Showing posts with label Kata tak jelas. Show all posts
Showing posts with label Kata tak jelas. Show all posts

23 May 2014

Maya

Ya, daun itu berguguran seiring langkahnya pergi.
Entah kemana
Seiring dengan panas bulan Mei
Hujan bulan Juni
Lekang dan melapukkan
Apapun itu
Menggapai maya yang ia lakukan
Terdengar cekikikan
Namun
Buta tuli
Hanya melangkah yang ia lakukan
Berharap salju lenyapkannya

22 April 2014

Juragan Mi

Jadi ingat ada kontes, "Ini ceritaku. Apa ceritamu?"

***
Cerita ini terinspirasi dari mi instan bermerk Indomie yang dinobatkan sebagai Best All Time Instant Noodle 2011-2012. Si Ninik sekitar hari Sabtu (19/4) memasang gambar iklan Indomie di e-bay. Cukup hebat harganya, satu paket isi 5 bungkus hampir Rp200.000. Kita hitung-hitung untung yang didapatkan si penjual Indomie ini ya.

Indomie yang dia jual adalah Indomie rasa Kari ayam. Harga rata-rata harga Indomie per dus adalah Rp70.000, dan isi satu dus adalah 40 bungkus, sehingga per bungkus +/- Rp1.750. Mari dibulatkan ke Rp2.000 supaya lebih mudah untuk menghitungnya.

Harga jual mi seharusnya:
2.000x5 bks= Rp10.000

Harga jual mi di ebay:
200.000

Keuntungan yang didapatkan oleh si penjual:
(jual mi di ebay-jual mi seharusnya)x(isi satu kardus/isi per paket)
= (200.000-10.000)x(40/5)
=190.000x8
=1.520.000

Asumsi:
-tidak ada biaya untuk bungkus kardus lagi, atau kalau ada, katakanlah 120.000
-pembeli membeli satu kardus alias 8 paket.

SATU KARDUS BISA UNTUNG RP1.400.000!

Kemudian aku sama Ninik berusaha untuk mencari pembeli lewat gmarket, ebay, amazon. Wkwkwkwk. Ninik bilang, "Jual 10 dus aja kita bisa kaya raya, Nad! Bisa bolak-balik Korea beberapa kali dalam setahun tuh :/"

Jadi mikir juga: pengen jadi juragan Indomie di Jepang!

Lebih baik jadi juragan mi daripada juragan rokok* kan?

***
Aku juga ingat banget beberapa hal yang bikin aku pusing sebagai mahasiswa pertukaran pelajar: Bumbu Nasi Goreng yang jadi Rp75k, Gado-gado yang jadi Rp130k, Mie Indomie Goreng yang jadi hampir Rp40k, dan saus sambal yang jadi Rp50k/botol. Fyuuuhhhh...

Beberapa anak HUE yang kemari sering borong Indomie kalau sudah dekat hari kepulangan mereka. Jelas banget alasan mereka: murah dan lebih gurih rasanya. Dengan uang Rp40k, mereka hampir bisa borong satu kardus mi, sedangkan disana cuma bisa kenyang sekali alias cuma dapat sebungkus!

Sebelum pertukaran, aku kira semua omongan, kisah tentang Indomie itu hanya bualan yang ngomong aja. Seorang dosen pernah berkata dia selalu membawa Indomie ketika dia harus belajar di luar negeri. Dua dus, untuk persiapan, dan jika sudah habis bisa nitip teman. Bahkan ketika zaman masih jadi mahasiswa dan beliau jalan ke Inggris, demi menghemat uang, beliau membawa beberapa bungkus Indomie untuk pengganjal perut. Ada lagi yang bercerita bahwa bagaimanapun yang di luar negeri, akan kangen dengan segala macam Indomie, apalagi bagi dia yang penggemar berat Indomie Ayam Bawang. Tapi ternyata, setelah merasakan sendiri, dengan berbagai masalah yang ada (bumbu kurang gurih, kadang nggak ada rasa Kari Ayam yang aku suka, telur ayam yang berbeda dengan telur ayam disini) aku survive sih, tapi pas pulang, hampir tiap hari aja aku makan Indomie.

Apalagi keluargaku penggemar berat Indomie.

Perutku sekarang keroncongan.

***
Tertarik jadi juragan mi di luar negeri?

28 February 2014

Syukur

Aku jadi tertarik untuk membahas "rasa" yang satu ini, semenjak banyak orang-orang yang disekitarku mengeluh tentang sesuatu yang disebut "pekerjaan".

***
Waktu berkecimpung di dunia yang agak lama (kalau tidak mau disebut lulusnya lama) adalah sesuatu yang patut saya ambil hikmahnya: pengalaman dan pembelajaran tentang persiapan sebelum benar-benar turun ke dunia kerja. Rasanya memang harus mengetahui, memahami dan mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia yang disebut-sebut kejam.

Tulisan ini sih sebenarnya cuma ungkapan kekesalan atas teman-teman yang sepertinya masih harus lebih tahu diri.

Iya, saya berstatus pengangguran sekarang, tanpa kerjaan yang membuat saya dibayar. Kerjaan saya hanya mengurusi skripsi yang membuat saya menyedot uang orangtua. Saya sedikit iri dengan orang-orang yang dapat menyelesaikan skripsi sambil bekerja, entah itu freelance atau ikut proyek dosen. Menyaksikan teman-teman yang lulus, kemudian dapat pekerjaan yang layak, membuat saya memacu diri untuk segera lepas dari tangan orang tua, dengan cara menyelesaikan secepatnya skripsi ini.

Tapi suatu hari, saya berbincang dengan teman-teman saya setelah sekian lama tidak bertemu. Bertukar cerita adalah satu kewajiban dan kemudian cerita berlanjut tentang siapa-siapa saja yang telah lulus.

"Si X keterima kerja di sini (perusahaan bergengsi). Kemaren baru aja dia pamer jadwal kerja untuk satu bulan ke depan di Path. 'Hebat' kan?"

"Si Y apalagi, dia berhenti kerja di perusahaan M (juga perusahaan bergengsi) karena gajinya cuma 7 digit, kurang dikit jadi 8 digit. Tapi karena berharap tinggi, dia ganti perusahaan, berharap jadi 8 digit. Udah bayar denda di perusahaan M dan keterima di perusahaan N, ternyata gajinya juga sama. Rugi gila, padahal di perusahaan M untuk meniti karir terbilang mudah."

"Oh si Z dong. Keterima di BUMN T. Udah 8 minggu ini, setiap hari Senin, upload foto apel pagi mereka. Masih mending kalau cuma satu foto, ini kolase foto dan lebih dari satu ng-upload fotonya, kemudian pamer di Path. Sepertinya kalau mau ngitung udah ada 100 foto kali ya dia upload di medsos..."

Juga beberapa kicauan di Twitter:

"Mau pulang. Nggak betah kerja disini. Mau makanan rumah." ---> padahal kerjanya masih di Pulau Jawa yang notabene nggak seseram Papua (menurut saya)

"Capek kerja. Capek kerja. Capek kerja." --> mati aja sana.

"Fyuuuh... Pulang malem lagi. Da*m Pak Bos. Nggak ada kerjaan selain nyuruh gw apa?" --> Omo, lu junior men. Baru kerja! Kecuali lu kerja langsung jadi Bos. Elu juga bakal nyuruh-nyuruh sih kalau jadi Bos. Untuk apa jadi anak buah???

