30 November 2012

Sibuk, Sibuk

"Kamu sih sibuk. Nggak pernah bisa ketemu aku. Gaya."
"Kamu sih sibuk, jadinya kita nggak pernah ngajak kamu. Takut kamu nggak bisa."
"Kamu sih sibuk, nggak pernah gaul. Jadi nggak tahu tempat ini."
"Kamu sih sibuk. Mana sempat kan kalau jalan gini aja?"

Kamu sih sibuk.

"Sok sibuk, sih. Makanya~~"

SIBUK.

***
Tahu nggak sih? Sedih banget dibilang sok sibuk. Sampai-sampai aku nggak ngerti lagi apa yang dinamakan sibuk. kata "sibuk" menjadi buram untukku.

Sibuk mengalami eufemisme dalam kamusku. Sibuk = tidak ada waktu untuk santai.

Padahal kenyataannya nggak begitu.

Aku hanya merajut mimpi, agar bisa menjadi sweater yang hangat di masa depan.

***

"Sibuk itu, dapat dipercaya. Karena dengan sibuk itu berarti orang banyak memberikan dia amanah, yang kemudian dia kerjakan dengan menggunakan waktunya sebaik mungkin." -Sandi Agaunyu aka Sasono Arisandi

22 November 2012

Maju atau Mundur?


Setan selalu meniupkan ragu ke ubun-ubun manusia yang sedang berada dalam tahap ingin maju, ingin lebih baik.

Merasa ragu boleh kan ya? Manusiawi ‘kan ya?

Setelah melihat teman seangkatan yang sudah menggondol titel Sarjana Ekonomi dalam namanya, sekarang saya bergeming. Ingin lulus sesegera mungkin. Tapi yang terjadi ialah: saya harus menunda kelulusan, maksimal 2014 nanti. Insya Allah. Sejak kemarin saya uring-uringan, menilik kembali apa yang sedang terjadi, apa yang sedang saya lakukan dan apakah ada yang saya lakukan ini berdampak pada masa depan saya? Yang saya inginkan?

Apakah saya sedang menuju masa depan yang saya inginkan? Apakah yang saya lakukan hanya sebatas keinginan saya, dan bukan untuk mendukung apa yang saya butuhkan di masa mendatang?

Titel kelulusan itu sejenak membuat saya berfikir ulang.

Menarik diri sejenak untuk memutuskan.
***
Dalam proses berpikir itulah kemudian angan melukis wajah orangtua, yang raganya mulai dimakan waktu. Siapa yang bisa menghitung kemudian apa-apa yang telah mereka korbankan, dengan nominal uang? Membuat mereka berdua bahagia saja sepertinya belum bisa saya lakukan, yang ada saya hanya menyedot semua kemampuan mereka.

Pergi ke luar itu bukanlah hal yang mudah, mulai dari mempersiapkan mental, dan sumber daya dana. Mau dapat darimana uang sebesar 50juta untuk satu semester? Tapi alhamdulillah uang itu tertalangi oleh beasiswa. Namun sebelum itu yang perlu dipersiapkan. 

Ah.

Mau mundur, kesempatan itu akan datang kapan lagi? Mau maju, koq rasanya bergeming?

Setiap hari adalah tentang membuat pilihan-pilihan. Mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi. Hanya dari tidur ke bangun lagi tidak membuat pilihan. Kau tidak memilih kamu akan mimpi apa kan ketika tidur?

Dan aku memutuskan untuk maju. Sambil maju sambil memantapkan kemampuan berbahasa.

Aamiin.

20 November 2012

Rasa

Pilihlah
Sekehendak sukma
Melukis segala rupa
Dalam angan pelipur lara

Merindulah
: untuk yang di ujung horison merah


11 November 2012

Senjakala

Hati ini hati yang tertindas
Akan kesewenangan sepi
Otak telah sampai pada beban puncaknya
Mengejawantahkan keadaan
Menterjemahkan perasaan
Bila rona senjakala tiba

:kau ekstasi ketika hitam memeluk langit

Galau

“Biar aja saya narsis. Tapi nggak galau kayak kalian.” -Seorang Dosen

Ya, Pak. Bapak tahu aja mahasiswa ini galau mulu. Apalagi kalau udah semester tujuh.

Ah, kembali ke galau.

Nggak bakalan selesai kalau mau nurutin yang namanya galau. Semua hal digalaukan. Mau makan, galau dimana, mau kuliah, galau mau masuk atau nggak, mau tidur, galau lagi. Mau tidur sambil nungging, atau tidur sambil nari Gangnam Style. Bodoh.

Galau karena makhluk yang bernama lawan jenis apalagi. Bahkan sampai ada yang memutuskan untuk berhubungan dengan sesama jenis karena menganggap dirinyalah yang paling tahu tentang jenisnya sendiri. Duh, kata-kata saya mulai belibet. Intinya: yang perempuan jadi suka sama perempuan karena menganggap bahwa dia yakin perempuan adalah jenis terbaik dan bakal berfikiran sama dengan dirinya. So, dia ngerasa aman menjalin hubungan dengan sesama wanita. Begitu juga lelaki, mungkin?

Hidup adalah soal memilih diantara sekian banyak pilihan. Lagi-lagi proses memilih itu yang bikin seorang galau.

Galau memilih.

Tapi lebih baik galau memilih akhirnya memutuskan sikap daripada memilih galau dan akhirnya malah bikin repot. Tetapkan dan putuskan akan memilih yang mana.

Jangan sampai galau untuk memilih antara galau memilih dan memilih galau. Nah loh.

Ah, aku akan mengutip lagi satu perkataan dosen saya:

“It’s okay losing something, but you have to be consistent on what you have chosen.” -Seorang Dosen (lagi)

30 October 2012

Bahasa Indonesia dan Masalah Saya

Lama tidak menulis. Tunggu sebentar, saya mau membuat alasan:
1. Sibuk kuliah dan mengerjakan tugas
2. Sibuk kerja
3. Sibuk bermalas-malas ria
4. Sibuk menonton drama Korea
5. Sibuk memikirkan apa yang ingin ditulis
6. Tidak ada ide untuk menulis

Namanya juga alasan, sesuatu yang dibuat untuk alas, membenarkan semua perilaku.

Bingung? Saya juga.

