Showing posts with label QuotesQ. Show all posts
Showing posts with label QuotesQ. Show all posts

23 May 2012

Quote of D'Day #18


Engkau yang hatinya sedang pedih 
dengan kekecewaan, dengarlah ini …

Kekecewaan adalah kekuatan
yang seharusnya menjadikanmu
berlaku lebih tegas untuk 
tidak dikecewakan lagi. 

Orang yang sering kecewa, 
biasanya tidak belajar dari 
kesalahan atau pengingkaran janji, 
tetap mengulangi 
cara memutuskan yang salah, 
dan mempercayai orang 
yang suka berdusta atau berkhianat. 

Jika engkau ikhlas belajar 
dari kekecewaan kecil, 
engkau tidak akan dipaksa merasakan 
pedihnya kekecewaan besar. 

Tabahkanlah dirimu dalam kepedihan ini, 
dan janganlah mengulangi 
cara mempercayai yang sama. 

Janganlah kau berharap kepada manusia 
atau apa pun. 

Hanya berharaplah engkau kepada Tuhan, 
agar Dia membahagiakanmu 
dalam kebersamaan dengan orang yang setia 
kepada yang dikatakannya. 

Mario Teguh - Loving you all as always

13 December 2011

Quotes of D'Day #17


Wahai jiwa baik yang sedang terluka oleh kepalsuan dan ketidak-setiaan, dengarlah ini …

Sesungguhnya kesedihanmu itu tidak baru.

Lihat dan perhatikanlah hatimu lekat-lekat, dan beritahulah aku, apakah deritamu itu baru?

Sama sekali, kekecewaan dan lukamu itu, tidak baru. 

Bukankah itu sebabnya ia demikian pedih? Karena ia adalah sodetan baru di atas robekan lama oleh kepalsuan yang belum selesai kau pulihkan dengan maafmu.

Sesungguhnya yang terluka adalah harapan baikmu. Karena engkau berharap bahwa hatimu yang pernah terluka itu, diperlakukannya dengan lembut, dengan sentuhan tersejuk dari cinta yang kau harapkan darinya.

Tak akan adil bagiku untuk mengkhotbahkan kekuatan sekarang, saat hatimu lebih membutuhkanku duduk di sebelahmu sebagai pendengar yang baik.

Mungkin lebih adil bagiku, untuk menundukkan wajahku bersamamu dalam doa dan harapan agar hatimu yang piatu itu diselamatkan, agar Tuhan tak membiarkanmu berlarut terhimpit antara kesampaian-hatinya untuk melukaimu, dengan kebaikan hatimu untuk berupaya setia bahkan kepada dia yang tak pantas menerima cintamu.

Marilah kita berdoa bersama, agar Tuhan melembutkan hati orang yang tak perduli dengan kesedihanmu, yang sedikit pun tak merasa kasihan melihat kesedihan di wajahmu yang menggelayut bersama tenggelamnya hatimu.

Atau jika bukan itu yang direstui oleh Tuhan, marilah kita memohon agar Tuhan menjadikanmu tegas untuk membebaskan dirimu dari cinta yang hanya ada pada hatimu, tapi yang tak terhubung dengan apa pun di hatinya yang dusta.

Engkau berhak untuk berbahagia.

Wahai jiwa baik yang dicintai Tuhan, cobalah jawab dengan seluruh kejujuran hatimu,

Sesungguhnya, apakah engkau berharap hanya kepada Tuhan, atau kepada manusia penista cinta.

Sesungguhnya, di dalam kebeningan hatimu, tersedia jalan keluarmu, jika engkau hanya berharap kepada Tuhanmu.

Mario Teguh - Loving you all as always

21 September 2011

Help Yourself

"IPK saya pelan-pelan turun, mungkin hanya Aang, penguasa empat elemen yang dapat menghentikannya.." Radar Sandi @ Facebook

Iye IPK turun. Lu mau marahin aye? Kagak usah miringin alis bang, Ncang Bill Gates ama Bang Mark Zuckenberg aja yang kagak kuliah bisa jadi sukses. Apalagi aye yang kuliah, Bang. Bisa jadi penguasa dunia aye. #harapan

Lagi seteres nih. Ajegile, udah berapa taon kuliah yang bisa aye lakuin baru manajemen waktu. Alhamdulillah nggak keteteran, tapi, pas aye sakit gini tuh jadwal jadi nggak karuan lagi. Lagu lama.

