22 August 2012

Kuliah Kerja Nyata

Ngakunya suka nulis
Tapi udah dua bulan nggak produktif.
Gimana cerita coba kan ya?

Satu bulan lebih sepuluh hari saya habiskan di salah satu propinsi kepulauan di Indonesia: Kepulauan Bangka Belitung. Mengerjakan apa? Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada, singkatnya KKN PPM UGM. :D

Banyak banget cerita.

Tapi rasanya saya akan mempublish foto saja. Sambil bercerita sedikit tentang apa yang ada dalam foto itu.

==
KKN itu adalah ketika kamu berlajar bersosialisasi, tepa selira, tenggang rasa, apalah itu istilahnya untuk menggambarkan pemahaman kamu tentang dunia selain kampus yang ada. Pengalaman 40 hari yang mendekatkan sekaligus menjauhkan. Awal dari kesediaan kamu untuk tetap menjalin silaturahmi atau hanya sekedar ingin berhubungan selama KKN. Masa untuk kamu introspeksi diri apakah kamu sebenarnya udah layak untuk terjun ke masyarakat atau tidak. Apakah kamu dapat menempatkan diri untuk berbaur dan melepaskan titel mahasiswa.

Ataukah kamu dapat membawa nama almamater kamu dengan segala beban di pundak.

Universitas Gadjah Mada, dengan jaket almamater warna karung goni.

Walaupun mereka tidak tahu menahu tentang apa itu UGM, dimana letaknya, mereka hanya tahu kami mahasiswa, yang telah melewati jenjang Sekolah Menengah Atas yang terkadang pun mereka tidak melewati jenjang itu. Yang mereka tahu kami berilmu, tahu semua masalah dan membawa pemecahannya. Dielu-elukan. Karena Bupati Bangka Tengah langsung yang menunjuk orang-orang terpercayanya untuk mengurusi kami.

Namang, Kurau, KKN UGM.

Sebut nama KKN UGM, dan segala urusan menjadi lancar.

Rizqi Allah melimpah dalam keterbatasan. Bantuan datang bertubi-tubi, masalah yang dihadapi selesai satu per satu. Air, makanan, uang, sarana dan prasarana. Ah. Tak terhitung.
Bertemu orang baru, menyisipkan nama kami dalam memori mereka, kemudian kami tinggalkan mereka dengan kenangan. Baegitu juga mereka memberikan kenangan pada kami, budi yang tak terbalas. Memahat nama grup kami di semua rumah di desa Namang dan tugu hutan lindung.

Insya Allah kami telah memberikan semampu kami.

Jika Allah mengizinkan, aku, ah kami ingin kembali lagi ke Negeri Serumpun Sebalai. Berlibur. Dan mungkin melihat realisasi masterplan kami di Hutan Lindung Pelawan. Bertandang ke sister province, Belitong, dan sekali lagi melihat keindahan pantai Parai Tenggiri. Bertemu lagi dengan kawan lama, menumpahkan segala rindu yang menyesakkan dada.

==

Namang, Kurau.

Tempat ku jatuh cinta dengan segala ke-eksotisan pemandangan siang dan malamnya. Pagi dengan udara dan kicauan burung, siang sedikit terpaan angin kering dengan debu ketika melewati jalan untuk masuk ke hutan. Membasuh muka dengan air sumur hutan. Sore dengan rona jingga dan cekikikan kecil sahabat memenuhi rongga udara. Malam bertabur bintang yang dapat kau gambari rasinya serta lolongan anjing.

Seperti biasa, ku jejakkan kaki tiga kali.

Aku ingin kembali.

Dan saat menuliskan ini, anganku terbang melayang. Mencium asinnya udara Pulau Ketawai, menelusuri ilalang sepanjang jalan ke kantor kecamatan, membelai angin setiap perjalanan ketika aku dibonceng, merekam potret pemandangan hutan, laut, kuburan, kebun; meraba setiap butir lada yang kupanen, memutar verbatim suaramu. Menangkap semua kenangan.

:galau lagi

p.s: fotonya menyusul


1 comment:

Tiko said...

Ah, komentar pertama!
Sepertinya KKN memang banyak cerita, dan rasanya tidak akan cukup kalau cuma dibingkai dalam satu blog, bahkan kertas pun mungkin tidak akan cukup melukiskan (lebay).
Biasanya... selesai KKN... suasana kembali sepi...