***
Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menulis dan seharusnya saya HARUS lebih giat menulis melihat rekor jumlah tulisan yang turun setiap tahunnya; menandakan tingkat kemalasan yang terus meningkat setiap tahun.

Namun karena sebuah artikel di majalah tentang bahasa Indonesia, saya menjadi tergerak untuk menuliskan sesuatu. Judul artikel itu:

"Nasib Bahasa Indonesia: Sudahkah Bahasa Ini Menjadi Tuan di Negeri Sendiri?"

Artikel tersebut membahas tentang pemakaian bahasa Indonesia yang semakin kacau dan hanya sebagian orang mau bersusah payah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tesaurus Bahasa Indonesia untuk menaati kaidah berbahasa yang benar. Belum lagi masalah bahasa Indonesia yang semakin tersingkir karena penuturnya lebih memilih untuk menggunakan bahasa asing agar terlihat lebih bergengsi. Masalah selanjutnya adalah kesulitan padanan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, ke bahasa Indonesia karena perbedaan jumlah perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia, dan jangan lupa: tingkat kesulitan dalam mempelajari bahasa Indonesia.

Beberapa tugas kuliah mengharuskan saya untuk menerjemahkan jurnal ilmiah ke dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar agar dapat dirangkum dengan menggunakan kalimat yang saya buat sendiri. Karena bukan termasuk orang yang mempunyai kosakata bahasa Indonesia yang banyak, maka saya sempat beberapa kali harus memutar otak untuk menerjemahkan beberapa kalimat, seperti: "... the nature of business itself..." Saya sempat menerjemahkan kalimat itu menjadi: "... sudah menjadi sifat alami bisnis itu sendiri..," tetapi kemudian saya merasa janggal, sehingga saya kutip saja keseluruhan kalimat tersebut. Begitu juga ketika harus menerjemahkan istilah-istilah ekonomi ke dalam bahasa Indonesia dan ketika harus menyerap beberapa kata dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ragu, apakah kata yang saya serap ini sudah ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teringat juga tugas seorang dosen agar mencari padanan kata "efektif" dan "efisien". Saya menjawab "tepat waktu" dan "tepat guna". Ternyata ada yang lebih sepadan, "mangkus" dan "sangkil"! Belum lagi berbicara tentang bahasa gaul. Kata-kata yang sedang populer akhir-akhir ini, "Ciyus?", "Miapah?", "Enelan?" seakan-akan menjadi gaya bertutur bahasa yang harus dipakai. Gaya bicara seorang balita ini diadopsi menjadi bahasa gaul dan, menurut saya, akan merusak pemakaian bahasa Indonesia itu sendiri walaupun hanya sekedar tren sesaat.

***
Saya merasa kurang membaca buku-buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga merasa asing dengan bahasa Indonesia. Dulu, ketika masih menjadi "Anak Bahasa", saya rajin menyambangi perpustakaan daerah untuk membaca buku kumpulan artikel bahasa dari Kompas. Artikel-artikel tersebut membahas hal-hal seperti kesalahan berbahasa, kata yang seharusnya dipakai, perbandingan antara bahasa Indonesia dengan bahasa lain, sejarah suatu kata, dan sebagainya. Membosankan? Tidak, sama sekali tidak. Buku tersebut seakan memuaskan dahaga saya akan bahasa yang saya pakai sehari-hari: Bahasa Indonesia. Saya jadi rajin untuk mengoreksi bahasa yang dipakai teman-teman: China, bukan Cina; Orang Indonesia bukan Indon; tidak ada kata 'Pemimpin' tetapi 'Pimpinan'. 

Mencoba bertutur dan menulis memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda Indonesia. Contoh terdekat di lingkungan saya: kedua adik saya. Semua nilai ujian tiap semester mereka di mata pelajaran pengetahuan alam, sosial, bahasa Inggris selalu di atas sembilan, tetapi ketika pelajaran bahasa Indonesia, yang tercetak di lembar nilai adalah angka tujuh. Miris. Jangan lupakan saya sendiri: tulisan di blog ini rata-rata memakai bahasa campur-aduk. Karena tertohok oleh artikel yang saya baca tadi, saya kemudian memutuskan untuk menulis sesuatu dalam bahasa Indonesia, yang mungkin, sedikit baik dan benar.

***
Kemudian, apa yang harus dilakukan agar bahasa Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri? Alih-alih menjadi tuan di rumah sendiri, sang empunya rumah pelan-pelan diusir. Arus globalisasi yang semakin besar membuat tata bahasa Indonesia semakin centang perenang, berantakan. Dalam satu kalimat terkadang pembicara menyisipkan beberapa kata dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, sehingga terdengar, aneh. Tetapi bagi orang yang sudah biasa mendengar (atau malah sering melakukan hal itu) kalimat-kalimat campur, hal tersebut adalah biasa.

Hal yang dapat dilakukan untuk dapat menjadikan bahasa Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri adalah dengan berusaha untuk selalu memakainya dengan baik dan benar, walau terkadang terdengar repot. Saat menyajikan tugas di depan dosen, berusahalah untuk bertutur menggunakan kalimat tanpa kata bahasa asing. Rajin membuka kamus untuk menghafal kata baru dan memakainya dalam kalimat. Belajar bahasa apapun hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menghafal perbendaharaan kata. Tidak mungkin untuk mempelajari bahasa Anda langsung mempelajari tata bahasa tanpa kosakata. Terakhir, miliki rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Menilik negara-negara tetangga, Korea, China dan Jepang yang bersikeras untuk memakai bahasa nasional mereka sendiri dalam bahasa pengantar di perguruan tinggi negara sehingga mau tidak mau kita lah yang harus mempunyai kompetensi dalam berbahasa negara tujuan agar dapat mengikuti kuliah. Mereka bangga atas bahasa mereka, menggunakannya dengan baik dan benar dan tidak merasa bahasa Inggris sebagai bahasa terhormat yang harus dipuja-puja sehingga meninggalkan akar bahasa mereka sendiri.

Susah? Siapa yang bilang bahasa Indonesia mudah? Kita hanya merasa mudah karena sudah bertutur bahasa Indonesia sejak bisa berbicara. Kemudian, bagaimana dengan penutur bahasa daerah yang bahkan tidak tahu bahasa Indonesia?

"KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA"

Bukanlah hal yang mudah untuk berjanji menggunakan bahasa Melayu (akar bahasa Indonesia) untuk menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pasti banyak yang susah menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian mereka. Untuk itulah ada pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, walaupun tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada sekolah. Menurut saya, biarlah hal tersebut menjadi keberagaman budaya. Negeri ini punya pemuda-pemudi hebat yang akan berusaha untuk bertutur dengan bahasa persatuan tanpa meninggalkan bahasa daerahnya.

Jangan pesimis! Ayo dudukkan sang Tuan di rumah sendiri! :)

14 October 2012

Coffee Princess and Her Kingdom

Oh, lama sekali tidak mem-posting sesuatu :3

"Life is like a cup of Espresso. Some people like it because its sweetness, some people curse because its bitterness" -Nadinez on #EnakBanget

Saya dapat keluarga baru :3, perkenalkan tempat kerja baru saya :3

EB Cafe
Iya, sudah sebulan lebih saya melakoni kerjaan ini: BARISTA. Ingat BARISTA not BARTENDER! :3 *nggak santai*

Tukang buat-buat kopi, bahasa lainnya. Mihihihihi.
Selalu saja kangen ke Pertamina Tower lantai 8, walau nggak ada shift untuk kerja. Rasanya ketemu teman-teman saja sudah senang. Bau kopi, senyuman, keramaian cafe. Pengobat hati banget! Belum lagi bule-bule ganteng dan cantik yang selalu nongkrong dan pesan menu yang sama. Sampai hapal :3

Perkenalkan, ada beberapa teman eBarista: Ivan Anggono, Sagita Kusuma~~, Faris Rachmadyo, Ajeng Ghina, Fadli Ariesta, Gigih a.k.a Angur, Meita a.k.a Meiimudd, dan Mbak Karina Yanisa a.k.a Mbak Nina :3 Udah deh, baru sebulan aja kami udah kayak seabad kenal. Rahasia-rahasia apa aja udah dibongkar. Ketahuan banget nih jadi eBarista hanya pelarian dari kehidupan cinta. *peace ya all* 

Saya dapat keluarga dan bisa terus bersanding dengan kopi. That's what I called paradise in earth. Jujur, yang didapat setiap bulan itu hanyalah bonus. Kepuasan untuk mengerjakan sesuatu yang disukai itu yang paling penting. Seperti yang aku katakan sebelumnya, the eBaristas are all addicted to coffee and always miss the highest cafe in town. Ntah sekedar lihat pemandangan dari lantai 8, atau mencari kopi, coklat, dan teh sisa. Wehehehehhe.

Ah, ngomong-ngomong, jangan lupakan pengunjung yang selalu ditunggu kedatangannya. Pak Dekan. Pak Dekan adalah salah satu pengunjung setia cafe. Pesanan beliau pun selalu sama: Cafe Latte dengan sedikiiit espresso.

Meet Gita and Ivan
I found love, in you: Gita, Ivan, Dyo, and Ghina.

Since only them that told me something about their love life, I just want to write about them, anonymously.

"...Cinta yang pergi itu bagaikan tato. Walaupun kamu berusaha menghilangkannya, tato itu tetap mempunyai bekas.."

"...Cinta itu, kadang tak perlu dikatakan. Tatapan saja sudah lebih dari seribu kata..."

"...Cinta itu, kadang harus direlakan agar hanya jadi kenangan, terlalu kabur untuk dilihat, terlalu jauh untuk digapai. Berharap waktu akan mempertemukan kembali..."

"...Kadang harus memaksakan perpisahan, karena berharap suatu hari nanti akan ada lagi pertemuan yang membuat cinta itu kekal..."

"...Memandangmu, sebenarnya menyakitkan. Karena aku tahu kau bukan milikku. Karena keterlambatanku memahami sinyal darimu..."

"...Cinta itu, terima kasih, karena ada cafe ini, cinta baruku..."

***
Hayo, kira-kira ini inti dari percakapan siapa yaa? :D

***

Yang jelas saya merasa menjadi seorang Coffee Princess. Mengapa? Entahlah. Bagai Putri yang dikelilingi barang kesukaannya: kopi. Merasa dapur cafe adalah bagian dari kerajaan, dan selalu bisa melakukan sesuatu yang disukai, kemudian bersama orang yang disayangi. It is paradise :)

Jangan lupa ke Cafe EB juga ya :D Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Pertamina Tower lt.8 :)

My specialty? Order Cafe Granita or Hazelnut Latte Ice :9

Next Destination : Malaysia

Twin Tower :)


10 October 2012

Blessings

Saya termasuk orang yang banyak maunya.
Persis seperti lagu pembuka anime yang paling saya suka, Doraemon, setiap jam 9 WITA dulu.

"Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu banyak sekali
Semua, semua, semua
Dapat dikabulkan~~"


Tentunya bukan dengan kantong ajaib, tapi dengan izin Allah SWT.

Setelah lima semester, dan semester ke-enam memutuskan untuk menyimpan keinginan itu dalam hati saja, semester ke-tujuh memutuskan untuk iseng mendaftar daripada tidak sama sekali -nothing to lose, akhirnya Allah mengabulkan keinginan saya, ketika saya sudah seperti tidak mengharapnya lagi.

Exchange program. Exchange Program!

Benar-benar hari yang tidak terduga, sama sekali. Jum'at Barokah, Good Friday.

Hari dimulai dengan saya berkutat membaca jurnal dan merangkumnya. Jam menunjukkan 12.01 am ketika suara yang ada di kost adalah suara ngorok dan tokek. Si Sangka dan Adel ulang tahun, dan saya menyentuh layar-layar telepon genggam untuk memberi ucapan selamat. 

Kemudian bangun pagi dan menyelesaikan rangkuman jurnal. Sekitar jam 8 sebelum berangkat kerja, saya chatting dulu dengan Dika, exchange student untuk Fall/Winter term. Tanya-tanya biaya yang dibutuhkan ketika disana dan seberapa besar. Jam 9.30 ada wawancara untuk beasiswa itu :'( Aku datang wawancara dengan persiapan minim.