Mention-mention itu yak lagi jaman tuh di Facebook.

Ngomong-ngomong facebook itu, social media ama Microsoft jadi topik bahasan penting di beberapa matakuliah. Karena topik itu pula, saya jadi mikir.

(Dosen, Mahasiswa)

D: "Mereka itu nggak kuliah, loh. Ngomong-ngomong, saya dukung kalian untuk DO dari fakultas ini."
M: "Hah, serius, Pak?"
D: "Saya serius. Sekarang kalau ada yang acungkan tangan kemudian bilang 'Saya mau keluar dari fakultas ini, Pak' saya langsung bilang, 'Oke, saya dukung!'"
M: (hening)---> dalam hati masing-masing pasti percaya nggak percaya.
D: "Asal kalian pas keluar jadi Bill Gates atau Mark Zucken-zucken siapa gitu ntar.."
M: "Uwooooo..."

Menohok.

Iya, IPK besar aja susah dapet kerjaan, apalagi saya yang IPK pas-pasan ini, pas 3,9 *dilemparin sepatu* Jangan percaya IP saya segitu.

Ya, ya.. Dulu ye, rajiin amat nongkrong di perpus. Ngadem. Sekalian sok-sokan baca buku tentang Asian Development Bank yang notabene saya baca bagian photos' caption doank. Atau ngerjain tugas, atau ngerjain orang, atau ngerjain kerjaan yang harusnya nggak dikerjain ama orang kurang kerjaan.

Tapi pelan-pelan sodara-sodara sekalian, saya mengejar ketertinggalan saya.

Really?

Yes.

Siapa lagi kalau bukan saya yang tolong diri sendiri? Rasanya kalau harus terus bergantung... Tidaklah mungkin :) Mulai sekarang, udah persiapan skripsi :) Biar masih jauh boleh kan ya dicicil? :)

21 June 2011

Quotes of D'day #16

"It's just so hard loving someone you know he will break your heart..."
-Me

26 April 2011

Fine

Ah, lama banget sepertinya tidak mengupdate blog.


Finally Fine. Thankyou for Bentar yang telah mendengarkan aku di dua tempat, mulai dari Hoka-hoka bento ampe Sate Padang disebelahnya, hanya untuk mendengar celotehanku. *bungkuk 50 derajat*


Akhirnya aku sudah memutuskan, untuk tidak mengambil dan melengkapi dokumen di IIUM.


Bye, abroad! :) Maybe another time.


Also, menjadi orang dengan penuh pikiran positif itu tidak mudah, namun aku akan berusaha.


"Mungkin kamu berfikir, orang datang hanya pada saat dia merasa jatuh. Namun ketahuilah, bahwa sesungguhnya kamu adalah cahaya, yang mereka datangi pada saat mereka dalam kegelapan..."


Jadi, mungkin target ke depannya adalah : TOEFL 550 dan IPK 3,5 dan Menguasai 2 bahasa dalam 3 semester ini. Lord, help me. :) 

21 April 2011

Quotes of D'day #15

Sorry I love you

12 April 2011

Quotes of D'day #14

"Yeah, if Allah permits us to have 1000 plans in our life, will we surrender the effort just reaching the way on and stop the progress on the 100th?" -Rafiazka Millanida Hilman-

4 April 2011

Galau UTS :P


"Wis ra mutu tenan. Wektune sinau malah turu, pas laptop wis dishutdown malah ra isa turu." 
-Dewi Niara Astuti-

 
(Nggak bagus banget sih. Waktunya belajar malah tidur, ketika laptop sudah dimatikan, malah nggak bisa tidur)

Galau ujian tengah semester. Padahal kalau dihitung-hitung ini sudah ke-lima kalinya ikut ujian. Masih aja nggak bisa menghilangkan rasa deg-degan atau bingung gimana caranya belajar :| Dan lagi, kalau ditanya, "bagaimana tips menghadapi ujian yang manjur?" jawabannya pasti belajar. Ada nggak sih tips ujian yang nggak melibatkan belajar? :))

Aku pernah nonton Ohitori-sama (artinya sih Sendirian. Kalimat lengkapnya, Ohitori-sama desuka? -Apakah Anda sendirian?) Yah, ceritanya sih nggak usah dipikirkan, tapi ada beberapa quotes tentang belajar -karena ceritanya tentang guru-. 
"Studying isn't something you do just for yourself. For example, if you study and get job that is useful to society, you've done it for the people of the world. If you study and get a job with good salary, you'll be able to provide a comfortable life for your family..."
:)
Semoga berhasil dalam UTS ini :) Amin.