"Gaji segini cuma buat minum-minum di kafe habis" --> kafe apa? Minum apa? Hidup lu satu bulan kemudian makan daun?

Di FB:
*Ms. R*
Senin : *pasang foto di sebuah instansi di Jakarta* "Morning Jekardah. Monday please be nice* --> Me: "hmmm..."
Rabu : *pasang foto lagi, selca, lokasi Makassar* "Pegel. 2 days to go. Capek deh keliling Indonesia"
Kamis : *pasang foto restoran di Balikpapan* "Baru pulang. Capek pindah-pindah. Ntar mau fesyel ah.." --> me: "dia lagi...."
Sabtu : "Kayaknya nggak jadi fesyel deh... Kamar tidur lebih enak. Mau males-males cantik ah...Capek... Capek pindah lokasi. Hihihihi" ---> me: .....
Fyi, dia bukan pramugari. Seminggu dia update lokasi dia di FB, dan selalu ada kata capek. Pamer capek?
(n.b: iya kepo. Dia selalu muncul sih as top stories gegara selalu update!

*Ms. F*
"Seniornya ganteng. Mau lirik-lirik dulu"

***
Sumpah saya kesal dan memutuskan untuk menarik diri sebentar dari medsos dan fokus menulis. Beberapa teman di Twitter cukup pintar untuk menggembok akun mereka dan nyampah di Twitter tentang pekerjaan mereka: berharap supaya kolega tidak mengetahuinya, mungkin?.

Kalian loh, sudah diberi pekerjaan. Bersyukur sih. Masih banyak pengangguran yang mau bekerja apa saja dan dimana saja. Capek? Pasti lah. Disuruh-suruh? Pasti lah. Namanya juga kerja. Gaji 8 digit? Fresh graduate? Mungkin sih, kalau perusahaan sendiri :|

Perilaku orang-orang ini membuat saya kesal sekaligus berterima kasih telah diingatkan untuk tidak berperilaku seperti mereka, 'Menyebalkaaaannn~~' *a la senam yang iya iyalah*.

Please. Dunia nggak musti tahu.

Mudah sih. Unfollow, remove as friends :3 Bai-bai yang bikin sakit mata. :p
***

Sebagai peringatan agar saya nggak jadi begitu menyebalkan.

23 February 2014

Bias, Favorit, Entah Apa Namanya...

Saya suka K-Pop. Bukan hanya karena 'enak dipandang mata', juga karena jenis musik yang bisa dipilih. Nggak juga terlalu nge-fans sama satu boyband, tapi bs dibilang cinta pertama saya (asek) jatuh kepada Bigbang. Suka Bigbang sih, tapi nggak sampai gila yang harus foto atau video punya :p Saya sempat ditanya teman, "Kamu suka siapa sih?" saking suka sama banyak mas-mas Korea Selatan itu. Kalau orang-orang dekat saya pasti tahu saya jatuh cinta-nya sama siapa :p

Berbeda dengan beberapa teman K-Popers saya yang fokus kepada satu boyband atau satu agency, saya lebih cenderung suka kepada individu dalam boyband. Mungkin ada yang menganggap saya nggak punya pendirian, tapi ngefans bukan berarti harus suka cuma pada satu boyband/orang itu saja kan? Alasan saya sih: dalam rangka menunggu boyband kesukaan saya mengeluarkan album, saya bisa denger yang lain. Istilahnya, flirting kali ya?

Tapi sedih juga sih ketika saya suka The One, Noel, tapi sedikit banget yang suka juga sama mereka, bahkan nggak tahu mereka siapa T___T *ikut dengerin dong~~ T_T

Beberapa individu/boyband yang saya suka, dan lagu-lagunya:
*dimulai dari nomor 3 yak, nomor 1 dan 2 disimpan dulu :p

3. The One
Bukan boyband sih, tapi dia pelatih vokal SNSD dong~ Suaranya nggak usah diragukan lagi. Awalnya cuma suka dia, emm, beliau pas denger suaranya di lagu background Family Outing, tapi pas ubek-ubek youtube dengar lagu That Woman-nya Hyun Bin versi dia (di I'm A Singer), aku merinding. Giliks, Pak. Tambah lagi dengar soundtracks drama yang dia nyanyikan. All hail to The One. Must hear dah! Kalau jelek, silahkan bash saya.

4. Jun Woo Sung - Noel
Cinta sama dia pas nyayi remake Senoya milik Yang Hee Eun (penyanyi jadul Korea Selatan) di Immortal Song 2, bareng Kang Gyun Seong. Suara mereka berdua bikin bergidik, tapi bernyayi di nada rendah itu adalah satu hal yang bikin jatuh cinta banget sama Jun Woo Sung. Trus kalau dengar lagu-lagu Noel, bisa banget tuh bedakan suara-nya dia yang serak-serak basah gitu. Senang saya bertambah ketika mereka ngeluarin album Time 4 You, masing-masing personil dapat lagu solo dan dia nyanyi 만약에 말야 (What if...). Ketika dia keluarin single bareng K.Will berjudul Perfume (향수), saya meleleh, sedih, tapi juga kagum dengan suaranya. Pokoknya kalau mau mewek-mewek, silahkan dengar.

5.1 D.O - EXO
Lagu yang paling pertama didengar sih MAMA. Nggak tahu siapa-siapa aja yang ada di EXO, tapi saya suka sama satu suara: yang nyanyi pertama. Secara, saya susah banget ingat sama siapa-siapa saja personil suatu boyband -Suju aja baru bisa hapal tahun kemarin! Bahkan Girls Generation aja saya nggak hapal :| Suka suara dia pas duet dengan F(x) di lagu Goodbye Summer, eh pas didengar lagi dan dikuatkan dengan cari-cari lirik di internet, dia adalah orang suaranya saya suka pas di MAMA :'3

5.2 Kai, Tao - EXO
Tao, because his eyes. Kai, because he's handsome. Two of them, because I could remember them well, other than others T_T which is nice for me :|

6. Yesung - Super Junior 
Suka pas pertama kali lihat dia di Explore Human Body. Tampil dengan kulit putihnya dan rambut hitam, dia lebih menarik dari siapapun! :p It happened that I remember him after 2 episodes :p Yang paling aku ingat ya Shindong lah, secara dia lebih besar dari siapapun di Suju. Tapi tambah suka pas dia nyanyi Gray Paper (먹지) untuk OST That Winter, The Wind Blows (그 겨울, 바람이 분다). Suara elu nggak nahan, Baaang~~ (/////v/////)

7. Park Jung Min, Kim Hyung Joon - SS501
Jatuh cinta sih sama si Kim Hyung Joon duluan, karena iseng dikasih lihat foto-foto cowok ganteng ama Indah Eonni. Tapi, jadi berpindah hati pada Park Jung Min gegara liat fotonya yang lebih we-o-we daripada Kim Hyung Joon atawa leader SS501 yang sensasional itu, Kim Hyun Joong. Bagi nyubi, SS501 pasti asing yak? Cari sendiri infonya yak :p Pas dikasih lihat Beautiful ama Indah Eonni sih katanya bakalan 'benci tapi cinta' ama Park Jung Min, tapi gimana ya, si suara rendah/bass SS501 ini sudah menarik hati saya dengan rambut panjangnya itu. GANTENG, BANGET! Indah Eonni said that all of Triple S do not like his hair, but I LOVE IT (/////v/////) Don't cut your hair Jung Min Oppa! I heart your hair since I first saw it!