Ah, aku berangkat lebih pagi untuk persiapan cafe, kompensasi aku akan izin satu jam untuk wawancara. Aku fikir, wawancaranya akan dalam bahasa Indonesia dan kemudian ya~ pertanyaan standar yang akan ditanya nanti. Seperti perkenalan diri, atau informasi tentang tanggungan oleh orang tua.

Ke kampus, saat sedang bersih-bersih cafe, hatiku sudah nggak menentu dan aku berusaha untuk memanipulasi diri bahwa "aku sedang tenang" dan "jangan sakit perut". Teman kerja datang dan aku izin untuk wawancara. Menunggu wawancara, aku hanya bisa ngobrol ngalor-ngidul dengan Rina Eonni. Grasa-grusu di kursi. Interviewee (?) dipanggil berdasarkan abjad dan aku berada di urutan ke empat. Tidak ada yang terwawancara kembali ke arah tempat kami duduk. Jadi tidak bisa bertanya apapun tentang apa yang ditanyakan. Dan sepertinya, pun, tidak ada yang ingin membocorkan strategi yang mereka pasang. Ya iyalah.

Giliran saya tiba, Pak Tri Widodo dan Pak Amirullah menyapa saya dalam bahasa Inggris. Hatiku mencelos. Ah~ Belum sempat menjawab, disapa lagi: "O genki desu ka? O namae wa nan desuka?"

Almanak! Eh, Alamak!

Pake bahasa Jepang! Dan sekitar 3 menit berikutnya adalah neraka bagi saya. Menjelaskan diri saya dalam bahasa Jepang peninggalan sisa-sisa penjajahan tahun '42. Di depan bapak-bapak ganteng itu.

20 menit berikutnya tetap menjadi neraka bagi saya. Kosakata sedikit dan kemampuan ngeles tinggi menjadi bumerang berkali-kali dalam sesi wawancara. Ketika selesai, aku hanya ingin menghirup aroma kopi lagi. Bergegas ke lantai 8. Di dalam lift aku merenungi semua jawabanku. Aku hanya bisa tertunduk, kakiku lemas.

"Nothing to lose, Nad. Nothing to lose..." Gumamku ke diri sendiri.

Habis kerja, kelas Seminar Operasi dan Inovasi. Lagi-lagi kemampuan berbicara-ku diuji lagi. Pak Wakhid tiba-tiba menunjukku untuk presentasi isi tulisanku. Aku tidak siap untuk maju ke depan kelas. Ya, lagi-lagi aku ditahan hampir 10 menit depan kelas, bahkan bisa lebih kalau aku tidak bertanya "boleh saya duduk, Pak?", bakal nggak sadar bapaknya aku sudah berdiri lama di depan.

***
Anyway, Rina Eonni yang bersikeras agar aku lihat si W, telepon genggam kesayangan, untuk lihat pesan dari OIA. Aku lagi nggak bawa si W dan lagi tenang-tenang di Mas Kobis. Beli makan malam. Aku tanya isi pesannya apa, malah disuruh lihat sendiri. Karena udah speechless, aku kembali ke kost dengan lambat. Nggak penasaran sama-sekali tentang apa isi dari pesan OIA itu.

Sampai~
Sampai di depan pintu kamar, ada BBM dari Mbak Nia, "Congrats Dear, ditunggu di OIA secepatnya ya~~"

Jreng. Jreng.

Aku langsung buru-buru nyari si W.

Baca pesan~ Liat jam: 12.55

Oke, saya telat.

Langsung menghubungi OIA. Membereskan semua masalah yang ada.

Mendadak airmataku keluar.

Ingat kenakalan jaman semester awal: daftar IIUM nggak bilang ortu, daftar exchange ini-itu, daftar SEGi dll! Karena nggak ada restu orang tua, ya, jadinya ada~ aja yang menghalangi: lupa kirim dokumen, lupa nomor ini lah, itu lah, ada persetujuan orang tua lah.

Ketika disetujui, yang dulu menggebu banget, ini alon-alon. Pelan-pelan sambil berdo'a: minta yang terbaik dan minta diberi ketabahan seandainya nggak diterima.

Namun, rezeki itu nggak kemana. Alhamdulillah

DORAEMON TUNGGU SAYA!!!

18 September 2012

You

Indeed, I am crazy enough.

Mau menye-menye ah.

Hei, iya, kamu itu harta karun yang terus aku simpan. Parah banget nih, aku jadi suka sama kamu. Suka sama kamu gara-gara banyak yang bilang kita sama perilakunya dan pikirannya. Padahal tahu kamu aja aku nggak. Kamu siapa? Bicara aja kita nggak  pernah, eh orang-orang bilang kita sehati.

Karena nggak mau disama-samain, kan aku jadi bete. Aku jadi penasaran, kamu siapa?

Walau udah dicari, informasi yang aku tahu tetap aja sedikit. Tapi walau sedikit informasi itu aku simpan layaknya sebuah harta karun. Tapi, lagi, aku jatuh cinta terhadap harta karun itu.

Aku jatuh cinta pada pemikiranku tentang kamu. Aku jadi gila.

Mana ada orang yang jatuh cinta pada pemikirannya sendiri? Padahal kamu belum tentu seperti apa yang aku pikirkan. Dunia kita berbeda, aku di dunia nyata, kamu di dunia seberang nyata, pikiranku di dunia dia sendiri.

Pelan-pelan imaji tentangmu tergambar absurd. Tergambar dari potongan informasi, entah berasal orang ke lima atau ke-sepuluh? Aku mengulur benang, mengikatnya pada diriku sendiri. Aku terjebak.

Kamu diam, aku diam.

Ah, biarkan saja aku dan pikiranku. Kamu tetap saja disana.

Kamu harus tahu aku memberimu nama Charcoal. Arang.

Dan kamu harus bertanya suatu saat, apa artinya Arang, dan yang pasti Charcoal.

15 September 2012

Be A Seventh-Term Student


Semester Tujuh~~
Nanath = Seventh; Nana=Seven in Japanese :D

Masih juga dikira Maba, eh Gamada deng sekarang.

*baikin baju* *bow*

Untuk menulis sepanjang waktu ini, rasa Nad adalah suatu prestasi yang menurun =_+ Bagaimana tidak? setiap tahun tulisan berkurang drastis. Ya, berkurang drastis.