Ohya, udah dalam 48 jam ini Jogja diguyur hujan terus. Nggak berhenti-berhenti eh.


25 March 2011

Quotes of D'day #13

"I want to wander through continents. Encounter people whose lives unlikely intersect with mine, be hopelessly unfamiliar yet puzzled n charmed with everything. Yes, I want to be a tourist!" -Kias Ayu Damara-

27 February 2011

Quotes of D'day #12

"Ketika malam hari, logika sudah tidak berfungsi. yang ada hanyalah penarikan logika semu, yang kemudian dihitung dengan rumus regresi sederhana, apakah banyaknya komen berhubungan erat dengan keakraban dan keinginan untuk bersama. :|"
-Nadinez on FB comments-

14 January 2011

Quotes of D'day #11

Pekerjaan berat apapun akan terasa ringan bila tidak dikerjakan -M. Rofiq-

9 January 2011

Quotes of D'day #10

"Hidup saya tidak akan berjalan dengan menyenangkan dan seperti apa yang saya cita - cita kan bila hanya diinginkan, dipikirkan. Mata ini harus melihat lebih luas, telinga ini harus mendengar lebih tajam, tangan ini harus berbuat lebih banyak, kaki ini harus berjalan lebih jauh, otak ini harus berpikir lebih terbuka, hati ini harus bertekad lebih kuat dan bibir ini harus selalu mengucap doa."
-Nabila Nandini-

4 January 2011

For Nothing *this time

:before resuming the DiDiPi

This is January, and can't wait for March, June and November.
Looked back at one year before this year.

And realize, that my story was colorful.
I had great times : to read.

IQRA'
To read anything God have written in this immortal world.

That God grant me such a great chance to life, read and learn, I'm nothing but to worship Him.

:)

"I  am a servant for my God, a sword for my lord, and a shield for my people." -Fariz Muzakki

29 December 2010

Quotes of D'day #9

"Left when nothing right. Right when nothing left." -Anonim-

28 December 2010

Komitmen

Sebenarnya agak kesal hari ini. Mulai dari melihat orang-orang yang semangatnya agak turun, melihat orang-orang yang mengabaikan sesuatu

Sampai orang-orang yang tidak bisa dihubungi.

Kesemuanya menurutku karena komitmen.

Saking kesalnya akhirnya aku menelepon orangtuaku dan menanyakan pertanyaan sederhana :

"Mengapa susah sekali mencari orang berkomitmen?"

Percakapan terhenti beberapa saat sampai kemudian terdengar batuk kecil.

"Ehem. Mengapa sulit mencari orang yang berkomitmen dikarenakan manusia sekarang hanya berorientasi dengan materi dan dunia. Lupa bahwa ada Sang Maha yang diatas segalanya. Kalau memang seseorang komitmen terhadap Allah, Al-Qur'an dan As-sunnah, Insya Allah, orang itu akan melakukan segalanya dengan sebaik-baiknya."

Aku terdiam.

"Oke, Nak?"

"Iya."

"Ya sudah ya, Nak. Assalamu'alaykum"

"Wa'alaykumsalam."

01:27

Satu menit untuk menjawab satu pertanyaan sederhanaku.
Kemudian aku ditinggalkan sendiri untuk merenung.

Kumainkan pesawat kertas-ku.

If you've found what you want to do and where you want to go, don't hesitate. Put on your shoes and let's go! -Doraemon-

23 December 2010

Quotes of D'day #8

"You messed me up. Need a second to breath, yeah, whattaya want from me? Whattaya want from me?" -Adam Lambert-

11 December 2010

Quotes of D'day #7

"Tiadalah aku perduli apa yang akan aku hadapi setiap hari. Apakah yang menyenangkan ataukah menyusahkan karena aku tidak mengetahui dimana letak kebaikan, apakah pada yang menyusahkan ataukah yang menyenangkan" -Umar Ibn Khattab-

18 November 2010

My 24hour Journey (Part Balikpapan-Samarinda)

Hem, aku jadi penasaran apakah aku sebenarnya memang duapuluhempat jam berada di perjalanan?

