11 November 2012

Galau

“Biar aja saya narsis. Tapi nggak galau kayak kalian.” -Seorang Dosen

Ya, Pak. Bapak tahu aja mahasiswa ini galau mulu. Apalagi kalau udah semester tujuh.

Ah, kembali ke galau.

Nggak bakalan selesai kalau mau nurutin yang namanya galau. Semua hal digalaukan. Mau makan, galau dimana, mau kuliah, galau mau masuk atau nggak, mau tidur, galau lagi. Mau tidur sambil nungging, atau tidur sambil nari Gangnam Style. Bodoh.

Galau karena makhluk yang bernama lawan jenis apalagi. Bahkan sampai ada yang memutuskan untuk berhubungan dengan sesama jenis karena menganggap dirinyalah yang paling tahu tentang jenisnya sendiri. Duh, kata-kata saya mulai belibet. Intinya: yang perempuan jadi suka sama perempuan karena menganggap bahwa dia yakin perempuan adalah jenis terbaik dan bakal berfikiran sama dengan dirinya. So, dia ngerasa aman menjalin hubungan dengan sesama wanita. Begitu juga lelaki, mungkin?

Hidup adalah soal memilih diantara sekian banyak pilihan. Lagi-lagi proses memilih itu yang bikin seorang galau.

Galau memilih.

Tapi lebih baik galau memilih akhirnya memutuskan sikap daripada memilih galau dan akhirnya malah bikin repot. Tetapkan dan putuskan akan memilih yang mana.

Jangan sampai galau untuk memilih antara galau memilih dan memilih galau. Nah loh.

Ah, aku akan mengutip lagi satu perkataan dosen saya:

“It’s okay losing something, but you have to be consistent on what you have chosen.” -Seorang Dosen (lagi)

No comments: