
25. Berdiri di altar Sorbonne
26. Pegang kaki Menara Eiffel
27. Menang maen catur dari Papa
28. Punya kos seperti tante Ninik
29. Kayaaa!!
30. Punya kulkas gede :D
31. Bisa berenang :((
32. Maen layangan (tegangan kah kita? :P)
33. Ke pulau derawan
*tertantang mbak Reti untuk menuliskan semuanya :D
6 August 2010
#1 Pemimpi
1. Aku sudah bilang aku ingin ke luar negeri
2. Aku ingin DSLR
3. Aku ingin jalan-jalan ke Indonesia bagian timur
4. Jalan-jalan keliling Indonesia
5. Diving
6. Aku pengen sepeda
7. Aku pengen mobil
8. Aku pengen ngobrol ama orang bule
9. Aku pengen AC
10. Aku pengen jalan-jalan dibonceng
11. Aku pengen punya anak kembar, sepasang dan shaleh
12. Aku pengen hapal Juz Amma
13. Aku pengen punya kamar mandi yang ada bath tub and shower
14. Aku pengen jadi mentor
15. Aku pengen punya usaha sendiri
16. Aku pengen beli buku dari uang yang aku hasilkan sendiri *lagi
5 August 2010
Surat untuk Izrail
Aku selalu bertanya :
Aku siapa?
Petir tidak berkata, ia hanya menggelegar
Angin tidak berkata, ia hanya berdesau
Kucing hanya mengeong
Anjing hanya menggonggong
Kosong
Semua itu bohong
Pergi
Sebelum kutuliskan surat bagi Izrail agar ia menjemputmu
13 July 2010
What d'Hell with That Issues!
Capek nad bercengkerama dengan hati, Nad akhirnya bisa memuaskan hasrat untuk menonton. But, Nad kesel abis pemberitaan media akhir-akhir ini hanya seputar 3 artis nggak penting!
Ariel-Luna-Cut Tari.
Ngeselin abis dah mereka nampang mulu dengan pemberitaan aneh.
Ya iya lah, yang biasa terdengar adalah kata-kata yang harusnya sedikit diucapkan.
Porno, Video porno, asusila, kupu-kupu, mesum...
Hei, kalau kata-kata itu terus diucapkan, akibatny adalah seperti mantra yang akan mempengaruhi kehidupan sebenarnya. Televisi, media massa tiada capainya untuk membahas sema tindak kriminal yang ada di negeri ini. Gila. Setiap hari yang aku dengar cuma headline aneh : Seorang anak mencoba bunuh diri karena orang tua tidak membelikan handphone. Video mesum mirip cut-tari dan ariel beredar luas. Si anu dan itu terlibat skandal seksual. Pembunuhan terjadi karena si debitur tidak bisa membayar hutang.
Waw, apakah benar kehidupan itu seperti itu? Tidak ada rasa damai dan memang yang terjadi adalah sekitar kriminalitas, asusila?
Belum lagi kasus-kasus seperti Antasari, muncul Gayus, dan ketika Susno berkoar, muncullah berita tentang video mesum dan akhirnya kasus-kasus aneh lainnya. BElum lagi kalau mendengarkan musik. Musik Indonesia memang berkembang, tetapi tidak ada rasa dalam menciptakan musik tersebut. Banyak band-band baru bermunculan, tapi tidak ada yang namanya musik baru, dan tetap mengusung tema CINTA. Kalau nggak putus cinta, jatuh cinta, ditinggal sang cinta, mendua cinta, ble-ble-ble. Alasan ditanya kenapa mengusung tema cinta, simple aja. Karena cinta adalah tema universal dan biasanya akan diterima oleh penikmat musik di tanah air.
Kembali ke Issues.
Tivi membuatku gila. Huweh!
Padahal, kita masih banyak isu-isu lain yanng harus diangkat. Jangan hanya sekedar untuk mendongkrak penonton dan kalian akhirnya mengesampingkan makna dari media massa sendiri. Apakah makna dari media massa sendiri bergeser? Apakah yang namanya media massa itu adalah berita dari sekelompok orang saja dan akhirnya yang perlu diinformasikan adalah hanya yang terkenal?
ZZZ..
Aku mau tidur saja.
6 July 2010
formspring.me
Apakah kamu Nadiyah?
Iya, saya
Apakah kamu sudah mengetahui tujuan hidupmu?
Hum, setengah?
Apakah kamu tahu 17 tahun kemarin apa saja yang sudah kamu lewati?
tk, sd, smp, sma, dan 2 semester kuliah?