Jogja-Surabaya, 8jam 50menit (jam 10malem-6.50pagi)
Surabaya-Balikpapan, 1jam 30 menit.
Rehat di Balikpapan, 5 jam ( 10pagi-3siang)
Perjalanan Balikpapan-Samarinda, 4 jam (3siang-7malem)

Hampir 24 Jam sebenarnya :P

Perjalanan Balikpapan-Samarinda bisa ditempuh sekitar 1 jam oleh orang yang pengen cepat mati (ini pengalaman sodaraku). Normalnya sih dua jam, tapi aku dan papa menempuhnya 4 jam. Oke, dikarenakan ban pecah di sekitar kilometer 28. Hemhem..

rewindddd!

Di Balikpapan mamah sudah menyiapkan sebungkus nasi kuning untuk aku makan. Sekitar jam 10 lewat mamah pergi ke Samarinda duluan. Ada Oom mau  naik haji, ceritanya buat selametan gitu. Habis makan nasi kuning, aku gosok gigi. Eh nggak lama gigiku tiba-tiba bengkak dan sakit. Gerr~ jadi pipi yang udah bengkak ini tambah bengkak. Nggak enak banget rasanya.

Setelah mamah pergi aku memutuskan untuk tidur sejenak, mungkin bengkak dan sakitnya bisa reda.

Nggak lama tidur, eh ada orang yang ngetok pintu, aku memegang pipiku. Huwah~ tambah gede bengkaknya dan pipiku juga terasa basah. Ahem, ternyata Indonesia ketambahan satu pulau baru. *malu aku membuka pintu dengan mata setengah tertutup. Oh, ternyata mbak yang bantuin mamah ngerjain kerjaan rumah. Setelah membukakan aku kembali ke kasur, untuk meniduri bantal :P

Sekitar jam 3 aku bangun dan papah ternyata sudah pulang dan menyuruh aku berganti baju, tancap ke Samarinda.

Sekitar km.12, papa turun untuk ke Masjid sebentar. Aku ngeliat ada salome goreng. Taaaannncaaaappppp!! Aku suka banget sama jajanan anak eSDe yang notabene junkfood tape uweenakk banget. Mulai dari salome, cireng, es serut, anak emas, fujimie aaahhh~ kalau udah gede gini, yang namanya jajanan anak SD pengen dilahap semuanya. Habisnya pas  dulu SD selalu ngerasa uang jajan kurnag untuk membeli hal-hal seperti itu. Jadi pas udah uang jajan banyak, belinya nggak tanggung-tanggung.

Oke, aku beli salome goreng harga Rp10.000,-. Dua kantong gede salome goreng di tangan dan seringai setanku muncul. Aku kalap makan salome goreng. Hem, bagi yang nggak tahu salome goreng itu apa, sebenarnya seperti roti daging gitu. Digoreng. Namun perbandingan antara tepung dengan rasa dagingnya itu mungkin 5:1, artinya, kalau tepung 5 kilo, yaa~ dagingnya cuman 1 kilo lah, mungkin juga setengah kilo. Intinya : tepung digoreng. Nah, kalau salome rebus, perbandingannya juga sama. tapi kadang tepung kanji-nya banyak banget. Mungkin 7:1.

Selama perjalanan, aku melupakan gigiku yang sakit dan langsung makan salome goreng saus kacang itu dengan lahap. Nikmatnyooo~ lebih nikmat dari makanan yang di pesawat. Huhu~ Dan selama makan itu pula aku dapat wejangan, petatah-petitih, petuah, kalimat mutiara dari bapakku tercinta. Ada yang masuk, ada yang keluar, ada yang mental dari telingaku. Huehehe. Maaf ya papah tercintaa *sungkem

Ya~ jarak perjalanan Balikpapan-Samarinda kalau nggak salah sekitar 119 km. Dan ketika di Km.28, sekitar 4 kilometer dari perbatasan Balikpapan, ban mobilku pecah. Wah, yang terlihat di kanan-kiri cuman kebun doank. Papa berusaha untuk mengganti ban mobil sendiri. Sebenarnya bisa, namun karena nggak ada dongkrak, penggantian ban itu sulit dilakukan. Aku sendiri bingung mau berbuat apa. Alhamdulillah ada bapak-bapak yang lewat dengan sepeda motor. Papa bertanya apakah ada bengkel di sekitar daerah itu dan bapak itu bilang ada, namun jaraknya sekitar 1 kilometer.