Semester ini saya mengambil jumlah kredit sama sedikitnya ketika saya berada di semester 5. 17 kredit doang. Mau gimana lagi? Dua matakuliah baru dan empat matakuliah ngulang. Jangan samakan saya seperti teman-teman yang lain, yang ngulang matakuliah hanya karena dia dapet nilai jelek. Dan standar jeleknya adalah -> A-. A MINUS SODARA! Saya nggak nyantai karena kesal. Yang mau ambil banyak karena matakuliah itu menjadi matakuliah wajib semenjak ganti kurikulum.

Tapi ternyata sodara-sodara yang lain itu belum beruntung, karena ada yang mau mengulang, hanya karena dia dapet nilai A min.

Saya ngulang beberapa matakuliah karena nilai saya jelek. Standar jelek saya adalah C. Si setengah bundar. Bukan A-.

Aktivitas di semester tujuh ini lumayan beragam, alhamdulillah mendapat banyak berkah. Selain menjadi Barista di EB Cafe (Coffee Shop at my Campus!! :), saya juga berusaha untuk mewujudkan mimpi: jalan-jalan! IP saya? Fluktuatif. Ekstrim. Bisa naik-turun dari range 0.5-0,9! Iya, IP saya pernah jelek banget! TT_TT

***
Sekarang saya berada dalam masa menunggu pengumuman: exchange, lomba, pembimbing seminar, skripsi. Banyak ya?

Tinggal tunggu kabarnya saja :D

9 September 2012

Friendship

Teman sejatinya akan terlihat ketika kamu susah. Siapa yang akan tegar memegang tanganmu ketika kau terjatuh, atau malah menceburkanmu pada lautan dosa. Siapa yang akan berlari padamu ketika kau membutuhkannya.

"Yen pengen wangi yo cedhak ow karo bakul minyak."
Kalau ingin harum maka dekatlah dengan penjual parfum.

Itulah teman yang kamu pilih. Mau kamu harum atau bau, itu pilihan kamu. Kamu yang memutuskan untuk berteman dengan mereka. Kamu bakal dikenal atas siapa saja temanmu. Ada orang yang akan menghakimimu dengan melihat siapa teman-temanmu dan bagaimana hubungan kau dengan mereka. Bisa saja kau dipenjara karena kau berteman dengan seorang, yang ternyata, adalah teroris. Bisa saja kau diterima bekerja karena temanmu berada di instansi yang menjadi incaranmu. 

Tidak, itu bukan egois, memilih teman bukan egois, kamu hanya menyelamatkan dirimu. Tentu saja kau harus ramah terhadap siapa saja, tapi kau hanya perlu menjaga siapa saja yang akan berada dalam lingkaran semu-mu.

Ketika kau merasa mereka adalah orang-orang yang dapat kau ajak berbagi, maka jagalah.

Jaga. Jangan sampai mereka hilang.

*after seeing pictures of you, friends, the selection process I denied all this time is proven.



4 September 2012

Sekilas

Penerimaan.

Mencoba menerima kenyataan bahwa tidak segalanya yang kita inginkan akan kita dapatkan. Tuhan masih punya rencana lain untuk itu.

Menghargai.

Bukan kamu orang paling menderita sedunia. Bersyukurlah atas segala sesuatu yang kamu dapatkan, yang ada padamu sekarang. Jangan terlalu sering melihat rumput tetangga yang lebih hijau, sedangkan rumput di halaman nggak dipangkas. Nggak tumbuh bunga, ndul.

Mencoba melihat dari kacamata orang lain, open-minded.

Nggak semua orang berpikir sama dengan kamu dan kamu nggak bisa memaksa orang untuk selalu sependapat dengan kamu. Orang tersebut mengambil keputusan tertentu pada saat tertentu karena alasan tertentu pula dan dalam keadaan sudut pandang yang berbeda. Every human being is unique. Seribu orang kamu hadapi, seribu orang juga yang mempunyai sifat yang berbeda.

Melindungi dan menyayangi tanpa syarat, ikhlas.

Seburuk-buruknya orang berperangai, sejahat-jahatnya orang berprilaku, kamu nggak bakal tahu apa yang terjadi di masa depan. Mungkin kamu benci ama dia, mungkin kamu kesal setengah hidup sama dia, tapi suatu saat dia bisa saja menjadi orang yang Allah utus untuk menolongmu dari ujian hidup. Nggak, nggak ada yang namanya putus asa dalam bersabar. Nggak, nggak ada yang namanya forever alone. It's always enough, even more than enough, if Allah is all you have.

Kejujuran.

Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Sudah sedikit orang jujur di dunia. Jadilah yang sedikit itu. Jujur pada dirimu sendiri.

#pelajaranKKN
iya, saya lagi seneng nulis tentang KKN :D

30 August 2012

147 B 2 : Sub-unit Mantap, KKN Ceria!

*Yohan pas ngabsen*
"Gedeee?? Sangkaaa?? Inezzz?? Anggiitaaa??"

Reaksinya pun lain:
"Haderrrr!!" *sambil angkat tangan* (Bli Widana)
*sembunyi* (Sangka) --> (ya, dia kalau diabsen malah sembunyi!)
"Ya, Yooo!" (aku)
"Hadir, Papah~~" (Anggi)

Yang paling seneng ngabsen dengan cara manggil-manggil gitu cuman dia. Setiap rapat super-unit, kormasit lain paling ngeliatin anggotanya aja udah lengkap atau belum. Yohan mah tereaak! (bukan teriak lagi). Sampai-sampai bisa kedengaran ke basecamp cewek.

147B2. Sub-unit paling sibuk sedunia. Sampe sekertaris ama bendahara unit dijadikan satu.

Mau cerita tentang semua anggotanya.

Yohanes Anang Kushardianto, dipanggil Anang. Saya sih manggilnya Yohan. (Teknik Mesin 09)

Soalnya cuman dia yang manggil saya Inez, setelah sekian lama. Yohan Kormasit paling santai sedunia dan nggak ribet. Itu yang aku suka.Yang lain rasanya riweuh ngontrol anak buahnya, Yohan adem ayem. Malah aku kadang bingung sendiri. Well, awal-awal aku kira dia orang yang nggak bisa dideketin, ternyata~~ Kormasit paling asik juga, untuk mendekatkan kami berlima, usaha awalnya adalah mengajak kami semua karaokean. Tapi karena jadwal UAS, apa boleh buat. Tapi dia mah bersikeras untuk mengumpulkan kami, bersama satu sub-unit lain. Akhirnya kami makan di X-tra Hot: sambil sedikit mengulik semua tentang individu masing-masing.