Ngitung gak dosamu?
Yang jelas saya rasa lebih banyak dari amal baik
Apa tujuanmu hidup satu tahun kedepan?
Asal masih hidup saja
Apa arti orangtua untukmu?
Sebagai kunci masuk surga, terutama ibu
Baru ini saya sadar, kalau mereka bukan hanya ladang uang.
Mengapa kamu masih hidup?
Itu prerogatif Tuhan, tapi saya rasa Ia masih sayang terhadap saya
Udah ngerasa bisa bersyukur?
Belum. kadang saya rasa bisa sempurna, mendapatkan apa yang saya mau
tapi tidak
Mengapa kamu di Jogja?
Takdir? Tapi siapa yang tahu itu takdir? Sekali lagi, prerogatif Tuhan
Tapi saya disini, mungkin atas kehendakNya
Suka posting blog?
Suka, tapi terkadang habis ide
Siapa yang paling kamu kangenin sekarang?
Mama, keluarga.
Apa yang paling ingin kamu lakukan, sekarang?
Nulis blog
Apa yang ingin kamu lakukan 3 tahun mendatang?
Aku pingin ke luar negeri
Apa yang paling kamu inginkan sekarang?
Kantong Doraemon
Mengapa kamu ada disini?
Saya rasa untuk kuliah. Hmm.. Mungkin saja.
Mengapa kamu menuliskan semua ini?
Untuk mengisi blog?
Tapi saya rasa untuk merefleksikan diri
Mungkin saja.
Iya, saya
Apakah kamu sudah mengetahui tujuan hidupmu?
Hum, setengah?
Apakah kamu tahu 17 tahun kemarin apa saja yang sudah kamu lewati?
tk, sd, smp, sma, dan 2 semester kuliah?
Ngitung gak dosamu?
Yang jelas saya rasa lebih banyak dari amal baik
Apa tujuanmu hidup satu tahun kedepan?
Asal masih hidup saja
Apa arti orangtua untukmu?
Sebagai kunci masuk surga, terutama ibu
Baru ini saya sadar, kalau mereka bukan hanya ladang uang.
Mengapa kamu masih hidup?
Itu prerogatif Tuhan, tapi saya rasa Ia masih sayang terhadap saya
Udah ngerasa bisa bersyukur?
Belum. kadang saya rasa bisa sempurna, mendapatkan apa yang saya mau
tapi tidak
Mengapa kamu di Jogja?
Takdir? Tapi siapa yang tahu itu takdir? Sekali lagi, prerogatif Tuhan
Tapi saya disini, mungkin atas kehendakNya
Suka posting blog?
Suka, tapi terkadang habis ide
Siapa yang paling kamu kangenin sekarang?
Mama, keluarga.
Apa yang paling ingin kamu lakukan, sekarang?
Nulis blog
Apa yang ingin kamu lakukan 3 tahun mendatang?
Aku pingin ke luar negeri
Apa yang paling kamu inginkan sekarang?
Kantong Doraemon
Mengapa kamu ada disini?
Saya rasa untuk kuliah. Hmm.. Mungkin saja.
Mengapa kamu menuliskan semua ini?
Untuk mengisi blog?
Tapi saya rasa untuk merefleksikan diri
Mungkin saja.
15 January 2010
Yang Muda, Yang Bergairah*
*jangan pada ngeres ato aku yang ngeres? :D
Setelah berjalan-jalan melihat pemandangan jam 12 malam di Jogja.. bohong... Setelah berjalan-jalan di dunia maya melihat dan membaca blog-blog orang... hahahha
aku jadi tersadar,
aku udah lewatin satu tingkat dalam proses pembelajaranku..
berapa lama yah aku disini?
humm
let's count : 2+31+30+31+30+31+14-10-5=
*oh sh#t mana kalkulator?
...
...
...
...
ehm,,154 hari aku disini :D
154:30=5 bulan lebih 4 hari
ya.. kurang 26 hari mau 6 bulan lah
maksa
Semenjak keluar dari rumah, hidupku terasa lebih berwarna karena efek kelir :P
Yah, aku jadi melihat dunia luar dan mengerti plus menyembuhkan rasa sakit untuk menjadi lebih dewasa...
Aku mengerti aku telah menyakiti banyak orang, awal tahun ini pula. Huftt..
Maaf untuk semua kata maaf yang terlambat.
Ketika insomnia datang menyerang, lagi-lagi aku ingin merenung. Aku belum buat resolusi apa-apa nih. Ada banyak keinginan yang menanti untuk diwujudkan.