Papah menyetujui, daripada tidak?

Selang berapa lama kemudian ban telah terganti dan kami pun melanjutkan perjalanan. Aku mengingat kembali masa-masa aku harus bolak-balik Balikpapan-Samarinda. Seingatku aku belum pernah merasa tidak rela jika harus kembali ke Samarinda karena harus sekolah. Aku menikmati semua kenanganku ketika bersekolah. Aku ingat dengan teman-teman sekelasku, Yutha, Desi. Ah, kemarin itu bertepatan dengan ulangtahun Becca. Aku memutuskan untuk bertemu dengan Becca, dan Desi. Namun Becca tidak bisa dihubungi.

Aku ingat pernah tidak suka dengan Samarinda. Ralat. Sampai sekarang aku tidak suka dengan Samarinda, aku hanya suka ketika aku belajar di sekolah. Aku tidak pernah merasa aku tidak akan lulus ketika itu. Aku selalu mengejar yang terbaik, bersaing dan belajar dengan teman-temanku sendiri. Ya, Yutha, Desi, adalah teman sekaligus saingan berat di kelas Bahasa. Lucu ketika aku mengenang masa Yutha belajar Matematika dengan Desi dan Desi harus menggaruk-garuk kepala karena tidak bisa menjelaskan ke Yutha dengan sederhana. Akupun tidak terlalu menguasai Matematika, maka aku bingung menjelaskan ke Yutha, bukan karena tidak bisa menjelaskan. Akhirnya, Desi menjelaskan ke aku dan aku menjelaskan ke Yutha. Masalah selesai dan kami bertiga sama-sama pintar.

Begitu juga alur Yutha ke Desi ketika belajar Bahasa Jepang atau Jerman.

Aku selalu menjadi perantara untuk memperjelas semua.

Aku semakin kangen Desi, Yutha, Becca.

Ketika sampai di Jembatan Mahakam, aku menelepon Desi. Alhamdulillah Desi menjawab dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu. Ah, satu tahun lebih tidak bertemu Desi, bagaimana ya dia sekarang? Masih dengan rambut panjangnya? Atau sekarang sudah pendek?

Setelah Isya, aku diantar Om Eca -lagi- ke Plaza Mulia, tempat aku janjian dengan Desi. Hem~ Samarinda makin banyak Plaza, makin sering banjir. Aku berkeliling Plaza Mulia sendirian. Nggak menarik. Aku akhirnya menunggu Desi di depan Pizza Hut.

Akhirnya ada seorang cewek jangkung menyapaku.

"Cil!"

Huwaaaaaa~~ Aku langsung memeluk Desi. Masih cungkring, nggak ada yang berbeda. Kami berdua menuju Solaria, sambil bercerita tentang teman-teman Bahasa, keluarga kami masing-masing dan kehidupan masing-masing

Ketika sampai di J.Co, kami berdua memutuskan untuk berbincang-bincang di sana.


"Des, ada cerita apa?" tanyaku.


"Qia meninggal. Rabu kemaren (tanggal 3.11)" kata Desi.


"Hah?? Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun! Masya Allah. Trus?"


"Iya. Ceritanya nih, Ciel, inya (dia) mau ke pasar malam tuh bareng temennya. Eh, belum sampai di tujuan dia udah ketabrak. Parah mukanya sampai rusak gitu, malah temennya yang nggak apa,"


"Walah.."


"Inya dilarikan ke RS Abd. Moeis kalo', trus di sana dokter bilang alat-alatnya kada bisa cil ae, ehm, apa yah. Maksudnya itu nggak cukup bagus untuk kasus seperti dia. Akhirnya ke RS (kalo nggak salah Desi nyebut Wahab Sjahranie, tapi aku juga lupa eh. Nad) trus masuk ICU. Disana juga dokternya bilang,'ini nggak bisa diselamatin lagi'. Orangtuanya bilang pokoknya alat-alat untuk menunjang kehidupan Qia harus dipasang sampai dia memang udah nggak ada."