Dari pertama pun aku kagum dengan dia. Merasa mempunyai mutual-things karena dia pernah berhubungan dengan anak FEB, aku jadi punya bahan pembicaraan. Satu hal yang paling aku suka: gaya kepemimpinannya dia. Akrab dengan siapa aja, mendekatkan kami dalam acara santai ketika ngumpul sub-unit (hei, dia bawa martabak krispi! Makanan yang paling aku rindukan selama sepuluh tahun terakhir!) walaupun pembicaraan agak berat, tentang program yang kami laksanakan.

Teman cerita paling menyenangkan! Perjalanan setelah sosialisasi homestay di Kurau, aku dibonceng, aku meminta dia pelan-pelan saja untuk sampai ke Namang. Cerita masalah yang aku hadapi, dan dia tidak menghakimi. Waktu cari makan pun, cerita mengalir dengan santai.

Yohan, benar-benar sosok pemimpin :)

Nggak putus kagum saya sampai saat terakhir: nginap di Aston Soll Marina Bangka. Dengan bellboy-nya pun dia hapal nama. Satu yang aku pelajari, itu adalah penghargaan kepada orang. Siapa sih yang nggak mau disapa dengan nama? Risih kan kalau hanya dipanggil Pak, Bu, atau Eh?

Anggita Ratna Dewayani.Kakak Anggi, Arsitektur 09.

Sekretaris-bendahara unit ini ayu banjet. Dipilih jadi sekben karena ketidak hadirannya dalam rapat dan semena-mena kita putuskan bahwa dia adalah sekben unit dengan pertimbangan semua anak di sub-unit sudah mendapat jabatan: Yohan-Kormasit, Widana-Kormanit B, Sangka-Kormater, saya-bendahara unit. Suka sama gaya-gaya dia kalau lagi difoto. Fotogenik. Awal-awal ngumpul, aku sama dia nggak pernah ketemu karena jadwal. Kadang aku nggak ikut rapat superunit karena tugas, dia pun begitu. Sampai akhirnya kita ketemu di rapat bulan April. Kesan pertama: cantikk!! Aku langsung jatuh cinta dengan mata kakak Anggi~~ Mata kucing, kalau aku bilang. Diem amat eh, sampe bingung mau ngobrol apa.

Sampai kemudian pertemuan di X-tra Hot mengubah segalanya. Empat dari lima anak sub-unit 2 adalah anak teknik, dan aku sendiri anak dari kluster sosial-humaniora. Jadilah saya ditindas dengan jahatnya: FEB dikata-katain. Aku kira sesama cewek dia akan mengerti "sakitnya aku" *ceileh* eh ternyata: dia malah ngikut ngata-ngatain! *megang clurit*. 

Insiden yang paling bikin ngakak dan jadi bahan pembicaraan adalah: insiden di kantor kades! Saya tak akan menjelaskannya, hanya mau mengingat-ingat lagi: Yohan bilang pada saat rapat sub-unit, sambil bercanda: "Anggi ini ya, pertama kali dilihat, body 75, penampilan? Yaa... 75 juga lah. Eh, pas ada insiden itu, semua nilai minuus!!" wkwkwkkwk

Kakak Anggi terkenal dengan "weywi towk" (bc: baby talk) nya dia yang ngegemesin!

I Gede Widana. Aku panggil, Bli Widana. Teknik Geodesi 09.

Awal, aku pikir dia kurang tegas sebagai wakil ketika Kakak Pipi alias Uut ke Ukraina. Soalnya rapat jadi kemana-mana gitu. Tapi aku berprasangka baik. Mungkin aja dia karena kagok belum kenal kami semua. Setelah Kak Pipi kembali, baru deh terlihat bahwa dia seorang yang menyokong dari belakang. Menegaskan ketika Ketua Superunit butuh bantuan, meringankan segala beban partnernya, mengambil alih ketika suasana tak bisa dikendalikan.

Ya, beberapa kali pertemuan kemudian terlihat bahwa dia orang yang sangat-sangat-sangat lutjuw, humoris, dan (kemudian lagi) gombal. Sayang banget pas temu intim waktu makan-makan dia nggak ada. Jadi aku kurang dekat. Sersan, serius tapi santai. Mau serius ayo, mau santai juga ayo! Ini contoh orang muka heavy metal, hati heavy rotation. Melow abis, seperti playlist dia. Sayang amat ama pacarnya! Selera humor saya pastikan dia dapat dari Warkop DKI: jadul tapi sesuai sepanjang masa.

Gombal banget. Apa aja bisa dijadikan gombalan. Aku juga pernah dapat gombalannya dia. Waktu itu aku ngapain yak? Singkat cerita akhirnya dia pulang ke basecamp cowok sedangkan aku tetap di basecamp cewek. Nggak lama kemudian dia kembali ke basecamp, trus tanya, 

"Nad, kamu ada penggaris nggak?"
"Nggak, Bli."
"Meteran?"
"Nggak juga, Bli."
"Yah..."
"Kenapa?"
"Kamu berarti nggak bisa ngukur sedalam apa rasa terima kasihku ke kamu dong, Nad..."

Eyaaa~ dia balik jauh-jauh cuman untuk ngatain itu coba.

Sangka Aryawicaksona. Sangkangan, eh Sangka. Teknik Geologi 09.

Dia adalah orang yang selalu membolak-balikkan anggapanku terhadap dia. Baru ini rasanya terkejut mulu ngeliat kepribadian orang. Udah ketahuan dari penampilannya kalo dia pasti adalah seorang Joker alias pelawak. Tambah lagi tindasannya dia plus sekutunya dia yang bikin aku pengen garuk-garuk dinding saking ngenes nggak bisa bales. Awal-awal KKN aku pengen banget bisa gampar dia saking kesel banget gojekannya nggak ada yang beres.