8.1 Kim Sung Gyu - Infinite
Apalagi kalau bukan suaranya? dan matanya Q _Q wkwkwkwk Cukup buat saya :p Seneng banget dengerin 60 Seconds dari album solo-nya dia :3 Ketahuan banget sih yang mana dia :3

8.2 L - Infinite
Ganteng, sering muncul di video klip. Wkwkwkwkwk.

9. Jang Hyun Seung - Beast
Suka dia zaman Trouble Maker yang album pertama. Nice/Bad boy image, kayak Joong Ki di Penny Pinchers. Itu album pertama, album pertama. Pas album kedua? Cuma bisa melongo di MV Now (내일은 없어) dia ma Hyuna :| Completely bad boy. Fyuh. Mukanya tirus tapi masik OK. Hanya bisa bilang: Mas, sini saya kasih makan.

10. Jo Kwon - 2AM
Oh, saya suka semua sih kalau 2AM. Tapi kalau disuruh milih, Jo Kwon. Kkap Kwon. Kayaknya kalau sama dia hari-hari bakal penuh canda tawa, sekaligus serius :) Satu-satunya yang punya album di 2AM, berarti emang suaranya bagus kan? :')

11. Kim Soo Hyun
Dia penyanyi 'kan ya? Walaupun nggak masuk di boyband manapun. wkwkwkwk Ganteng, suara bagus, akting bagus. Drama yang dia bintangi rasanya selalu top-rated deh. :')

***
Goes to top rank:
2. Gary - Leessang
Jatuh cinta sama dia pas di Running Man, berlanjut ke lagu-lagu Leessang, dan hepi berat waktu dia punya album solo. Semua lagu di MR. GAE saya suka! Ah, nggak usah liat MV lagu-lagu di album MR. GAE-nya, cukup suaranya aja. Kalau mau lihat MV, cukup yang Zutto Molla. Lagu featuring Jung In, baik itu 술 취한 밤의 노래 (Song of Drunken Night) dan 헤어지지 못하는 여자, 떠나가지 못하는 남자 (The Girl Who Can't Break Up, The Boy Who Can't Leave) selalu berada di daftar lagu favorit saya :')

1. Daesung - Bigbang
Yep, Family Outing berjasa banget untuk menumbuhkan rasa suka saya kepada Daesung. Hepi-hepi sekali pas dia punya album yang isinya cover-an lagu-lagu Jepang terkenal, D'scover, walaupun nggak bisa beli album-nya kemaren. Belum selesai hepi saya, dia keluarin single 'I Love You' yang sampai bosan diputar dan dinyanyikan di tempat karaoke, baik waktu di Jepun maupun disini. Satu lagi yang saya suka, lagu-lagu Daesung itu pas banget dinyanyikan oleh saya tanpa ganti-ganti kunci dasar. Nyanyi lagu-lagu doi juga bisa bikin pamer suara rendah tanpa harus susah-susah njerit karena habis suara. Apalagi lagu Uta utai no Ballad (歌うたいのバラッド) dan I Love You, suka deh pokoknya! :') Lagu-lagu Bigbang itu lengkap kalau mau menye-menye ataupun senang-senang. Bisa untuk soundtrack dari pagi sampai mau tidur :')

Untuk dua orang top rank ini aku punya cerita lucu. Waktu training kebudayaan dan bahasa Jepang di Hiroshima, kami diberikan waktu jalan-jalan. Kebetulan aku jalan berdua dengan Hyung Jin Oppa, dan kemudian aku ditanya-tanya,

"Nad, kamu suka acara Korea?"
"Suka, kenapa?"
"Kamu suka acara apa?"
"Suka Running Man. Kalau oppa?"
"Aku suka 무한도전 (Muhan Dujeon)"
"Aa, Infinite Challenge?"
"Yep. Kalau di Running Man kamu suka siapa?"
"Gary!" (diucapkan: Ge-ri)
*manggut-manggut* "Gary ya?"
"Iya, suka banget Gary!!"
"Heh, nggak boleh keras-keras! Tahu kan artinya 'Geri*'?"
"Ah iya. Hehehehhe"
"Kalau idol?"
"Idol... Hemm... Bigbang?"
"Di Bigbang suka siapa?"
"Daesung!"
"Aa... Gitu ya. Kamu suka tipe-tipe mukanya yang gitu ya?" kata oppa sambil menyeringai.
"Jelek maksud, Oppa? Yee... Ngejek!"
"Ahahahha.. itu tahu!"

Dari tampang, iya sih, nggak bisa diharapkan. Tapi suaranya, Man! Duh.
Udah kalau beberapa teman yang tahu saya suka Daesung, bawaannya selalu ngejek :| Terserah sih, you and your bias, me and my bias gitu.

Daesung tetep nomor 1.

***
Saya suka semua, tapi nomor 1 sampai 4 itu lebih dari suka. Kalau mereka keluarin single, album, duet, saya download deh. Wkwkwkwk.

Kamu suka siapa? :')

22 February 2014

Tertahan

Sudilah kiranya, walau tertutup awan, kau Dewi Malam, mendengarku. Sudah lama lara ini tidak kau lipur, tak tergurat senyummu di langit.
Entah apa yang kau sembunyikan, tapi biarlah aku berbicara sebentar.
***
Gelas itu berdenting, mereka bercakap, ramai sekali sedangkan aku hanya memperhatikan. Aku hanya memperhatikan.
Kata pun tak terucap, tersendat dalam kerongkongan. Hingga mungkin menjadi jakun, jakun kata-kata.
Aku benci diriku yang merasa aneh, tak dapat berbicara, Dewi. Aku takut mereka tak mendengarkanku, aku takut mereka menertawai apa yang aku katakan.
Tak beralasankah ketakutanku, Dewi?
***
Jawablah, agar tak hinggap lara walau hanya dalam fikir.

27 October 2013

Komik-komik II

Lanjutan dari sini

***
Setelah mengenal berbagai genre komik, aku cenderung lebih memilih komik yang bertemakan kehidupan sekolah, roman, detektif, drama dan komedi. Ketika Aya selalu bercerita tentang Flames of Recca, aku kemudian mencoba membacanya. Tapi tidak suka. Kemudian dia menyuruhku untuk membaca Black Cat, aku langsung jatuh cinta. Kemudian dia meracuniku dengan Ninja Rantaro, lalu menobatkanku sebagai Shinbe,si tukang ingusan, nggak becus lari, gendut, tetapi baik hati. Aya sebagai Kirimaru, si tukang cari duit, yang nggak bisa denger kata diskon, dan kak Jarwa sebagai Rantaro. Menurutku ya, Ninja Rantaro itu komik yang "padat" dan agak susah dimengerti lelucon "permainan kata"-nya kalau nggak bisa bahasa Jepang. Hiks.

Anyway, jadi kangen mereka.

***
Aku 'dikenalkan' oleh Icha komik yang berjudul Imadoki! Cerita tentang Tanpopo Yamazaki, si rumput liar yang masuk sekolah elit. Ekspresinya si Yamazaki itu lucu banget, dan cowok yang digambar oleh Watase Yuu itu keren-keren! Aku akhirnya memutuskan untuk jatuh cinta (?) ke komik-komik yang dikarang oleh Watase Yuu. Dan imajinasiku-pun berkembang tak tentu arah. Ini dia komik-komik yang beliau buat yang sudah aku baca dan perilaku-ku ketika membacanya.

1. Alice 19th
Baca komik ini bikin ngakak sendiri, ketika Kyou Wakamiya menampakkan ekspresi suka banget sama Mayura. Belum lagi nama bapak Kepsek SMP yang sama kayak mantra yang harus diucapkan Kyou dan Alice agar Mayura sadar dan lepas dari genggaman Maram Master. Ngakak berat bos! Ah, aku suka banget sama komik ini! Sampai-sampai aku dulu menghapal Maram Words dan Lotis Words beserta lambangnya. Iye banget dah!

2. Imadoki!
Baca komik ini, jadi suka bunga-bungaan, nyari arti bunga, kemudian berharap bisa pake seragam kayak di Meio Academy. Belum lagi bela-belain beli selai, biar bisa dipake wadahnya setelah habis untuk dimasukkin kelopak mawar *ehem*. Tapi akhirnya setelah habis, wadah selai itu dimasukkan merica oleh mama. T_T jadi nggak bisa dimasukkan kelopak mawar. Aneh dong mawar aroma mericaaa~~ Jenis cerita komik ini rasanya banyak disadur oleh mangaka lain, dan juga skenario TV. Aku ingat, dulu stasiun TV swasta di Indonesia pernah menayangkan sinetron yang mirip-mirip cerita Imadoki! dengan bintang Agnes Monica, tapi lupa judulnya apa.

3. Appare Jipangu!
Komik ini yang bikin aku tambah jatuh cinta sama Watase Yuu. Komik yang harusnya sedih, karena bertemakan anak yang dibuang dari orang-tuanya dan mencari kembali orang-tuanya yang hilang dengan alat-alat canggih (?) yang dibuat oleh orang tua angkatnya, tapi perbuatannya aneh-aneh. Gagak yang pintar gambar-lah, Samon yang ngira Yusura cowok dan mengira dada Yusura itu bengkak dan mau diobati-lah. Ckckckck. Kelakuan saya? Meniru gaya Hikeshi-ya dengan Kongoumaru yang terbuat dari sapu di kamar. Kemudian adik saya masuk kamar saya terheran-heran melihat kakak-nya "beraksi" pake sapu dan mengucapkan "AKU HAPUSKAN KESEDIHANMU!" *towew*

4. Kiss Me with Mint/ Mint de Kiss Me
Waktu dijual, komik ini berhadiah cincin berwarna perak dan ada hiasan berbentuk love dengan liontin imitasi. Dari komik ini juga aku tahu istilah Yamato Nadeshiko. Cincin ini rencananya saya pakai terus dengan harapan ada yang memperhatikan cincin itu kemudian bertanya, "dari siapa, Nad?". Komik dibeli hari Sabtu malam, tidur pun dipakai. Minggu pagi, saya merasakan jari manis tangan kanan gatal-gatal. Saya masih tetap keukeuh  untuk memakainya. Akhirnya pada malam hari saya tidak tahan lagi dan akhirnya cincin itu saya lepas. Meninggalkan bekas merah di jari manis saya yang sampai keesokan harinya pun masih gatal.

5. Pajama Party/ Pajama de Ojama 
Ini karya debut Watase Yuu. Katanya tuh, kalau misalnya kita pake piyama yang sama kayak orang yang kita suka, terus kemudian menaruh fotonya di balik bantal kita, orang yang kita suka bakalan muncul di kamar. Walaupun tahu itu bakalan nggak terjadi, tetap aja deh dilakukan. Karena nggak punya foto orang yang aku suka, yasudah deh namanya saja yang aku taruh di bawah bantal. Hasilnya? Efek sugesti, dia muncul dalam mimpi saya -^O^-


 6. Epotoransu! Mai
Sebenarnya yang dipakai oleh Mai adalah notebook. Tapi masa-masa SMP adalah masa-masa dimana Alfalink itu menjadi sesuatu yang canggih. Iseng-iseng *lagi* saya ketik 'epotoransu', teman di sebelah saya bilang, "Kamu kecanduan komik, Nad. Berharap ada yang keluar dari Alfalink, gitu?"

Iya. T^T


***

Yang lain yang pernah aku baca sih Delicious Study (Oishii Study) yang nama karakternya semua adalah nama-nama buah. Sampai sekarang sebenarnya aku masih membaca komik karangan Watase Yuu. Yang masih ongoing sih Arata Kangatari a.k.a Arata. Sebenarnya sih iseng, karena sudah lama tidak menyewa komik, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa komik lagi. Iseng-iseng saya cari komik, eh, muncul Arata - Watase Yuu. Tanpa ba-bi-bu aku langsung bilang ke mbak penjaga rental untuk menunjukkan dimana volume lengkap Arata berada. 1-6 aku pinjam, dan nomor 7 aku beli hari ini. Tanggal 6/11 nanti volume 8 keluar. Iseng-iseng aku buka manga-fox, Arata sudah mencampai volume 21. Aku berniat membaca di Mangafox saja, tapi.......

Kali ini sepertinya aku akan bersabar demi Arata. *loh*

22 October 2013

Waktu Berlalu

Liburan Id Adha kemarin sempet banget ke Sulawesi Utara, tepatnya ke Kotamobagu. Sudah lama sekali rasanya tidak menginjakkan kaki ke ke tanah Celebes. Rasanya syukur ini sudah tidak bisa diungkapkan lagi. Tahun ini tahun jalan-jalan bagi saya. Ah, senang!

Melihat Oma sudah semakin tua. Aku takut sebenarnya ketika beliau tidur, bagaimana kalau itu adalah tidurnya untuk terakhir kali? Rumah Oma rasanya kecil untukku yang berbadan super subur ini. Terakhir kali sepertinya sekitar 8 tahun lalu aku tidur di rumah Oma. Tentu banyak yang berubah: pohon manggis, satu-satunya pohon yang pernah aku panjat, "kantin" depan rumah yayi, anak kecil yang semakin banyak -cucu, cicit Oma.

Banyak yang pergi selama aku tidak pulang. Pergi untuk selamanya.


Kakek, Oom, Tante, sepupu.

Saya tahu, bahwa kematian itu adalah sesuatu yang pasti dan semua orang pastinya akan mendapat giliran itu. Tapi rasanya baru kemarin aku bertemu dengan mereka itu. Sekarang mereka sudah tiada.

***
Tapi ada perpisahan, biasanya ada pertemuan, 'kan?

Akhirnya saya bertemu dengan teman lamaaaaaaa~~ sekali. Winny namanya. Dia sempat menjadi teman satu kelas saya selama 6 bulan ketika sekolah di Balikpapan, kemudian dia pindah ke Bitung, Sulut. Hanya 6 bulan sih, kemudian dapat kontak BBMnya pun dari Pipit. Cuma bertanya kabar, itupun sekali. Kemudian karena saya bukan BBMers, alias orang yang lengket dengan BBM, kontak-kontak di BBM terkadang hanya menjadi penghias telepon semata.

Sampai kuganti status BBM kemarin, tepat 8 jam sebelum pulang: "Sulawesi Utara: pulang". Aku sudah niat untuk mengirim pesan ke Winny, tapi ku urungkan niat karena batrei sudah hampir habis. Baru aku duduk manis di depan televisi, kemudian telepon genggam bergetar, lampu kedap-kedip berwarna biru: ah BBM. Winny! Panjang umur!

"Kamu dimana, Nad?"

Kemudian aku minta diculik. Dari kawasan Boulevard dia jauh-jauh menculik aku ke Paniki, hampir daerah Mapanget, kemudian kembali membawa aku ke kawasan Mega Mall. Hampir jam 9.30 malam kami baru berada di taksi, entah mau kemana. Tapi akhirnya sih ke kawasan Mega Mall, berhenti di satu cafe.

Ngobrol, dari jam 10 sampai jam 2 malam. Padahal aku harus ke bandara jam 4 demi penerbangan jam 6. Aku akhirnya sih curhat, dia pun begitu. Membicarakan orang itu, aku seperti hidup dalam kenangan. Aku nggak pernah tahu sebenarnya siapa orang itu. AKu bahkan jadi ragu bahwa aku mengenalnya.

Rasanya baru itu aku curhat semuanya. Sedih, senang. Tapi lebih banyak senang karena akhirnya bisa bertemu lagi dengan Winny :)

Bertemu dengan dia di lain kesempatan ini, rasanya baru sadar kalau semuanya sudah berubah. Penampilan Winny berubah, begitupun penampilanku. Yang paling kerasa sih, umur. Sudah tambah tua aja.

Setelah puas mengobrol, kami berjalan-jalan sebentar sambil melihat laut yang diterangi bulan. Winny berubah penampilan luarnya saja, jadi lebih cewek Manado, tapi kelakuan masih Winny banget :p

Akhirnya sih jam 5 pagi ke bandara, pelukan terakhir sebelum pulang. Sambil tersenyum kemudian dia berkata, "Semoga nanti yang ketemu lagi bukan cuma kita berdua, ya, tapi sama yang lain juga,". Aku kemudian mengaminkan dalam hati.

Jam 6, diiringi matahari yang muncul dari horison. Aku melanjutkan perjalanan :)

22 April 2013

Postingan Telat

*apadeh artinya kan yak.

Beberapa postingan sebenarnya aku tulis di blog mahasiswa internasional HUE. Jadinya blog ini dan beberapa project lain terlantar.

Karena sudah lama nggak berbahasa Inggris, jadinya kemampuan deskripsi hanya sebatas menjelaskan foto. Padahal harusnya aku bisa lebih dari itu :'(

**

Ah, kabar di sini? *siapa yang nanya coba?* Permulaan musim semi, jadi cuaca masih fluktuatif. Kadang aku harus mendekam dalam futon, kadang malah pengen makan es krim mulu. Bzzztt.. 

Pelajaran? Alhamdulillah baik-baik saja. Ada satu kelas yang penghuninya cuma aku, kemudian serasa selalu diperhatikan. Jadi pas aku harus menjelaskan ideku, entah kata-kata dalam bahasa Inggris-nya serasa hilang, menguap.

Kesehatan? Alhamdulillah sehat, walaupun terkadang aku bingung harus makan apa karena terbatas di sayur, daging (ayam dan sapi), dan sayuran. Itu patut sekali disyukuri. Belum lagi teman-teman yang sudah seperti bodyguard ketika aku makan. Sering pas aku beli makanan bareng mereka, mereka duluan yang pesan menu buatku, khusus. Nggak ada babi dan teman-temannya alkohol. Aku sih tinggal terima. ^^

Asmara? *asek* Kata Indah eonni ama Rina eonni nih: "Jauh-jauh ke Jepang malah keserempet *****" =sensor=. Ah btw, cowok Jepang itu ya, sopan amat ama cewek. At least yang aku temui disini.

Intinya alhamdulillah masih bahagia disini. ^^ 

1 March 2013

Be An Eighth-Term Student (Sepertinya)

Late post about the beginning of term. Harusnya ini post udah ada dari minggu lalu. Karena tidak ada kelas yang harus diikuti, makanya telat untuk menuliskan sesuatu (baca: malas)

Beberapa saat lagi saya akan meninggalkan kota yang memanjakan, sangat memanjakan saya. With phrases "sebentar lagi", I mean in a month.

***

Sekitar hampir lima minggu ini saya tidak melakukan sesuatu yang produktif, padahal sejatinya saya harus, minimal, mencari uang saku tambahan untuk jalan-jalan. Atas dasar alasan itu, saya yang berada hampir satu bulan di Balikpapan memutuskan untuk kembali sebentar ke Jogjakarta, mengemas dengan cantik barang-barang yang seabrek di Jogja, kemudian bekerja di warung kopi lagi. Bertemu dengan orang baru lagi, semakin banyak melihat "bule" berseliweran di kampus. Semacam disorientasi, apa saya lagi di luar Indonesia, sih?


***
Ah, kejutan itu selalu ditunggu. Waktu akan berlari cepat.

Semester 8? Bukan deh. Ini liburan koq. Liburan satu semester.

Jalan-jalan.

22 January 2013

Glance on The Sky #2 (Sepinggan Airport)


26 Desember 2012

Ketika malang melintang tak karuan selama 3 bulan antara Sepinggan-Adisutjipto.

Lama tak bercerita soal bandara, kemudian saya teringat postingan lama berjudul hampir sama.
***

Kalau sudah di bandara, saya merasa orang paling filosofis di dunia, mengalahkan filsuf sekelas Socrates, Plato, Aristotel dan sejenisnya lah. Seperti kebanyakan orang mendapatkan inspirasi di kamar mandi, saya mendapatkan inspirasi di bandara. Sepertinya Sepinggan adalah, hem, saksi saya tumbuh dewasa? Alamak. Seberapa sering sih saya di bandara?

Kemudian sambil menyeruput kopi bikinan barista warung kopi ternama di dunia, saya memandang ke luar dan menarikan lagi jari-jari saya.
***
Perjalanan pertama saya memakai pesawat terbang adalah ketika berumur 18 bulan. Terbang bersama papa-mama ke Palembang untuk melanjutkan perjalanan ke kampung tercinta bapak saya, Pagaralam. Jaket jingga, pesawat Buroq. Ah, bahkan karena sudah terlalu lama saya lupa ejaannya. Bouraq. Ya, itu dia. Saking dinginnya, saya “dililit” berbagai macam jenis kain supaya hangat. Tak lupa foto dalam pesawat. Self-camera shoot ternyata sudah populer.

Kemudian, Sam-Ratulangi mengantarkan saya ke tahap selanjutnya: berpergian sendirian. Kelas 6 SD, sehabis merantau dari pulau Sulawesi, saya pulang. Dandan cantik, memakai baju warna kesukaan saya, biru, rambut habis dipotong gaya bob, sepatu baru, saya siapkan diri. Terbayang diri harus mengambil bagasi, kemudian berjalan angkuh dari pesawat ke terminal kedatangan. Ah, apa yang ingin saya bicarakan? Di dalam pesawat hati tak menentu karena yang terbayang hanyalah memeluk mama setelah sekian lama tak bertemu. Sepinggan pun menanti saya, melihat saya yang telah berubah menjadi gadis yang siap masuk SMP.