Pergi ke luar negeri misalnya :D
GOD,
Akhir-akhir ini banyak banget yang namanya buku yang bikin iri memotivasi untuk ke luar negeri, sebut saja Negeri 5 Menara yang kulahap habis dengan Negeri van Oranje.
Setelah berjalan-jalan melihat pemandangan jam 12 malam di Jogja.. bohong... Setelah berjalan-jalan di dunia maya melihat dan membaca blog-blog orang... hahahha
aku jadi tersadar,
aku udah lewatin satu tingkat dalam proses pembelajaranku..
berapa lama yah aku disini?
humm
let's count : 2+31+30+31+30+31+14-10-5=
*oh sh#t mana kalkulator?
...
...
...
...
ehm,,154 hari aku disini :D
154:30=5 bulan lebih 4 hari
ya.. kurang 26 hari mau 6 bulan lah
maksa
Semenjak keluar dari rumah, hidupku terasa lebih berwarna karena efek kelir :P
Yah, aku jadi melihat dunia luar dan mengerti plus menyembuhkan rasa sakit untuk menjadi lebih dewasa...
Aku mengerti aku telah menyakiti banyak orang, awal tahun ini pula. Huftt..
Maaf untuk semua kata maaf yang terlambat.
Ketika insomnia datang menyerang, lagi-lagi aku ingin merenung. Aku belum buat resolusi apa-apa nih. Ada banyak keinginan yang menanti untuk diwujudkan.
Pergi ke luar negeri misalnya :D
GOD,
Akhir-akhir ini banyak banget yang namanya buku yang bikin iri memotivasi untuk ke luar negeri, sebut saja Negeri 5 Menara yang kulahap habis dengan Negeri van Oranje.
Dua buku ini sangat-sangat memotivasi untuk berani bermimpi, buku motivasi untuk ke luar negri kedua dan ketiga tentunya setelah tetralogi laskar pelangi. Untuk Negeri 5 Menara (kita sebut buku pertama), masih menyimpan pesan pendidikan, sedangkan Negeri van Oranje (kita sebut buku kedua) hanya bercerita tentang kisah roman 4 laki-laki dan 1 perempuan di bekas negeri kumpeni, Belanda.
Kalau bercerita tentang latar, buku pertama dilengkapi peta di sampulnya, sehingga sambil menikmati jalannya cerita, kita bisa membayangkan kita berada di pondok pesantren, mengikuti semua suasana, berjalan di pondok pesantren. Seakan kita adalah pengamat dari luar aktivitas Alif, Said, Atang, Dulmajid, Baso dan Raja. Nah, sambil juga belajar bahasa Arab (hanya untuk laki-laki, karena perempuan beda pemakaian kata). Tapi ada satu yang terasa mengganjal, deskripsi si Tyson alias Rajab Suja'i diulang beberapa kali. :O Tapi kalau diberi penilaian, buku ini mendapat nilai 8 :D Kita tunggu sekuel selanjutnya dari Negeri 5 Menara. 
Buku kedua, alurnya sih cepet banget dan aku selalu salut dengan roman yang tak bisa kutebak akhirnya (apa aku aja yang bodoh ya?) Dengan TOP banget menggambarkan sudut-sudut kota Belanda lengkap dengan keterangan a la mahasiswa Belanda. Walaupun nggak kesana, serasa sering melihat aja :D Kemudian, petualangan backpackers seperti di Edensor terulang disini :P Ohya, ceritanya dibuka dengan membuat rasa penasaran kita terusik hahahahay. Hum, ceritanya di 3 kota berbeda, 3 cowok mendapatkan 1 pesan singkat yang sama dari seorang cewek. Tidak ada kata-kata yang panjang lebar, tapi membuat 3 cowok itu lari dari kegiatannya dan ingin paling cepat menghampiri cewek tersebut. Ada apa dengan si cewek? :D Baca aja yah.
Kembali ke MY RESOLUTION
Yah, pokoknya aku pengen banget ke luar negri. Iri banget ama mereka yang bisa bersekolah disana. Huhuhuhu.. Rasa iri itu membakar segenap jiwa, merangsang rasa ingin berusaha lebih dari batas untuk mencapai mimpi, halah.
pokoknya,
AKU PENGEN KE LUAR INDONESIA!!!
NB: Kalau ada yang nawarin aku untuk keliling Indonesia gratis nggak apa kuq :D
NB-nya NB : tapi resolusi ini berlaku 2 tahun kuq. :DDD
Subscribe to:
Posts (Atom)