Tapi seiring bertambah hari, dia adalah pribadi yang menyenangkan banget dibalik semua pembicaraan mesumnya dia. Kalau lagi dibonceng, iseng aku bicara-bicara sama dia. Kesimpulanku: kalau nggak ada sekutu, dia baik banget. Best quote from him, "biar orang ngeliat aku buruknya aja, yang baik nggak usah dipamerin. Kan orang tahu sendiri." Dia berkata itu sambil makan cumi bakar di Kurau. 


Trus perjalanan pulang dari Kurau, aku pernah tanya dia, "Ka, kapan sih kamu bicaranya bener?"

Dia jawab, "Kalau lagi presentasi."

Dan itu dia buktikan ketika presentasi ke Pemda Bateng tentang program yang telah dijalankan. Lancar dan mantap jaya! Nggak ada "eh~, eh~" yang keluar selama menjelaskan. Kagum lagi. Tapi ya begitu lagi, kalau ada orang nge-bully, hingga akhirnya selalu dia yang di bully. Dalam perjalanan untuk present ke pemda, dia dibully mulu ama Evita. Pak supirnya pun sampai senyam-senyum aja. Ketika Sangka liat, eh dia bilang, "Pak, ayo, Pak kalau mau ikutan bully saya, Pak. Saya terima, Pak~~" (p.s: itu balasan, Ka!) :p

Baik banget sama orang. Nganterin aku jalan-jalan ke Pangkalpinang, beli ini beli itu. Ke Kurau malam-malam, cuma demi pesta makanan laut. Nganterin aku balik ke Namang cuma untuk makan malam. Ah dan banyak lagi deh baiknya dia.

Hanya doa tak bertepi yang bisa ku beri :)

===

Hei, semoga kita sukses semuanya!

Jangan sombong kalau ditegur, jangan bersikap seolah kita nggak pernah bareng.

Kalian yang di teknik, sekali-kali mampir lah ke soshum. Biar aja parkir ribet, tapi kan kita bisa ngumpul bareng.

Mungkin lebay, mungkin terdengar menye-menye: tapi memori tentang kalian nggak bisa dihapus begitu saja :)

Salam,
Sarang Waleeeettt~~~ (Saranghaeyo, chingu-ya!)



147 B 2 : Gede Widana, Sangka Arya, Me, Yohanes Anang, Anggita Ratna
We are 147-ers! (?)

A Place I Left My Heart


Hutan, gunung, sawah, lautan
Simpanan kekayaan..
(Ibu Kita Kartini)

Hutan Lindung Namang

Sepenggal memori dari KKN. Biarkanlah aku mengenangnya sebentar.

Hutan dengan pohon Pelawan yang menyimpan sejuta rahasia, tentang kekayaannya, tentang simbiosis di dalamnya dan tentang keindahan yang tak terlukiskan dengan kata. Berniat untuk memamerkan kekayaan ini, Pemerintah daerah merencanakan untuk membuat tempat wisata alam (eco-tourism). Itulah yang kami kerjakan selama disana, membuat masterplan eco-tourism Hutan Lindung Namang.

Tapi yang membuat rindu adalah udara dalam hutan itu, bunyi jejak kaki dan gemericik air, daun tajam yang menggores kulit, cahaya matahari di sela pepohonan, dan bau hujan yang masih membekas.

Ketuyut (kantong semar) belum banyak muncul, karena belum musimnya. Namun bila sedikit teliti, ada banyak tunas ketuyut yang bersembunyi di balik daun yang berguguran. Datanglah sekitar bulan Februari, dimana ketuyut dapat sebesar paha orang dewasa, bergerombol.

Mengelilingi hutan memakai jembatan titian, memaksa seorang untuk tetap seimbang. Beristirahat sejenak dalam pondokan yang tersedia di beberapa titik, kemudian membuat perahu kertas dan menaruhnya di atas alliran sungai. Menatap kepergian perahu tersebut, ke hilir.

Sawah sebagai Gerbang ke Hutan :)
Sawah? Ya, sebelum memasuki area hutan, harus melewati terlebih dahulu persawahan dan perkebunan. Sawah yang membentang sepanjang penglihatan, ditambah matahari terbenam dan bianglala; syukur terucap. Masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk melihat pemandangan seperti itu. Semua memposisikan dirinya tepat, kemudian mempesona mata yang memandang.

Matahari Terbenam di Pulau Ketawai
Jangan lupa melihat matahari yang terbenam di pantai. Siluet kegiatan manusia yang terbentuk akan membuatmu takjub. Saksikan itu di Pulau Ketawai, Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau yang berbentuk bulat, berpasir halus di kawasan depan pulau, dan pecahan makhluk laut di bagian belakang.

Jika lelah, ambillah satu buah kelapa, nikmati setiap tetes airnya dan santap dagingnya. Bau asin laut yang dapat kau hirup ketika menghabiskan sore dengan kawan dan biru laut yang cantik selalu akan menyihirmu untuk selalu rindu ketika kau pulang. Kau ingin menjejakkan lagi kakimu disana!

Provinsi kepulauan memang selalu menyimpan berjuta pemandangan laut yang indah.

Seperti yang ku katakan, sepotong hatiku ku simpan disana. Agar bisa kuambil kelak.


28 August 2012

Aldebaran dan Castor

Aldebaran
Aldebaran
Menasbihkan namamu
sebanyak bintang yang membentang
Diantara kita
Melawan manuskrip yang telah tertulis
Oleh goresanNya
Aldebaran,
Harap supernova segera binasakanku
Biar ku jadi lubang hitam dalam sendiriku
Biar ku tak mengharapmu
Wahai bintang paling terang rasi Taurus

22 August 2012

Kuliah Kerja Nyata

Ngakunya suka nulis
Tapi udah dua bulan nggak produktif.
Gimana cerita coba kan ya?

Satu bulan lebih sepuluh hari saya habiskan di salah satu propinsi kepulauan di Indonesia: Kepulauan Bangka Belitung. Mengerjakan apa? Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada, singkatnya KKN PPM UGM. :D

Banyak banget cerita.

Tapi rasanya saya akan mempublish foto saja. Sambil bercerita sedikit tentang apa yang ada dalam foto itu.