SMP? Soekarno-Hatta menjadi tujuan saya kali ini. Pergi ke Bandung untuk jalan-jalan sebelum bertemu id Fitri. Terbayang bandara megah seperti itu, di Sepinggan saya selalu mengingat-ingat wajah kakak sepupu yang lama tidak terlihat. “Ce’ Vivi akan menjemput di bandara.” Kalimat itu menjadi mantra yang selalu diucapkan Papa. Ah, berpergian sendiri lagi. Kebiasaan mengetukkan kaki tiga kali sampai di tempat tujuan juga menjadi kebiasaan, sugesti agar selalu bisa ke tempat yang sama. Aku ingin kembali ke Jakarta lagi :D

Cukup lama tidak bertemu Sepinggan, kecuali mengantarkan keluarga, sampai akhirnya kelas 3 SMA, Adi-Sutjipto menjadi tempat tujuan: bandara dengan runway terpendek yang pernah menjadi tempat tujuanku. Jogja, dengan segala hiruk pikuknya. Bandara yang sebenarnya cukup membuatku pusing setelah Sepinggan edisi lama. Nomor gerbang yang tidak tercantum dalam tiket, kemudian mata yang harus selalu waspada akan jadwal penerbangan.

Sepinggan mengantarku untuk memulai perjalananku. Sepinggan juga selalu menungguku. Sepinggan juga selalu bertumbuh, seiring dengan banyaknya jumlah perjalananku.

***
Kulayangkan pandang ke luar jendela, ku hirup udara dingin itu. Bau bandara.

Aku yakin kau menganggapku aneh atas semua cerita tentang bandara ini, entah kau akan mengertinya.

Bau garam laut bercampur di udaranya, Sepinggan. Namun jujur aku lupa bau Sam-Ratulangi seperti apa.

Pemandangan gunung berselimut awan, bau-bau pohon dan rumput: Adi Sutjipto.

Asap, polusi. Bau menyengat dan aura sekeliling yang menyesakkan namun bercampur dengan ke-elegan-an bandara sibuk: Soekarno Hatta.

Angin kering yang menerpa, bau gurun yang khas dan palem-palem melambai: King Abdul Aziz.

Namun tetap saja aku akan kembali ke Sepinggan. Seperti sebuah checkpoint bagi pemain game: mengisi energi, menuliskan perjalanan, menetapkan starting point, sebelum pergi lagi untuk mengembara dan memperbaharui equipment untuk menuju level selanjutnya. Dengan bantuan Wizard dan Coach.

*untuk energi perjalanan selanjutnya*

6 January 2013

Kamu, Part Sekian

Iya, part sekian. Daripada ngganjel di hati kan ya?

***

Demi apapun itu yang namanya kecanduan harus diobati. Yang namanya bayang memenuhi pikir, mengosongkannya bukan semudah mencabut helai rambut di kepala. Jika mencabut satu per satu helai rambut di kepala bisa menghilangkan memori, sepertinya aku lebih baik menggunduli rambutku.

Serius.

Sudah tak ku buka galeri itu, sudah ku pindahkan semua kenangan jalan-jalan itu, sudah ku jauhkan semua hal-hal yang bisa membuatku teringat kepada kamu. Namun. Namun. Namun tetap saja. Andai otak bisa di-format ulang.

Senang sudah bercampur putus asa.

Hampir lepas kendali.

Aku kira dengan sengaja online hanya di pagi hari, tidak akan membuatku melihat nama-mu di chat fb. Namun ternyata kau selalu memegang posisi teratas di kolom itu. Frustasi, ku ubah jam onlineku jadi larut malam. Malah kau tetap ada disitu. Anteng. Tambah frustasi, hanya siang bolong aku online, kamu tetap ada. Kamu online terus ya?

Aku.

Aku sekarang hanya berpegangan pada khayalku saja. Wajahmu saja hanya ku ingat dari ingatanku. Kamu tahu betapa pudarnya gambar wajahmu itu?

Kamu hantu.

Iya. Kamu hantu. Kamu itu antara ada dan tiada.

11 November 2012

Galau

“Biar aja saya narsis. Tapi nggak galau kayak kalian.” -Seorang Dosen

Ya, Pak. Bapak tahu aja mahasiswa ini galau mulu. Apalagi kalau udah semester tujuh.

Ah, kembali ke galau.

Nggak bakalan selesai kalau mau nurutin yang namanya galau. Semua hal digalaukan. Mau makan, galau dimana, mau kuliah, galau mau masuk atau nggak, mau tidur, galau lagi. Mau tidur sambil nungging, atau tidur sambil nari Gangnam Style. Bodoh.

Galau karena makhluk yang bernama lawan jenis apalagi. Bahkan sampai ada yang memutuskan untuk berhubungan dengan sesama jenis karena menganggap dirinyalah yang paling tahu tentang jenisnya sendiri. Duh, kata-kata saya mulai belibet. Intinya: yang perempuan jadi suka sama perempuan karena menganggap bahwa dia yakin perempuan adalah jenis terbaik dan bakal berfikiran sama dengan dirinya. So, dia ngerasa aman menjalin hubungan dengan sesama wanita. Begitu juga lelaki, mungkin?

Hidup adalah soal memilih diantara sekian banyak pilihan. Lagi-lagi proses memilih itu yang bikin seorang galau.

Galau memilih.

Tapi lebih baik galau memilih akhirnya memutuskan sikap daripada memilih galau dan akhirnya malah bikin repot. Tetapkan dan putuskan akan memilih yang mana.

Jangan sampai galau untuk memilih antara galau memilih dan memilih galau. Nah loh.

Ah, aku akan mengutip lagi satu perkataan dosen saya:

“It’s okay losing something, but you have to be consistent on what you have chosen.” -Seorang Dosen (lagi)

15 September 2012

Be A Seventh-Term Student


Semester Tujuh~~
Nanath = Seventh; Nana=Seven in Japanese :D

Masih juga dikira Maba, eh Gamada deng sekarang.

*baikin baju* *bow*

Untuk menulis sepanjang waktu ini, rasa Nad adalah suatu prestasi yang menurun =_+ Bagaimana tidak? setiap tahun tulisan berkurang drastis. Ya, berkurang drastis.

Semester ini saya mengambil jumlah kredit sama sedikitnya ketika saya berada di semester 5. 17 kredit doang. Mau gimana lagi? Dua matakuliah baru dan empat matakuliah ngulang. Jangan samakan saya seperti teman-teman yang lain, yang ngulang matakuliah hanya karena dia dapet nilai jelek. Dan standar jeleknya adalah -> A-. A MINUS SODARA! Saya nggak nyantai karena kesal. Yang mau ambil banyak karena matakuliah itu menjadi matakuliah wajib semenjak ganti kurikulum.

Tapi ternyata sodara-sodara yang lain itu belum beruntung, karena ada yang mau mengulang, hanya karena dia dapet nilai A min.

Saya ngulang beberapa matakuliah karena nilai saya jelek. Standar jelek saya adalah C. Si setengah bundar. Bukan A-.

Aktivitas di semester tujuh ini lumayan beragam, alhamdulillah mendapat banyak berkah. Selain menjadi Barista di EB Cafe (Coffee Shop at my Campus!! :), saya juga berusaha untuk mewujudkan mimpi: jalan-jalan! IP saya? Fluktuatif. Ekstrim. Bisa naik-turun dari range 0.5-0,9! Iya, IP saya pernah jelek banget! TT_TT

***
Sekarang saya berada dalam masa menunggu pengumuman: exchange, lomba, pembimbing seminar, skripsi. Banyak ya?

Tinggal tunggu kabarnya saja :D

9 September 2012

Friendship

Teman sejatinya akan terlihat ketika kamu susah. Siapa yang akan tegar memegang tanganmu ketika kau terjatuh, atau malah menceburkanmu pada lautan dosa. Siapa yang akan berlari padamu ketika kau membutuhkannya.