"Serem gitu sih?" Aku merinding mendengarnya.


"Iya, tahu Rizky kalo'? Nah jadi gila dia gara-gara Qia meninggal. Padahal inya ama Qia kan udah putus lama ya? Tapi Rizky-nya nggak bisa balikan gara-gara dia jadi guru dan Qia muridnya. Padahal kan Qia tinggal setahun lagi nah di SMA, baru bebas."


Aku terdiam.


"Ikam (kamu, Bahasa Banjar) gimana lah ceritanya?" tanya Desi.


"Hahhh~ Tauk, Cil ai. Susah sih kalau urusan hati," jawabku


"Ikam kada bicara pun ulun tau nah. Aku ama Yutha khan sering tuh ngobrol tentang kamu. Tapi aku ama Yutha itu takut aja pang nanya lagi ama kamu. Takut salah bicara."


"Maksudnya?"


"Ya, aku sama Yutha itu ngeliatin dari jauh aja. Nungguin kamu cerita. Ya ternyata kamu nggak cerita, kami kira kamu udah baik-baik aja."


"Nggak lah, Ciel. Ikam tahu sendiri lah ceritaku. Tapi susah, dong, ngelupain yang lama sama kita. Let it flows lah, Cil. Kalau difikirin juga buat aku kurus. Tenang aja koq, ada buktinya kalau aku nggak masukin di hati. Ini badanku masih subur." candaku.


"Ikam tuh lah. Baka yaro! (Bahasa Jepang, Bodoh!)" umpat Desi.


"Woooooo~~ Aho! (ini makian kasar banget katanya)" balasku.


"Inu!" --> Anjing. Dalam arti sebenarnya dan bukan kata makian. Kecuali dalam bahasa Indonesia. :P


"Buta!" --> Babi. Keterangannya sama seperti di atas.


Akhirnya kami tertawa berdua. Desi menambahkan kalau Qia juga nggak pake helm, itu yang memperparah keadaannya. Kematian. Sebenarnya hal yang paling dekat dengan kita tapi kita menyangkalnya. Seakan hidup selesai di alam dunia dan tidak ada alam selanjutnya. Pun ketika contoh besar sudah terpampang jelas di depan mata, masih ada orang yang hidup seakan untuk selamanya. Merapi, Wasior, Mentawai seakan belum menjadi contoh yang jelas.


Aku jadi teringat penggalan lagu M2M: "You do will never know what you've got till it's gone". Hmmmm~ mungkin orang itu nyadar kalau dia kehilangan sesuatu yang berharga, dalam hal ini nyawa, ketika dia sudah mati *sigh. Aku sih nggak tahu, yang jelas karena aku belum meninggal. Ya Allah, hamba meminta agar dikembalikan dalam kondisi yang khusnul khotimah.. Amin.


Kami pun dipisahkan oleh makhluk Allah, sang Waktu. Desi mengantarku ke depan Taman Makam Pahlawan dan menungguku sampai aku dijemput. Setelah papa datang, aku bersalaman dengan Desi dan berpelukan. Aku, sepertinya sempat lupa rasanya dipeluk oleh seorang sahabat. Betapa pelukan itu ternyata mengangkat beban dari pundak.


Di mobil, perjalanan ke rumah Oom yang mempunyai hajatan, aku merenung.


Betapa banyak pelajaran yang aku ambil dari perjalanan panjangku. Belajar tentang tolong-menolong, kebersamaan, mencari teman, survive, kematian, mengambil keputusan, untuk tetap tenang disaat sulit, menghargai sesuatu. Dan kemudian belajar.


Dimanapun di belahan Bumi ini, Allah mempersiapkan orang-orang terbaik-Nya untuk membantumu. Bahkan disaat kau jatuh, dan seakan dunia menghimpitmu, Allah datang, memberimu bermilyar-milyar karunia yang patut kamu syukuri, yang patut kamu pergunakan sebaik-baiknya, Kehidupan.

3 November 2010

Quotes of D'day #6


If God answers your pray, He's increasing your faith. If He delays, He's increasing your patience. If He doesn't answer, He has something better -Anonim-

2 November 2010

Quotes of D'day #5

"Aku beriman, maka aku bertanya." -Bhima Y. Adhinegara, Suhuf Edisi Pertama-