==
KKN itu adalah ketika kamu berlajar bersosialisasi, tepa selira, tenggang rasa, apalah itu istilahnya untuk menggambarkan pemahaman kamu tentang dunia selain kampus yang ada. Pengalaman 40 hari yang mendekatkan sekaligus menjauhkan. Awal dari kesediaan kamu untuk tetap menjalin silaturahmi atau hanya sekedar ingin berhubungan selama KKN. Masa untuk kamu introspeksi diri apakah kamu sebenarnya udah layak untuk terjun ke masyarakat atau tidak. Apakah kamu dapat menempatkan diri untuk berbaur dan melepaskan titel mahasiswa.

Ataukah kamu dapat membawa nama almamater kamu dengan segala beban di pundak.

Universitas Gadjah Mada, dengan jaket almamater warna karung goni.

Walaupun mereka tidak tahu menahu tentang apa itu UGM, dimana letaknya, mereka hanya tahu kami mahasiswa, yang telah melewati jenjang Sekolah Menengah Atas yang terkadang pun mereka tidak melewati jenjang itu. Yang mereka tahu kami berilmu, tahu semua masalah dan membawa pemecahannya. Dielu-elukan. Karena Bupati Bangka Tengah langsung yang menunjuk orang-orang terpercayanya untuk mengurusi kami.

Namang, Kurau, KKN UGM.

Sebut nama KKN UGM, dan segala urusan menjadi lancar.

Rizqi Allah melimpah dalam keterbatasan. Bantuan datang bertubi-tubi, masalah yang dihadapi selesai satu per satu. Air, makanan, uang, sarana dan prasarana. Ah. Tak terhitung.
Bertemu orang baru, menyisipkan nama kami dalam memori mereka, kemudian kami tinggalkan mereka dengan kenangan. Baegitu juga mereka memberikan kenangan pada kami, budi yang tak terbalas. Memahat nama grup kami di semua rumah di desa Namang dan tugu hutan lindung.

Insya Allah kami telah memberikan semampu kami.

Jika Allah mengizinkan, aku, ah kami ingin kembali lagi ke Negeri Serumpun Sebalai. Berlibur. Dan mungkin melihat realisasi masterplan kami di Hutan Lindung Pelawan. Bertandang ke sister province, Belitong, dan sekali lagi melihat keindahan pantai Parai Tenggiri. Bertemu lagi dengan kawan lama, menumpahkan segala rindu yang menyesakkan dada.

==

Namang, Kurau.

Tempat ku jatuh cinta dengan segala ke-eksotisan pemandangan siang dan malamnya. Pagi dengan udara dan kicauan burung, siang sedikit terpaan angin kering dengan debu ketika melewati jalan untuk masuk ke hutan. Membasuh muka dengan air sumur hutan. Sore dengan rona jingga dan cekikikan kecil sahabat memenuhi rongga udara. Malam bertabur bintang yang dapat kau gambari rasinya serta lolongan anjing.

Seperti biasa, ku jejakkan kaki tiga kali.

Aku ingin kembali.

Dan saat menuliskan ini, anganku terbang melayang. Mencium asinnya udara Pulau Ketawai, menelusuri ilalang sepanjang jalan ke kantor kecamatan, membelai angin setiap perjalanan ketika aku dibonceng, merekam potret pemandangan hutan, laut, kuburan, kebun; meraba setiap butir lada yang kupanen, memutar verbatim suaramu. Menangkap semua kenangan.

:galau lagi

p.s: fotonya menyusul


18 July 2012

Hening

Malam mungkin dingin
Peluk mungkin ingin
Angin mungkin berlari
Bulan pun mungkin mengintip
Rindu mungkin terpendam
Dekat mungkin tiada
Rasa mungkin satu
Hening mungkin tak beranjak
Tatap mungkin asing
Senyum mungkin pudar
Kamu mungkin tak tahu
Cinta mungkin diam
Asa, mungkin menetap


:untuk kau yang membonceng aku semalam

2 July 2012

Memori


Semua orang mempunyai keunikan. Keunikan tersebut tersimpan dalam perjalanan waktu, terpatri dalam hati, dan terbingkai dalam sebuah keinginan untuk mengenang.

Sebuah kenangan yang terendap dalam ingatan sehingga menimbulkan kerinduan.


Sampai kapanpun, memang orang datang dan pergi dalam kehidupan. Tapi tiap orang mempunyai porsi sendiri dalam ingatan, yang kadang besarnya hanya menghuni 1 byte dari memori, atau bahkan malah menguasai bertera-tera byte memori otak. Sampai rasanya memori otak telah penuh dengan dia.

Orang pergi bukan berarti kita bisa menghapus dia dari memori otak. Otak akan meng-upgrade sendiri kapasitasnya. Memori itu tidak bisa diformat. Kecuali kamu amnesia.

Biarkan kau rapihkan saja memori itu atau perlu di-hidden, cukup kau saja yang tahu memori itu.

Buat saja file-file indah lainnya. Mungkin kamu bisa lupa kalau ada file yang di-hidden, suatu saat memori itu perlahan menjadi file read-only, sebagai pelajaran untuk kamu.


Harddisk Tambahan :D

*hasil merapihkan Harddisk Eksternal :D

22 June 2012

Easily Offended

Entah mengapa, apa memang banyak kejadian yang menjengkelkan, atau sayanya yang kurang sabar dan terlalu sensitif?

Gampang naik darah gitu. Apa-apa yang orang lakukan bikin naik darah.

Ah, rasanya emang sudah sifat saya yang aneh: ribut ketika orang diam, diam ketika orang ribut. Atau mungkin saya terlalu mengambil hati semua yang dibicarakan orang? Padahal nggak semuanya baik untuk kesehatan jiwa :]

Yang penting tetep berbuat baik sama orang.
Yang penting jauhnya sifat ngedumel dalam diri.
Yang penting kamu sudah tahu kalau misalnya mulut mesti dijaga, ngetik kata nggak boleh sembarangan, dan nggak semua orang bisa nerima kamu. Apa adanya kamu.

Sudah kodrat ada yang benci kamu, walaupun semua orang terlihat suka padamu.

Di dunia bukan saya, atau kamu saja yang menderita, semua dikasih ujian. Bentuknya aja yang berbeda.

Tertawa bukan berarti bahagia. Laughter seems the only way, for some people, to make an absence for the pain. Not healing and change it into happiness.