"Yen pengen wangi yo cedhak ow karo bakul minyak."
Kalau ingin harum maka dekatlah dengan penjual parfum.

Itulah teman yang kamu pilih. Mau kamu harum atau bau, itu pilihan kamu. Kamu yang memutuskan untuk berteman dengan mereka. Kamu bakal dikenal atas siapa saja temanmu. Ada orang yang akan menghakimimu dengan melihat siapa teman-temanmu dan bagaimana hubungan kau dengan mereka. Bisa saja kau dipenjara karena kau berteman dengan seorang, yang ternyata, adalah teroris. Bisa saja kau diterima bekerja karena temanmu berada di instansi yang menjadi incaranmu. 

Tidak, itu bukan egois, memilih teman bukan egois, kamu hanya menyelamatkan dirimu. Tentu saja kau harus ramah terhadap siapa saja, tapi kau hanya perlu menjaga siapa saja yang akan berada dalam lingkaran semu-mu.

Ketika kau merasa mereka adalah orang-orang yang dapat kau ajak berbagi, maka jagalah.

Jaga. Jangan sampai mereka hilang.

*after seeing pictures of you, friends, the selection process I denied all this time is proven.



22 August 2012

Kuliah Kerja Nyata

Ngakunya suka nulis
Tapi udah dua bulan nggak produktif.
Gimana cerita coba kan ya?

Satu bulan lebih sepuluh hari saya habiskan di salah satu propinsi kepulauan di Indonesia: Kepulauan Bangka Belitung. Mengerjakan apa? Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada, singkatnya KKN PPM UGM. :D

Banyak banget cerita.

Tapi rasanya saya akan mempublish foto saja. Sambil bercerita sedikit tentang apa yang ada dalam foto itu.

==
KKN itu adalah ketika kamu berlajar bersosialisasi, tepa selira, tenggang rasa, apalah itu istilahnya untuk menggambarkan pemahaman kamu tentang dunia selain kampus yang ada. Pengalaman 40 hari yang mendekatkan sekaligus menjauhkan. Awal dari kesediaan kamu untuk tetap menjalin silaturahmi atau hanya sekedar ingin berhubungan selama KKN. Masa untuk kamu introspeksi diri apakah kamu sebenarnya udah layak untuk terjun ke masyarakat atau tidak. Apakah kamu dapat menempatkan diri untuk berbaur dan melepaskan titel mahasiswa.

Ataukah kamu dapat membawa nama almamater kamu dengan segala beban di pundak.

Universitas Gadjah Mada, dengan jaket almamater warna karung goni.

Walaupun mereka tidak tahu menahu tentang apa itu UGM, dimana letaknya, mereka hanya tahu kami mahasiswa, yang telah melewati jenjang Sekolah Menengah Atas yang terkadang pun mereka tidak melewati jenjang itu. Yang mereka tahu kami berilmu, tahu semua masalah dan membawa pemecahannya. Dielu-elukan. Karena Bupati Bangka Tengah langsung yang menunjuk orang-orang terpercayanya untuk mengurusi kami.

Namang, Kurau, KKN UGM.

Sebut nama KKN UGM, dan segala urusan menjadi lancar.

Rizqi Allah melimpah dalam keterbatasan. Bantuan datang bertubi-tubi, masalah yang dihadapi selesai satu per satu. Air, makanan, uang, sarana dan prasarana. Ah. Tak terhitung.
Bertemu orang baru, menyisipkan nama kami dalam memori mereka, kemudian kami tinggalkan mereka dengan kenangan. Baegitu juga mereka memberikan kenangan pada kami, budi yang tak terbalas. Memahat nama grup kami di semua rumah di desa Namang dan tugu hutan lindung.

Insya Allah kami telah memberikan semampu kami.

Jika Allah mengizinkan, aku, ah kami ingin kembali lagi ke Negeri Serumpun Sebalai. Berlibur. Dan mungkin melihat realisasi masterplan kami di Hutan Lindung Pelawan. Bertandang ke sister province, Belitong, dan sekali lagi melihat keindahan pantai Parai Tenggiri. Bertemu lagi dengan kawan lama, menumpahkan segala rindu yang menyesakkan dada.

==

Namang, Kurau.

Tempat ku jatuh cinta dengan segala ke-eksotisan pemandangan siang dan malamnya. Pagi dengan udara dan kicauan burung, siang sedikit terpaan angin kering dengan debu ketika melewati jalan untuk masuk ke hutan. Membasuh muka dengan air sumur hutan. Sore dengan rona jingga dan cekikikan kecil sahabat memenuhi rongga udara. Malam bertabur bintang yang dapat kau gambari rasinya serta lolongan anjing.

Seperti biasa, ku jejakkan kaki tiga kali.

Aku ingin kembali.

Dan saat menuliskan ini, anganku terbang melayang. Mencium asinnya udara Pulau Ketawai, menelusuri ilalang sepanjang jalan ke kantor kecamatan, membelai angin setiap perjalanan ketika aku dibonceng, merekam potret pemandangan hutan, laut, kuburan, kebun; meraba setiap butir lada yang kupanen, memutar verbatim suaramu. Menangkap semua kenangan.

:galau lagi

p.s: fotonya menyusul


11 May 2012

Random Things

1. Italian men are romantic. When I finished my course and on my way to go out, Mr. Fabio hold the door and let the girls went out first and said "Let the ladies first, no?". :"> While Indonesian men (mostly) come out first and hold the door outside. The same, but it just feels different =_="


2. Koreans are full of creativity. Running Man, a variety show from South Korea, they have never had idea outstock! =_=" 93 episodes and still ongoing. Bravo!


3. Still in a deciding phase for my third language. Chinese, although the most spoken language in the world, has so many accents. Spanish, that recommended by my Italian teacher, is the second spoken language in the world, especially in South America. For European language: German, French; Asian language: Korea, Japan, Chinese. Akh =_=". 


4. United States of America is the last country I'll choose if I was asked which country you want to go to. Reason? It just seems too far in map, from Indonesia to USA (whaaat reason is this?)


5. I wish I have lots of money. To go around the world. Aamiin :D

17 April 2012

Saya Lagi...

Random, serandom saya sekarang.
Ini hasil jepretan jam 3 pagi. Hasil liat video tutorial di youtube :D

Inget banget gara-gara selalu dibilang anak-anak karena selalu pakai kerudung yang langsung-pakai alias instant. Ada loh ya alasan di balik itu. Saya tidak suka kerudung tipis dan tidak menutupi dada. Risih rasanya, itu seperti tidak berkerudung. Jadilah seumur-umur saya pake kerudung jarang sekali pakai yang segi-empat atau pashmina. Kalaupun pakai, hanya ketika lagi good-mood. Atau ketika acara spesial :D

Ketika melihat ada cara pakai kerudung-segi-empat yang mudah dan sesuai dengan bentuk muka saya, langsung deh dicoba.



Pose Andalan :D

Well Said ...


Si Bee komentar:
"Gitu dong, kan kelihatan kayak mbak-mbak..."
"Emang selama ini apa? Mbok-mbok?"
"Bukan. Anak-anak."

=_="

Si mama juga komentar:
"Kamu coba pake kerudung segi-empat. Koq kalah sama adekmu..."

Cuma bisa ngeles... Alhamdulillah kemaren ketemu tuh kerudung yang bahannya tebal, trus cocok gitu, ama hati saya. Duileh.

Persiapan menyenangkan hati suami deh :D

9 March 2012

Be A Sixth Term Student

Post ini udah 5 kali dibuat ye, satu, dua, tiga, empat, lima...

Nggak sama sih judulnya, tapi ya kira-kira begitulah.

***

IPK saya naik. Drastis. 0,9 poin :D *pamer* Coba 0,1 lagi... =,=" thanks untuk ketua kelas di kelas Strategic Management yang menghancurkan kesempatan 0,1 itu. Keputusan heboh yang saya ambil semester ini? Tidak mengambil kelas seminar dan mengambil Operation Management as major, trus Marketing for my minor.

Bener-bener heboh. Bagi saya.

Keputusan itu diambil hanya berdasarkan nilai-nilai mata kuliah pra-syarat mata kuliah konsentrasi, bukan pada ketertarikan dulu. Saya juga bingung nih sebenernya kalau ditanya kenapa masuk manajemen operasi yang makhluk cantiknya cuman ada lima, dan minus satu orang yang lagi exchange ke Jepun, minus satu lagi, yaitu saya. Karena saya paling cantik *dilempar sendal*

Pada umumnya semester ini agak tenang ya, soalnya udah keluar dari jabatan. Well, nggak keluar sepenuhnya. Saya mulai lagi bergerilya kesana kemari untuk les bahasa Inggris. Hem, mencari sparring partner sebenarnya, semenjak tiada Fika, si jenius lima bahasa, yang selalu menjadi native speaker. Lebih ke toa sebenernya, bukan speaker (don't be angry Fikabuu.. :p it's a compliment :D) Mulai lagi untuk bergerak mengasah soft skill.

Beberapa hari lalu masih bingung dengan tujuan saya. Sampai ditanya oleh Pak Agastya, di kelas Manajemen Proyek, tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus dari FEB. Yang terlintas di benak saya saat itu:

"Saya ingin kerja di Aston, Pak. Ehm, di hotel."
"Kenapa?"
"Cara mereka melayani. Service. How to deliver a good service, Pak. Atau pokoknya yang bekerja dalam bidang tourism and hospitality."

Dan di kelas keesokan harinya, Pak Boyke berkata:
"Segala hal itu berawal dari passion Anda. Kerjakan sesuatu yang Anda sukai."

Saya suka jalan-jalan. Saya suka berpergian. Saya suka makanan hotel dan pesawat.

Saya akan memilih bekerja di tiga tempat ini:
1. Hotel, any three stars hotel. Why? Saya melihat hotel adalah sesuatu yang menyenangkan, sebuah escape, pelarian dari rutinitas. It's just good to help people escaping from their daily activities. Bagaimana setiap hari ada orang-orang baru (tamu) yang kita lihat, dan mungkin bisa berkenalan juga. Mengapa tidak?

2. Garuda Indonesia Airlines. Why? As the leading airlines in Indonesia and many awards that given to it's services, just no doubt being in GIA family is a pleasure. Dulu pernah berandai, kalau saja tidak memakai kacamata dan tinggi mencukupi, pengen jadi pramugari. Tapi setelah sekian kali penerbangan dan meneliti perawakan pramugari dan pramugara, alhamdulillah diberi jalan seperti ini. Teknisi pesawat udara lebih mantap lagi. Sekitar 5am to 10pm working hours, mereka bisa berada di tiga tempat berbeda di Indonesia. Ah, saya belum menentukan ya ingin menjadi apa kalau bekerja di GIA, namun saya akan memilih pekerjaan yaa~ yang memungkinkan saya untuk terbang ke berbagai pelosok Indonesia maupun menjelajahi dunia, dan dapat uang. Yah, posisi itu saat ini di duduki Emirsyah Satar. Tapi saya bersabar. Tunggu kudeta dari saya, Pak! *muka jahat*

3. Air Asia Berhad. Why? Low-cost airlines! =,= Alasannya sih sama ya dengan di atas. Namun Ringgit sepertinya menggiurkan dan saya ingin menjadi pahlawan devisa bagi negara saya. Ngahahahaha :D 

***
Seperti biasanya, cita-cita ini saya bagi dengan bapak tercinta. Call me Daddy's little girl, I do agree. Bermacet-macet ria, tiga jam sebelum mengatur rencana studi, saya rela hanya untuk datang ke kantor beliau dan menunggu beliau pulang agar bisa berbicara empat mata. Mengutarakan ini dan itu. Ketika selesai mengutarakan keinginan dan cita-cita, seperti biasa, beliau terdiam sebentar, berkonsentrasi untuk mengendarai mobil terlebih dahulu, kemudian sambil menunggu lampu hijau menyala beliau berkata:

"Atur saja apa yang kau inginkan, apa tujuanmu, Nak. Hanya, kalau kau mau pekerjaan yang seperti maumu, yang dapat membuatmu bepergian dengan pesawat di executive class atau tidur di hotel mewah, jadilah seperti Papa, bahkan lebih. Kau bisa dapat keduanya tanpa harus memilih kerja di salah satu tempat itu, kan? Intinya, sih : cari kerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak. Kalau banyak uang kan kau bisa keliling dunia dan tinggal di hotel bintang lima atau sampai cap bintang tujuh (obat sakit kepala, itu loh). Bahkan bukan dengan uangmu, dibayarin. Ah, tapi bekerja adalah tugas suami. Kau jadi PNS pun boleh, supaya anak nggak keteteran dan suami juga terurus. Tapi sekali lagi, sayang, apapun pilhannya, attuur sajja~"

Dan lampu merah pun berganti hijau.

Kata-kata semacam "suami" dan "anak" pun timbul lagi di benak saya.

6 January 2012

Pertanda

Kadang, tanda tanya dari seberang situ membuat titik dua tutup kurung buat sini


Kadang, tanda seru berbaris dari situ dengan kapital membuat titik dua apostrop dan buka kurung
Sini terkurung dalam murung


Kadang, demi membuat titik dua tutup kurung untuk seberang situ
Disini menabung ribuan tanda tanya


Kadang, ketiadaan tanda dari seberang situ,


Membuat titik

16 December 2011

Lelaki Hujan dan Wanita Hujan

Wanita hujan dan Lelaki hujan. Wanita hujan dan lelaki hujan.
Menembus air yang terus tercurah dari awan, mengingatkan aku tentang lelaki hujan. Aku dan lelaki hujan. Tak terhitung berapa kali hujan datang ketika aku bersama dirimu. Aku dan lelaki hujan tidak bisa bersama. Hujan terus datang dengan lebat jika itu terjadi.

Ah, kamu sang lelaki hujan yang tak aku lihat. Dirimu terhalang hujan. Dan kacamata ku.



Iya, itu kamu lelaki hujan. Lelaki hujan yang membawa roda dua itu terus ku tatap. Tak ingin engkau habis.


Namun wanita hujan itu, wanita hujan itu, wanita hujan itu. Wanita hujan itu mengingatkanku, mengingatkanku kalau kacamata yang kabur karena air curahan hujan dan embun itu membuatmu tak bisa melihat. Wanita hujan yang terus membuat hujan ketika bersamaku. Sama seperti lelaki hujan.

Apa aku sebenarnya adalah hujan yang mendatangi mereka?

Wanita dan lelaki hujan. Terus datang. Membasahi lembar kehidupan.